Konsumen Percaya 5G Bisa Bantu Hadapi Covid-19

Jaringan 5G Covid-19
President of Ericsson Indonesia, Jerry Soper (Naufal/Telset.id)

Telset.id, Jakarta – Riset dari Ericsson melaporkan jika 44% konsumen dunia percaya jika jaringan 5G mampu membantu mereka dalam menghadapi Covid-19. Jaringan 5G dipercaya dapat membantu dalam aspek sosial, pendidikan dan kesehatan.

President of Ericsson Indonesia, Jerry Soper melaporkan hasil riset Ericsson yang terangkum dalam “Ericsson Mobility Report.” Dilaporkan jika 44% konsumen percaya jika jaringan 5G dapat membantu dan memberikan manfaat bagi mereka selama Covid-19.

“Konsumen percaya bahwa masyarakat akan mendapat manfaat besar dari 5G,” kata Jerry melalui diskusi virtual pada Selasa (23/06/2020).

Riset tersebut juga menjelaskan beberapa alasan mengapa konsumen percaya jika jaringan 5G mampu membantu saat menghadapi Covid-19. Pertama aspek sosial dimana jaringan tersebut meningkatkan kualitas layanan pertemuan virtual.

{Baca juga: Lagi, Menara BTS Dibakar oleh Kelompok Teori Konspirasi 5G}

“Sekitar 49% konsumen percaya jika jaringan 5G dapat memberikan pengalaman yang lebih baik untuk melakukan pertemuan virtual,” tutur Jerry.

Kedua adalah aspek pendidikan dimana jaringan 5G dapat mendorong metode pembelajaran online melalui teknologi Virtual Reality atau Augmented Reality (VR/AR). Jaringan 5G dan VR/AR membuat pengalaman belajar siswa terasa seperti di dalam kelas.

“Ada 38% konsumen yang percaya jika teknologi VR/AR yang didukung 5G memungkinkan anak-anak memiliki akses ke pendidikan yang lebih mendalam,” tambah Jerry.

Terakhir dari segi kesehatan. Sekitar 40% konsumen percaya jika jaringan 5G dapat membantu dokter untuk melakukan penanganan medis dari jarak jauh serta 38% percaya jika jaringan 5G dapat menciptakan robot-robot membantu tenaga medis menangani  pasien Covid-19.

“Robot dapat membantu dan mengurangi pertemuan antara tenaga medis dengan pasien yang menular,” tutup Jerry.

{Baca juga: Dianggap Berbahaya, Twitter Hapus Cuitan “Teori Konspirasi 5G”}

Riset dilakukan pada pertengahan April 2020 dengan responden para pengguna smartphone dari umur 15 hingga 69 tahun di Brazil, China Jerman, Prancis, India, Italia, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat. [NM/HBS]

9 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here