Bos Motorola: Apple Banyak Keruk Duit Pelanggan

Jony Ive AppleJAKARTA – Begawan desain Apple, Jony Ive beberapa waktu lalu melontarkan sindiran pada vendor ponsel yang  mempunyai layanan memungkinkan pengguna mengkustomisasi desain ponsel dengan pilihan warna dan back cover yang diinginkan. Meki tidak menyebut brand, namun sindiran itu merujuk pada layanan yang dimiliki Motorola, yakni Moto Maker.

Saat itu kepada The New Yorker, Ive mengatakan bahwa layanan yang membolehkan pengguna untuk mendesain ponselnya sendiri itu seperti ingin melepaskan tanggung jawab desain ponsel kepada pengguna.

“Mereka mempersilahkan pembeli membuat ponsel sesukanya. Mereka bisa memilih warna yang disukai. Cara seperti itu seperti melepaskan tanggung jawab sebagai seorang desainer kepada pengguna,” sindir Ive kepada The New Yorker beberapa waktu lalu.

Meski tidak menyebut secara langsung nama vendor yang dimaksud, tapi ternyata sindiran Ive tadi langsung membuat  merah kuping Presiden Motorola, Rick Osterloh. Tak perlu heran, karena memang Motorola memiliki layanan seperti yang dimaksud dengan nama Moto Maker.

Tak terima dengan sindirian Ive, bos Motorola itu membeberkan filosofi perusahaan yang dipimpinnya. Menurut Osterloh, Motorola menganut filosofi yang berbeda dengan Apple, dimana para pelanggan bisa dilibatkan secara langsung dalam proses merancang produk.

Tak cukup menjelaskan filosofi perusahaannya, Osterloh juga menyindir balik Ive dengan mengatakan bahwa Apple terlalu mahal dalam mematok harga untuk produk ponsel andalan mereka, iPhone.

“Kita bisa melihat sebuah dikotomi yang sangat nyata di pasar, dimana Anda bisa melihat perusahaan seperti Apple yang mencetak keuntungan sangat besar karena mematok harga gila-gilaan pada produk-produk mereka,” ketus Osterloh, seperti dikutip telsetNews dari BBC, Jumat (20/2/2015).

Menurutnya, pendekatan seperti itu kurang menjanjikan. Oleh sebab itu Motorola lebih memilih untuk menghadirkan produk alternatif yang bagus dengan kualitas yang setara, tapi dengan harga yang terjangkau.

“Kegagalan terbesar industri ponsel juga merupakan peluang terbesar di industri tersebut, yaitu menciptakan perangkat yang bagus, tapi tetap terjangkau bagi pelanggan yang tidak ingin mengeluarkan uang terlalu banyak,” sindir Osterloh lagi. [HBS]

 

SourceBBC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Jack Ma Jual Saham Alibaba Senilai Rp 118 Triliun

Telset.id, Jakarta  - Setelah menyatakan pensiun pada akhir tahun lalu, Jack Ma jual saham Alibaba senilai USD 8,2 miliar...

IndiHome Paket Gamers Jamin Main Game Online Tanpa Lag

Telset.id, Jakarta - Telkom baru saja menghadirkan paket internet khusus gamers, yakni IndiHome Paket Gamers. Paket IndiHome ini dinilai sangat...

Duh! Teori Konspirasi Sebut Kawat di Masker Antena 5G

Telset.id, Jakarta  - Kisah teraneh tahun ini adalah menghubungkan 5G dan virus corona. Meski sudah dibantah oleh banyak pihak,...

Telkomsel Klaim Data Pelanggan Tetap Aman

Telset.id, Jakarta – Telkomsel menjadi sorotan pasca hebohnya kasus kebocoran data Denny Siregar. Meredam isu tak sedap itu, operator...

Google akan Investasi Senilai Rp 145 Triliun di India

Telset.id, Jakarta  - Google akan menggelontorkan USD 10 miliar atau sekitar Rp 145 triliun untuk berinvestasi di India selama...
- Advertisement -