Kasus Pembobolan Rekening Ilham Bintang Ulah Mafia Internasional?

Telset.id, Jakarta – Kasus pembobolan rekening Ilham Bintang menimbulkan banyak spekulasi. Muncul dugaan jika kasus ini terjadi akibat ulah mafia internasional yang melakukan kejahatan secara terstruktur.

Menurut analisa Executive Director ICT Institute Heru Sutadi, pelaku pembobolan rekening sepertinya berhasil mendapatkan data terkait nomor kartu ATM dan tanggal lahir pengguna. Heru menduga jika informasi tersebut didapatkan karena keamanan data yang lemah.

“Jika kemudian bisa dibobol, maka ada kebocoran data pengguna layanan perbankan, yang bisa terjadi di sisi bank itu sendiri, maupun data yang tersebar misal pernah ada yang minta ATM atau kredit card untuk pengurusan kartu kredit lain, atau metode lainnya,” kata Heru kepada Telset.id, Selasa (21/01/2020).

{Baca juga: Ponsel Ilham Bintang Dibajak, Rekening Ludes Dibobol}

Setelah pelaku mengetahui data perbankan Ilham Bintang, maka langkah berikutnya menurut Heru adalah pelaku akan meminta agar dikirimkan One Time Password (OTP) ke nomor ponsel korban kepada pihak Bank. Demi mendapatkan nomor OTP maka pelaku diduga melakukan pergantian SIM Card milik wartawan senior tersebut.

“Pelaku sudah tahu nomor ponsel kita atas nama siapa. Sehingga akan mengurus SIM card baru yang digunakan untuk menangkap OTP yang dikirimkan perbankan ke ponsel,” tambah Heru.

Memang penggantian SIM card menjadi faktor yang terpisah, namun Heru menilai jika momen tersebut menjadi faktor yang menyebabkan rekening bank untuk mobile banking dan bahkan mobile payment bisa dibobol.

Terakhir Heru menduga jika pelaku dapat tidak bekerja sendiri. Menurut mantan anggota BRTI tersebut ada dugaan bahwa kasus yang menimpa Ilham Bintang melibatkan jaringan mafia internasional.

“Bahkan, karena melibatkan bank asing, bisa jadi ini merupakan mafia, yang patut diduga bukan saja mafia dalam negeri, tapi sudah melibatkan mafia internasional,” tutupnya.

Seperti diketahui, wartawan senior Ilham Bintang menjadi korban kejahatan. Melalui akun Facebook, Ilham mengaku jika rekening dan nomor ponselnya dibajak sehingga uangnya yang berada di rekening raib dibobol.

{Baca juga: Nomor Ponsel Ilham Bintang Dibajak, Begini Tanggapan Indosat}

Dilansir Telset.id dari laman Facebook Ilham Bintang pada Senin (20/01/2020), kasus ini bermula pada Jumat (03/01/2020). Pada pukul 21.02 WIB seseorang datang ke Gerai Indosat Ooredoo di Bintaro Jaya XChange dan mengaku sebagai Ilham Bintang.

“Dia — entah siapa — mengaku Ilham Bintang, minta ganti simcard, nomer: 0816806656. Permintaan itu dipenuhi,” tulis Ilham.

Selanjutnya pada Sabtu (04/01/2020) di Bandara Sydney pada pukul 06.00 waktu setempat layar ponsel milik Ilham Bintang muncul tulisan “SOS”.

Tulisan ini cukup aneh karena Ilham telah 5 hari di Sydney dan sudah membeli paket Roaming sejak tanggal 30 Desember 2019. Setelah itu kejadian pembobolan terjadi [NM/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kominfo Pantau Hoaks RUU Cipta Kerja di Media Sosial

Telset.id, Jakarta - Menkominfo Johnny G. Plate mengaatakan pihaknya akan memantau isu-su terkait RUU Cipta Kerja di media sosial...

Tips Hindari Serangan Cyber “APT” yang Mengancam Indonesia

Telset.id, Jakarta - Kaspersky mengungkapkan bahwa serangan Advanced Persistent Threats atau APT menjadi ancaman cyber yang serius dan lebih berbahaya bila dibandingkan dengan malware yang ada sekarang....

Sah! Aturan Blokir Ponsel BM Berlaku 18 April Mendatang

Telset.id, Jakarta - Menkominfo Johnny G. Plate memastikan aturan blokir ponsel BM atau black market melalui IMEI akan berlaku pada...

Waspada! Serangan Cyber Berbahaya Intai Pengguna di Indonesia

Telset.id, Jakarta - Kasperksy mengungkapkan adanya peningkatan serangan cyber berbahaya di Asia Tenggara yang terjadi sepanjang tahun 2019. Kaspersky mengatakan, serangan...

Tips Foto Bokeh dengan Smartphone, Biar Lebih Maksimal

Telset.id, Jakarta - Bokeh menjadi salah satu pengalaman fotografi yang umum digunakan pada smartphone saat ini. Tidak seperti dahulu...
- Advertisement -