Death Stranding 2 PC: Spesifikasi Ringan, Fitur Ultrawide, dan Debut Pico

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Pernahkah Anda merasa tertinggal dari tren gaming terbaru karena spek PC yang sudah ketinggalan zaman? Kabar baik datang dari dunia yang sunyi dan penuh misteri karya Hideo Kojima. Meski dikenal dengan visual epik dan narasi yang kompleks, rilis spesifikasi PC untuk Death Stranding 2: On the Beach justru menawarkan angin segar bagi para gamer dengan rig lawas. Ternyata, untuk menjelajahi pantai dan medan pasca-apokaliptik yang baru, Anda tidak selalu membutuhkan monster PC berharga selangit.

Kiprah Hideo Kojima dalam industri game memang identik dengan inovasi dan spektakel visual yang mendorong batas hardware. Proyek-proyeknya seringkali menjadi tolok ukur baru untuk grafis dan teknologi. Namun, keputusan Kojima Productions dan Sony untuk merilis spesifikasi minimum yang relatif terjangkau untuk Death Stranding 2 di PC adalah langkah strategis yang patut diapresiasi. Ini membuka pintu bagi komunitas yang lebih luas untuk merasakan pengalaman unik yang ditawarkan, sekaligus menunjukkan optimasi yang matang.

Lalu, apa saja yang perlu Anda siapkan untuk memainkan sekuel dari game fenomenal ini di platform PC? Lebih dari sekadar angka pada daftar spesifikasi, rilis ini juga membawa beberapa fitur eksklusif dan teknologi baru yang akan mengubah cara Anda mengalami dunia Death Stranding. Mari kita selami lebih dalam apa yang ditawarkan oleh versi PC Death Stranding 2: On the Beach, dari kebutuhan dasar hingga kemewahan visual yang bisa Anda dapatkan.

Spesifikasi Minimum: Masuk Akal untuk Pengalaman 1080p

Berbeda dengan bayangan banyak orang, untuk bisa memainkan Death Stranding 2 di PC, Anda tidak memerlukan kartu grafis generasi terbaru. Spesifikasi minimum yang diumumkan cukup bersahabat. Untuk preset grafis rendah dengan target performa rata-rata 1080p pada 30 frame per second (fps), Anda hanya membutuhkan NVIDIA GeForce GTX 1660 atau AMD Radeon RX 5500 XT dengan memori 8GB. Di sisi prosesor, Intel Core i3-10100 atau AMD Ryzen 3 3100 sudah mencukupi.

Spesifikasi ini tentu saja memberikan pengalaman yang “cukup”, mungkin dengan detail yang dikurangi dan frame rate yang tidak selalu mulus. Namun, kehadiran opsi ini sangat penting. Ia memastikan bahwa pemain yang belum melakukan upgrade dalam beberapa tahun terakhir tetap bisa ikut serta dalam perjalanan Sam Porter Bridges yang baru. Ini adalah keputusan inklusif yang mengingatkan kita pada pentingnya aksesibilitas dalam gaming. Bagi yang penasaran dengan perbandingan, Anda bisa melihat spesifikasi minimum PC untuk game Death Stranding pertama sebagai referensi evolusi kebutuhan hardware.

Debut Teknologi Pico: Upscaler Buatan Guerilla Games

Salah satu kejutan terbesar dari rilis PC Death Stranding 2 adalah debut teknologi upscaling baru bernama Pico. Teknologi ini bukan berasal dari NVIDIA (DLSS) atau AMD (FSR), melainkan dikembangkan secara internal oleh Guerilla Games, studio di balik seri Horizon yang juga menggunakan engine Decima yang sama. Pico telah digunakan sebelumnya dalam versi PlayStation 5 untuk Death Stranding 2, dan kini hadir sebagai pilihan tambahan bagi para pemain PC.

Kehadiran Pico menambah keragaman opsi upscaling di pasar PC, yang selama ini didominasi oleh solusi dari vendor besar. Meski belum diketahui seberapa efektif performanya dibandingkan DLSS atau FSR, keberadaannya menunjukkan komitmen Sony dan partner studionya untuk berinovasi di bidang teknologi grafis. Bagi penggemar setia karya Kojima, ini adalah kesempatan untuk merasakan teknologi yang sama persis seperti yang dioptimalkan untuk pengalaman konsol, namun dengan fleksibilitas dan potensi performa lebih tinggi dari PC.

Dukungan Ultrawide: Immersi yang Lebih Luas

Fitur lain yang patut disorot adalah dukungan native untuk tampilan ultrawide. Death Stranding 2 akan memungkinkan Anda menikmati cutscene dalam aspect ratio 21:9, sementara gameplay bisa diperlebar hingga 32:9. Yang menarik, opsi ini tidak hanya eksklusif untuk PC, tetapi juga akan tersedia untuk versi PlayStation 5. Bahkan lebih menarik lagi, Anda tidak memerlukan monitor ultrawide fisik untuk mengaktifkan mode ini. Fitur ini kemungkinan akan “memotong” bagian atas dan bawah dari tampilan standar 16:9 untuk menciptakan ilusi layar lebar, memberikan nuansa sinematik yang lebih kuat.

Dukungan ini adalah angin segar bagi para pemain yang mengutamakan immersi. Melintasi landscape luas dan sunyi di Death Stranding dengan bidang pandang yang lebih lebar tentu akan meningkatkan rasa keterasingan sekaligus keagungan dunia game tersebut. Ini adalah sentuhan yang menunjukkan perhatian terhadap detail dan pengalaman pengguna, mengubah permainan dari sekadar hiburan menjadi sebuah perjalanan visual. Bicara soal visual memukau, jika Anda mencari referensi, simak daftar game grafik terbaik PC yang sudah dirilis.

Apa Arti Semua Ini bagi Industri PC Gaming?

Rilis spesifikasi dan fitur untuk Death Stranding 2 di PC ini membawa beberapa sinyal positif. Pertama, optimasi yang baik masih mungkin dilakukan bahkan untuk game AAA dengan ambisi visual tinggi. Kedua, developer semakin memperhatikan segmentasi pasar dengan menyediakan opsi yang luas, dari pemain dengan rig sederhana hingga para enthusiast dengan setup high-end. Ketiga, kolaborasi antar studio dalam ekosistem Sony (seperti antara Kojima Productions dan Guerilla Games) melahirkan teknologi proprietary seperti Pico, yang memperkaya lanskap teknologi PC.

Keputusan untuk membawa fitur seperti mode ultrawide ke konsol juga menarik. Ini mengaburkan batas antara platform dan berfokus pada pengalaman artistik yang diinginkan oleh kreator, terlepas dari perangkat yang digunakan. Hideo Kojima sendiri dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai medium film, sehingga tidak mengherankan jika fitur-fitur yang meningkatkan nuansa sinematik menjadi prioritas. Gaya artistiknya yang khas bahkan telah menginspirasi kolaborasi eksklusif dengan ASUS ROG dalam produk hardware gaming.

Dengan waktu kurang dari sebulan menuju rilis, antisipasi para pemain PC tentu semakin memuncak. Ketersediaan spesifikasi yang jelas memungkinkan mereka untuk mempersiapkan diri, baik dengan meng-upgrade komponen tertentu atau sekadar berbesar hati karena rig lama mereka masih mampu bertahan. Death Stranding 2: On the Beach di PC tidak hanya sekadar port, tetapi sebuah versi yang diperkaya dengan teknologi baru dan pilihan kustomisasi yang lebih luas. Ia menjanjikan sebuah pantai yang tidak hanya luas secara naratif, tetapi juga dalam cara Anda melihat dan merasakannya.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI