Baterai Mobil Listrik Ini Bisa Tempuh Jarak 2 Juta Km

baterai mobil listrik

Telset.id, Jakarta  РPerusahaan bernama Contemporary Amperex Technology mengklaim telah mengembangkan sel baterai mobil listrik baru untuk EV yang mampu bertahan hingga jarak tempuh 1,24 juta mil atau dua jutaan kilometer.

Bagi mobil listrik, baterai memang bak jantung. Baterai di mobil elektrik dua kali lipat lebih penting dibanding yang ada di mobil berbahan bakar minyak. Namun, seberapa kuat baterai yang kini banyak dipakai di mobil elektrik?

{Baca juga: Body Mobil Bisa Gantikan Baterai Mobil Listrik}

Sepertinya, baterai mobil listrik yang sekarang tersedia hanya sanggup dipakai hingga jarak maksimal ratusan kilometer. Akan tetapi, tidak demikian dengan baterai EV buatan perusahaan Contemporary Amperex Technology.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Selasa (9/6/2020), baterai EV buatan  Contemporary Amperex Technology diklaim sanggup dipakai di mobil elektrik untuk menempuh jarak hingga dua juta kilometer.

Kalau disimulasikan dalam hitungan waktu, durasi baterai itu bisa dipakai untuk mengemudi selama 16 tahun. Atau, dalam bahasa lain, baterai EV buatan Contemporary Amperex Technology bisa dipakai seumur mobil.

Saat ini, rata-rata baterai EV baik bisa dipakai untuk menempuh jarak sekitar 200 ribu mil atau 320 ribu kilometer. Karenanya, baterai EV baru buatan Contemporary Amperex Technology bertahan enam kali lebih lama.

Sayang, Contemporary Amperex Technology tida mengungkap teknologi dan bahan apa yang dipakai sehingga baterai EV baru mampu bertahan sampai jarak tempuh dua juta kilometer. Yang jelas, Tesla tertarik menggunakannya.

{Baca juga: Teknologi Baterai Baru Hidupkan Mobil Listrik Dalam 10 Menit}

CEO Tesla, Elon Musk, kabarnya sudah mengunjungi kantor Contemporary Amperex Technology di China. Informasi menyebut, ia menegaskan bahwa Telsa akan menggunakan baterai tersebut di Tesla Model 3 masa depan.

Sebelumnya, peneliti di Universitas Teknologi Chalmers, Swedia telah berusaha untuk mengubah serat karbon menjadi elektroda baterai.

Jika percobaan ini berhasil, maka di masa depan kita akan bisa melihat mobil listrik bisa menyimpan energi di body mobil.

Penggunaan body mobil sebagai pengganti baterai diharapkan bisa menggantikan baterai tradisional yang memberatkan mobil.

Selain itu penggunaan body mobil sebagai baterai dapat membuat harga mobil listrik lebih murah dan aman karena baterai tradisional menimbulkan beberapa risiko potensial seperti ledakan baterai. [SN/HBS]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here