Printer Lama Terancam? Windows 11 Setop Dukungan Driver Lawas!

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Pernahkah Anda merasa frustrasi saat ingin mencetak dokumen penting, namun printer mendadak “mogok” atau komputer gagal mengenali perangkat hanya karena masalah driver yang usang? Mimpi buruk teknis ini mungkin akan segera berakhir, atau justru menjadi awal kebingungan baru bagi sebagian pengguna yang belum siap beradaptasi. Microsoft baru saja mengambil langkah tegas yang akan mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat pencetak di ekosistem Windows secara permanen.

Dalam upaya memodernisasi sistem operasi andalannya, Windows 11 dikonfirmasi akan mengakhiri dukungan untuk driver printer legacy. Langkah ini bukan sekadar pembaruan rutin, melainkan perombakan fundamental pada arsitektur pencetakan Windows yang telah digunakan selama beberapa dekade. Tujuannya sangat jelas: menciptakan lingkungan komputasi yang lebih aman, mengurangi bloatware, dan meningkatkan reliabilitas sistem secara keseluruhan.

Namun, keputusan ini memicu pertanyaan besar di kalangan pengguna rumahan maupun korporasi: Apakah printer setia yang sudah menemani Anda bertahun-tahun akan mendadak menjadi barang rongsokan? Sebelum Anda panik dan membuang perangkat keras Anda, mari kita bedah secara mendalam apa sebenarnya yang terjadi di balik layar Redmond dan bagaimana kebijakan “End of Servicing” ini berdampak pada aktivitas harian Anda.

Akhir Era Driver V3 dan V4

Perubahan besar ini berpusat pada cara Windows menangani instalasi driver. Selama bertahun-tahun, produsen printer seperti HP, Canon, Epson, dan lainnya merilis driver khusus (tipe v3 dan v4) yang sering kali datang dengan paket instalasi besar. Microsoft kini memutuskan untuk menghentikan distribusi driver-driver spesifik produsen ini melalui Windows Update. Kebijakan ini mirip dengan saat Dukungan Windows versi lawas dihentikan oleh pengembang aplikasi lain demi efisiensi.

Sebagai gantinya, Microsoft mendorong penggunaan Microsoft IPP Class Driver dan perangkat cetak yang kompatibel dengan standar Mopria. Sederhananya, Windows ingin printer bekerja layaknya perangkat USB modern lainnya: colok dan pakai (plug and play), tanpa perlu mengunduh installer berukuran ratusan megabyte yang sering kali memperlambat kinerja PC. Ini adalah transisi dari model berbasis driver spesifik menuju model berbasis standar universal.

Langkah ini sebenarnya sudah direncanakan cukup lama, namun pelaksanaannya di Windows 11 kini semakin agresif. Microsoft tidak lagi ingin Windows Update menjadi “gudang” bagi ribuan driver printer yang berbeda-beda versi dan kualitasnya. Dengan menstandarisasi protokol, Microsoft berharap dapat mengurangi insiden Blue Screen of Death (BSOD) yang kerap dipicu oleh konflik driver pihak ketiga.

Some Windows 11 users cannot update the Microsoft Defender

Keamanan Jadi Prioritas Utama

Alasan utama di balik kebijakan drastis ini adalah keamanan. Driver printer legacy telah lama menjadi celah keamanan yang dieksploitasi oleh peretas. Masih ingat dengan kerentanan “PrintNightmare” yang sempat menghebohkan dunia keamanan siber beberapa waktu lalu? Insiden tersebut membuka mata banyak pihak bahwa arsitektur pencetakan Windows yang lama memiliki fondasi yang rapuh.

Dengan beralih ke IPP (Internet Printing Protocol), komunikasi antara PC dan printer menjadi lebih aman dan terstandarisasi. Microsoft tidak perlu lagi memvalidasi kode driver dari ratusan produsen yang berbeda, yang mana proses tersebut sering kali meloloskan bug atau celah keamanan. Bagi pengguna yang peduli pada privasi data, ini adalah kabar baik. Namun, bagi mereka yang terbiasa dengan sistem lama, ini mungkin terasa membatasi.

Banyak pengguna yang mulai merasa bahwa ekosistem Windows semakin tertutup dan memaksa, sebuah sentimen yang juga menjadi alasan mengapa sebagian gamer mulai Pindah ke Linux. Kendati demikian, dalam konteks keamanan korporasi dan perlindungan data pribadi, langkah Microsoft ini dinilai sebagai evolusi yang wajib dilakukan, meskipun pahit.

Dampak Langsung Bagi Pengguna

Apa yang akan terjadi pada printer Anda setelah kebijakan ini berlaku penuh? Kabar baiknya, printer Anda tidak akan langsung berhenti berfungsi. Jika Anda sudah menginstal driver produsen, driver tersebut akan tetap bekerja. Namun, jika Anda membeli printer baru atau menginstal ulang Windows, sistem tidak akan lagi secara otomatis mencari driver spesifik produsen di Windows Update.

Sebaliknya, Windows akan menginstal driver kelas IPP bawaan. Driver ini memungkinkan fungsi dasar pencetakan berjalan lancar. Namun, fitur-fitur “mewah” yang biasanya ada di software bawaan pabrik—seperti pemantauan level tinta yang detail, fitur pembersihan head khusus, atau pengaturan warna yang kompleks—mungkin tidak lagi terintegrasi langsung di menu pengaturan Windows standar. Pengguna harus mengunduh aplikasi pendukung dari Microsoft Store atau situs produsen secara manual jika menginginkan fitur tersebut.

Situasi ini mungkin mengingatkan kita pada masalah kompatibilitas perangkat keras lainnya, seperti saat pengguna mengalami Masalah Trackpad yang tidak responsif karena ketidakcocokan driver. Transisi ini menuntut pengguna untuk lebih mandiri dalam mengelola perangkat keras mereka.

Nasib Produsen Printer

Bagi produsen printer seperti HP, Canon, dan Brother, ini adalah sinyal untuk berubah. Mereka tidak bisa lagi mengandalkan Windows Update sebagai sarana utama mendistribusikan bloatware atau software tambahan mereka. Mereka harus menyediakan aplikasi “Print Support Apps” (PSA) di Microsoft Store. Aplikasi ini akan berjalan beriringan dengan driver standar IPP untuk menyediakan fungsionalitas tambahan tanpa harus mengotak-atik kernel sistem operasi.

Perubahan ini sebenarnya menyederhanakan proses pengembangan bagi produsen. Mereka tidak perlu lagi membuat driver berbeda untuk setiap versi Windows. Cukup fokus pada standar Mopria dan aplikasi pendukung. Namun, di sisi lain, ini mengurangi kontrol produsen terhadap pengalaman pengguna (user experience) saat pertama kali menghubungkan printer.

Microsoft now let’s Windows 11 handhelds check cloud-save status

Persiapan Menghadapi Perubahan

Transisi ini tidak terjadi dalam semalam. Microsoft memberlakukan kebijakan ini secara bertahap selama beberapa tahun ke depan (dengan target penyelesaian penuh di sekitar tahun 2026-2027). Namun, sebagai pengguna cerdas, ada beberapa hal yang bisa Anda persiapkan:

  • Cek Kompatibilitas: Pastikan printer Anda mendukung fitur Mopria atau IPP. Hampir semua printer jaringan (Wi-Fi/LAN) yang dirilis dalam 5-7 tahun terakhir sudah mendukung standar ini.
  • Jangan Hapus Driver Lama: Jika printer tua Anda masih bekerja dengan baik menggunakan driver lama, pertahankan. Jangan terburu-buru melakukan update jika tidak diperlukan.
  • Manfaatkan Aplikasi Produsen: Mulailah membiasakan diri menggunakan aplikasi resmi produsen dari Microsoft Store untuk melakukan scanning atau maintenance, alih-alih bergantung pada menu Devices and Printers klasik.

Meskipun terdengar teknis dan merepotkan, perubahan ini sejatinya membawa angin segar bagi ekosistem PC. Bayangkan sebuah dunia di mana Anda bisa mencetak dari laptop merek apa pun ke printer merek apa pun tanpa harus mencari CD driver atau mengunduh file instalasi. Konsep interoperabilitas ini mirip dengan visi Emulasi PC di platform lain yang semakin cair dan fleksibel.

Pada akhirnya, keputusan Microsoft untuk mengakhiri dukungan driver legacy adalah pil pahit yang harus ditelan demi kesehatan jangka panjang ekosistem Windows. Printer Anda masih aman, namun cara Anda berinteraksi dengannya akan menjadi lebih modern, terstandarisasi, dan yang terpenting, lebih aman dari serangan siber. Jadi, tidak perlu terburu-buru memensiunkan printer lama Anda, cukup bersiaplah untuk sedikit perubahan kebiasaan di masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI