Cardiogram di Apple Watch Bisa Cek Respons Tubuh Terhadap Flu

Telset.id, Jakarta – Pengguna Apple Watch mungkin bisa sedikit lega. Pasalnya, ada kemungkinan bahwa Anda bisa memanfaatkan aplikasi Cardiogram di Apple Watch untuk mendeteksi virus Corona. Tapi apa benar?

Diungkapkan Johnson Hsieh, seorang pendiri Cardiogram, fitur Sleeping BPM di Cardiogram dapat membantu pengguna menjadi lebih sadar tentang bagaimana tubuh merespons gejala-gejala influenza atau penyakit lain, termasuk Covid-19.

{Baca juga: Viral! Konspirasi Sup Panas Tangkal Virus Corona}

Seperti dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Jumat (20/3/2020), ketika seseorang sedang sakit, detak jantung akan terlihat berbeda dibanding ketika sehat. Menurut Hsieh, perubahan dalam detak jantung seseorang lebih penting selama tidur.

Normalnya, saat sedang tidur, detak jantung terpantau rendah. Apabila ternyata terjadi lonjakan atau detak jantung menjadi lebih cepat, bisa berarti ada sesuatu yang salah. Dalam kondisi seperti itu, Anda harus segera pergi ke rumah sakit.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, aplikasi Cardiogram tidak akan mendiagnosis apakah Anda memiliki virus corona  atau tidak. Aplikasi tersebut hanya akan memberi tahu jika ada sesuatu yang salah dan memungkinkan Anda memantau kesehatan.

“Kami menyediakan alat tambahan bagi pengguna untuk menjadi lebih sadar tentang bagaimana gejala seperti flu dapat memengaruhi tubuh melalui pola detak jantung,” demikian menurut Hsieh tentang kegunaan aplikasi Cardiogram.

Jika tertarik untuk memeriksa aplikasi Cardiogram, Anda dapat mengunduhnya secara gratis melalui App Store. Sleeping BPM juga akan menjadi peningkatan gratis. Namun, aplikasi Cardiogram juga menawarkan langganan seharga USD 25 per tahun.

{Baca juga: Ternyata Begini Cara Virus Corona Infeksi Sel Pernapasan Manusia}

Mengenai bagaimana virus Corona menginfeksi manusia sendiri hingga saat ini masih belum sepenuhnya jelas. Para ilmuwan di Westlake University di Hangzhou dan University of Texas di Austin mengungkap bahwa virus Corona harus dapat masuk ke sel manusia secara individu terlebih dahulu untuk menginfeksi inang manusia.

Para peneliti menggunakan mesin-mesin sel untuk menghasilkan salinan virus. Menurut laporan New York Post, virus kemudian tumpah dan menyebar ke sel-sel baru. [SN/IF]

SourceUbergizmo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

5 Tips Biar Koneksi Internet Stabil Selama Video Conference

Telset.id - Selama work from home atau WFH, masalah yang biasanya terjadi adalah internet lambat alias lemot saat digunakan untuk...

Zoom Akui Salah, Panggilan Video Call Dialihkan ke China

Telset.id, Jakarta – Isu tak sedap masih terus menerpa Zoom. Kali ini, aplikasi video conference itu dihantam isu yang...

Ribuan Video Rapat Online Pengguna Zoom Bocor di Internet

Telset.id, Jakarta - Isu privasi pengguna Zoom seolah tak kunjung selesai. Dilaporkan, ribuan rekaman video rapat online milik pengguna...

Apple Produksi 20 Juta Pelindung Wajah untuk Tenaga Medis

Telset.id, Jakarta - Apple menjadi satu dari beberapa perusahaan teknologi yang turut produksi alat pelindung diri atau APD untuk...

Spotify Jadi Streaming Musik Terbesar, Kalahkan Apple Music dkk

Telset.id, Jakarta - Lembaga riset Counterpoint merilis laporan terkait layanan streaming musik berbayar di tahun 2019. Dalam laporan Counterpoint, Spotify...
- Advertisement -