Populer Gegara Corona, Plague Inc Sumbang Rp 3 Miliar ke WHO

Telset.id, Jakarta – Masih ingat dengan game Plague Inc yang tersedia untuk smartphone Android dan iOS? Plague Inc menjadi begitu populer saat wabah virus Corona atau Covid-19 merebak di dunia.

Baru-baru ini, developer Plague Inc berkomitmen untuk membantu memerangi pandemi virus Corona atau Covid-19 di dunia dengan menyumbangkan dana sebesar USD 250.000 atau setara Rp 3 miliar.

Plague Inc merupakan game yang tersedia di Android dan iOS. Game ini mengajak pemain untuk membuat virus dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Gameplay yang disajikannya hampir mirip dengan wabah virus Corona yang saat ini menyebar ke seluruh dunia.

“Delapan tahun yang lalu, saya tidak pernah membayangkan dunia nyata akan menyerupai permainan Plague Inc atau bahwa akan ada begitu banyak orang yang memainkan Plague Inc untuk membantu mereka melewati pandemi yang sebenarnya,” ujar James Vaughan, pencipta game tersebut.

{Baca Juga: Game Plague Inc Hilang dari App Store, Gegara Virus Corona?}

Sebagaimana dikutip Telset.id dari Medical Daily, Kamis (26/03/2020), Ndemic Creations yang merupakan perusahaan dibalik game ini akan menyumbangkan dana tadi ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

”Kami bangga dapat membantu mendukung pekerjaan WHO karena mereka berupaya mencari vaksin untuk COVID 19,” sambung Vaughan.

Tidak sampai di situ saja, developer juga akan menampilkan promosi dalam Plague Inc yang akan mengajak pemain untuk menyumbangkan dana guna melawan wabah Covid-19 di seluruh dunia.

Jika sebelumnya pemain diharuskan menyebarkan virus yang mereka buat, game juga menghadirkan mode permainan baru yang mengharuskan pemain untuk menghentikan wabah.

{Baca juga: Cara Gampang Pindahkan Game Steam ke PC Lain}

Sebelumnya, pemerintah China memaksa Plague Inc ditarik dari App Store milik Apple. Penyebabnya, game ini dianggap punya konten ilegal oleh pemerintah China.

“Situasi ini benar-benar di luar kendali kami,” kata pengembang dan penerbit Ndemic Creations, yang berusaha menghubungi Administrasi Cyberspace China untuk bekerja sama demi mendapatkan keputusan akhir yang tidak merugikan mereka.

Dilansir dari New York Post, Ndemic Creations mengaku tidak jelas apakah keputusan pengawas cyberspace terhadap game mereka berkaitan dengan wabah virus Corona, yang dimulai di kota Wuhan pada Desember 2019.

“Kami memiliki rasa hormat yang sangat besar kepada para pemain di China. Kami minta maaf karena mereka tidak lagi dapat mengakses dan bermain Plague Inc,” tambah Ndemic, menurut laporan AFP.

{Baca juga: Facebook Sikat Habis Iklan Obat dan Masker Virus Corona}

Plague Inc, yang dirilis pada 2012, memiliki lebih dari 130 juta pemain. Sayang, menyoal hal ini, regulator China dan Apple tidak menanggapi permintaan dari Reuters dan AFP untuk memberikan komentar.

Ndemic Creations mengatakan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat sebenarnya telah mengakui permainan tersebut merupakan sarana simulasi alat pendidikan bagi para pemain. (HR/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

5 Tips Biar Koneksi Internet Stabil Selama Video Conference

Telset.id - Selama work from home atau WFH, masalah yang biasanya terjadi adalah internet lambat alias lemot saat digunakan untuk...

Zoom Akui Salah, Panggilan Video Call Dialihkan ke China

Telset.id, Jakarta – Isu tak sedap masih terus menerpa Zoom. Kali ini, aplikasi video conference itu dihantam isu yang...

Ribuan Video Rapat Online Pengguna Zoom Bocor di Internet

Telset.id, Jakarta - Isu privasi pengguna Zoom seolah tak kunjung selesai. Dilaporkan, ribuan rekaman video rapat online milik pengguna...

Apple Produksi 20 Juta Pelindung Wajah untuk Tenaga Medis

Telset.id, Jakarta - Apple menjadi satu dari beberapa perusahaan teknologi yang turut produksi alat pelindung diri atau APD untuk...

Spotify Jadi Streaming Musik Terbesar, Kalahkan Apple Music dkk

Telset.id, Jakarta - Lembaga riset Counterpoint merilis laporan terkait layanan streaming musik berbayar di tahun 2019. Dalam laporan Counterpoint, Spotify...
- Advertisement -