TikTok Tantang ReelShort, Rilis Aplikasi PineDrama untuk Microdrama

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – TikTok tampaknya belum puas hanya merajai pasar video pendek berdurasi hitungan detik. Raksasa media sosial ini secara resmi meluncurkan aplikasi mandiri bernama PineDrama di Amerika Serikat dan Brasil. Langkah strategis ini menempatkan TikTok dalam posisi head-to-head melawan pemain lama di industri microdrama seperti ReelShort dan DramaBox.

Peluncuran ini menandai evolusi konten fiksi di platform milik ByteDance tersebut. Jika sebelumnya pengguna hanya menikmati potongan klip acak, PineDrama menawarkan serial fiksi berdurasi singkat—sekitar satu menit per episode—yang dikemas secara profesional namun tetap mempertahankan format vertikal yang adiktif.

Ekspansi Agresif ke Ranah Fiksi Singkat

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Tech Crunch, aplikasi PineDrama kini sudah tersedia untuk diunduh melalui perangkat iOS dan Android di kedua negara tersebut. Menariknya, untuk saat ini TikTok membiarkan aplikasi ini dapat diakses secara gratis dan bersih dari iklan. Namun, menilik pola bisnis platform digital, model monetisasi ini berpotensi berubah seiring bertumbuhnya basis pengguna.

Secara antarmuka, PineDrama dirancang untuk mempermudah penemuan konten. Melalui tab “Discover”, pengguna disuguhkan kurasi drama dalam kategori “All” dan “Trending”. Algoritma khas TikTok pun disematkan untuk memberikan rekomendasi konten yang dipersonalisasi sesuai minat penonton.

Genre yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari thriller yang menegangkan, romansa klise yang digemari banyak orang, hingga drama keluarga. Beberapa judul yang diklaim telah mencuri perhatian antara lain “Love at First Bite” dan “The Officer Fell for Me”. Sebelumnya, TikTok juga pernah berupaya mendorong konten naratif melalui Serial Drama di aplikasi utamanya, namun PineDrama membawa pengalaman ini ke level aplikasi terpisah.

Fitur pendukung pengalaman pengguna (UX) juga diperhatikan dengan cukup detail. Aplikasi ini menyertakan fitur “Watch history” bagi mereka yang ingin melanjutkan tontonan, serta “Favorites” untuk menyimpan judul pilihan. Demi pengalaman menonton yang lebih imersif, tersedia mode layar penuh yang menghilangkan berbagai keterangan teks dan panel samping yang biasanya memenuhi layar TikTok reguler, meski interaksi melalui kolom komentar tetap dipertahankan.

Potensi Pasar 26 Miliar Dolar dan Bayang-bayang Quibi

Langkah TikTok memisahkan konten drama ke aplikasi PineDrama bukanlah keputusan impulsif. Akhir tahun lalu, mereka telah menguji pasar dengan fitur “TikTok Minis” di aplikasi utamanya. Kini, dengan aplikasi terpisah, mereka secara terbuka menantang dominasi ReelShort dan DramaBox yang telah lebih dulu memonetisasi format cerita pendek ini.

Data pasar menunjukkan alasan kuat di balik manuver ini. Laporan dari Variety memproyeksikan bahwa sektor industri microdrama dapat menghasilkan pendapatan hingga 26 miliar dolar AS per tahun pada 2030. Angka ini tentu terlalu menggiurkan untuk dilewatkan oleh perusahaan sekelas ByteDance, yang juga terus berinovasi di sektor lain seperti Film Masa Depan berbasis teknologi.

Namun, sejarah mencatat bahwa format video pendek premium tidak selalu berhasil. Pada tahun 2020, Jeffrey Katzenberg, pendiri DreamWorks dan mantan eksekutif Disney, pernah meluncurkan Quibi. Dengan pendanaan fantastis sebesar 1,75 miliar dolar AS dan dukungan aktor Hollywood, Quibi menyajikan episode di bawah 10 menit.

Sayangnya, Quibi gagal total dan tutup hanya enam bulan setelah rilis. Kegagalan Quibi sering dikaitkan dengan pendekatan mereka yang mencoba memadatkan tayangan ala televisi Hollywood ke layar kecil. Sebaliknya, platform seperti ReelShort, DramaBox, dan kini PineDrama, mengambil pendekatan berbeda yang lebih relevan dengan perilaku pengguna ponsel: alur cerita super cepat, konflik yang muncul sejak detik pertama, dan cliffhanger yang terus-menerus di setiap akhir episode satu menit.

Model penceritaan cepat ini juga mulai diadopsi oleh berbagai pihak di Indonesia, terlihat dari maraknya Lomba Video pendek yang menuntut kreativitas tinggi dalam durasi terbatas. Apakah PineDrama akan sukses menggeser para kompetitornya atau hanya menjadi pelengkap ekosistem TikTok, pasar Amerika dan Brasil akan menjadi juri pertamanya.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI