Review Huawei Watch GT 2: Pelatih Kebugaran Berwujud Smartwatch

Telset.id – Huawei bukan cuma menghadirkan smartphone ke Indonesia, tapi juga produk pintar lainnya berwujud jam tangan pintar. Salah satu yang baru saja mereka hadirkan adalah smartwatch Huawei Watch GT 2. Bagaimana performa jam pintar ini? Simak hasil review Huawei Watch GT 2 di ulasan kali ini.

Smartwatch Huawei Watch GT 2 diklaim sangat cocok digunakan bagi pengguna yang sibuk atau seorang eksekutif yang masih peduli dengan kesehatannya.

Kehadiran smartwatch di zaman sekarang bisa dibilang membuat ketergantungan manusia terhadap gadget semakin bertambah. 

Kenapa? Penyebabnya, smarwatch atau jam pintar saat ini menawarkan berbagai fitur hasil kombinasi antara fitur utama smartphone dan sejumlah teknologi pemantau kesehatan yang terbilang advanced.

{Baca juga: Harga Rp 2,7 Jutaan, Ini 5 Keunggulan Huawei Watch GT 2}

Tentu menarik untuk mengulas lebih lanjut tentang smartwatch besutan Huawei ini. Makanya, kali ini, tim Telset.id akan mencoba mengulasnya lewat review Huawei Watch GT 2 untuk Anda para pembaca setia. Enjoy!

Desain

review Huawei Watch GT 2

Ada dua tipe ukuran dari smartwatch ini, yakni 46 mm yang berkesan lebih sporty, manly, dan cukup mencolok, serta 42 mm yang punya tampilan lebih elegan dan simple. Unit review Huawei Watch GT 2 yang kami gunakan adalah 46 mm, dengan strap berwarna oranye.

Sebuah jam dengan ukuran 46 mm memang terkesan besar dan tebal bagi sebagian besar orang. Namun, Huawei Watch GT 2 bisa dibilang punya body yang cukup ringan dan tidak terasa tebal ketika dipasangkan di pergelangan tangan. 

Pantas saja, ketika kami melihat daftar spesifikasi di situs resmi Huawei Indonesia, jam tangan pintar ini hanya berbobot 41 gram bila dihitung tanpa tali berbahan dasar silikonnya. 

Dari awal review Huawei Watch GT 2, kami telah memberikan 3 kesan pertama soal smartwatch ini. Sporty dan manly merupakan kesan kami terhadap desainnya secara keseluruhan. Thanks to desain layar 3D yang membuat layar berjenis AMOLED berukuran 1,39 inci dan beresolusi 454 x 454 piksel tampak bezel-less.

review Huawei Watch GT 2

Dengan desain tepi yang melengkung, membuat layar seolah menyatu dengan casing. Casing-nya sendiri dikemas dengan warna hitam, dan terdapat indikator atau keterangan angka di dalam casing yang membuatnya makin terlihat sporty.

Jangan lupakan kehadiran dua tombol di sisi kanan smartwatch. Kedua tombol inilah yang membuat kesan sporty dan manly atau gagah semakin terlihat pada Huawei Watch GT 2. 

Sedikit membahas bagian bawah atau belakang smartwatch. Terdapat banyak sensor pada bagian ini. Salah satu yang utama adalah, sensor deteksi denyut jantung, tekanan udara, gyroscope, akselerometer, sampai ambient light

review Huawei Watch GT 2

Seluruh sensor ini dipadukan dengan berbagai fitur pemantauan dan pengawasan kesehatan canggih yang nanti akan kami bahas di sub-judul berikutnya.

Di bagian ini juga, terdapat speaker mono dan mikrofon. Tunggu sebentar, smartwatch punya speaker dan mikrofon? Ya, Huawei Watch GT 2 punya speaker yang mampu menyuguhkan suara yang cukup keras untuk memutar musik, dan sebuah mikrofon yang bisa digunakan untuk menerima panggilan telepon. Unik kan?

{Bac juga: 3 Produk Modis Huawei Mejeng di “Tech Meets Fashion”}

Sementara kesan mencolok, kami dapatkan dari strap yang disematkan pada smartwatch ini. Ada dua tipe strap yang diberikan Huawei. Berbahan dasar kulit untuk tipe Classic, dan silikon untuk model Sporty.

Nah, karena kami menggunakan model Sporty, maka strap Huawei Watch GT 2 yang kami gunakan berbahan dasar silikon berkualitas berwarna oranye. Huawei sebelumnya mengklaim, strap smartwatch-nya tidak akan membuat kulit mudah iritasi, gatal, dan gangguan lainnya.

review Huawei Watch GT 2

Ternyata, klaim Huawei itu benar. Digunakan di berbagai kondisi dengan tangan yang berkeringat atau terkena air hujan, wudhu, dan lainnya, strap tetap menyuguhkan kenyamanan dan tidak memberikan rasa gatal maupun iritasi pada kulit. 

Well, secara overall, desain Huawei Watch GT 2 mendapatkan apresiasi dan dua jempol dari kami. Well done!

Spesifikasi

Huawei Watch GT 2 menjadi smartwatch pertama Huawei yang ditopang oleh prosesor Kiirn A1. Ditambah lagi dengan adanya RAM 32MB dan memori penyimpanan sampai 4GB. Sebagai tenaga utama, terdapat baterai berkapasitas 455 mAh yang katanya sih tahan sampai 2 minggu untuk penggunaan normal. 

Di segi konektivitas, Huawei Watch GT 2 sudah memiliki Bluetooth 5.1, serta GPS dengan dukungan Glonass dan Galileo yang membuat akurasi GPS semakin baik, tepat, dan cepat. Yang cukup disayangkan, tidak ada dukungan NFC, pilihan konektivitas via WiFi ataupun 4G LTE pada smartwatch ini. Duh!!

Tadi kami sebut kalau smartwatch ini bisa memutar musik kan? Nah, musik yang kami maksud adalah musik yang disimpan pada smartwatch. Kira-kira, dengan memori penyimpanan 4GB, pengguna bisa mendengarkan hingga 500 lagu (estimasi per lagu sebesar 3 – 4 MB) pada smartwatch via speaker mono atau headset Bluetooth yang tersambung.

review Huawei Watch GT 2

Untuk memasukkan musik pada smartwatch, pengguna cukup menghubungkannya dengan smartphone via aplikasi Huawei Health. Kemudian, pilih Devices, dan tekan Huawei Watch GT 2.

Selanjutnya, scroll ke bawah di halaman utama sampai menemukan menu Music. Tekan saja menu tersebut, pilih Manage Music, dan tekan Add Songs di bagian bawahnya. Proses transfer musik terbilang biasa saja, tergantung dengan besaran kapasitas file dari musik itu sendiri.

{Baca juga: Review Realme X2 Pro: Ngebut Berkat Snapdragon 855+ & SuperVOOC}

Di segmen spesifikasi, baterai menjadi andalan utama dari Watch GT 2. Kami sempat tidak percaya dengan klaim Huawei yang menyebut bahwa smartwatch ini bisa tahan sampai 2 minggu lamanya. Oleh karenanya, kami pun mencobanya secara langsung.

Huawei Watch GT 2

Selama kami menggunakannya secara normal, dan terhubung ke smartphone via Bluetooth, Watch GT 2 bisa bertahan sampai 11 hari dengan baterai tersisa kurang lebih 4 – 5%. Kebetulan, kami jarang berolahraga, tapi saat kami menyalakan pemantau aktivitas seperti Outdoor Walk, hampir setiap harinya, Watch GT 2 bisa bertahan hingga 7 hari lamanya. 

Sementara untuk kecepatan ngecas, Huawei Watch GT 2 bisa terisi baterainya dari 5% hingga penuh dalam waktu kurang lebih 1 jam 30 menit. Satu catatan kami soal baterai dan charging, yakni smartwatch tersebut tidak mendukung wireless charging

Sistem Operasi

Huawei Watch GT 2

Huawei Watch GT 2 telah berjalan di sistem operasi wearable Huawei bernama Lite OS. Sistem operasi ini terbilang biasa saja dibandingkan sistem operasi Android Wear besutan Google. Pasalnya, ada beberapa kekurangan yang kami rasakan pada sistem operasi tersebut selama melakukan review Huawei Watch GT 2.

Pertama, jalannya proses pada smartwatch bisa dibilang agak lambat. Terdapat delay ketika kami swipe ke atas untuk mengakses notifikasi atau swipe ke bawah untuk menyesuaikan pengaturan jam tangan pintar kami. 

Begitu juga ketika kami mencoba swipe kiri-kanan untuk mengakses dan menggunakan sejumlah fitur dari smartwatch

Kekurangan kedua, Lite OS tidak punya dukungan terhadap toko aplikasi. Tidak ada AppGallery buatan Huawei pada Watch GT 2, yang membuat kami seolah terpaku dengan aplikasi dan fitur yang telah disediakan sejak awal kami menggunakannya.

Ketiga, kami tidak bisa membalas secara langsung pesan WhatsApp, Line, SMS, dan aplikasi messaging lainnya di Watch GT 2. Smartwatch ini hanya sebatas bisa melihat notifikasi saja. Ketiga kekurangan itulah yang membuat kami menganggap Watch GT 2 terasa kurang sreg disebut sebagai smartwatch.

Huawei Watch GT 2

Tapi, ada beberapa keunggulan juga yang kami rasakan. Pertama, bisa menyesuaikan watch face atau tampilan jam. Huawei menyediakan berbagai tema watch face yang beragam. Mulai dari eye catching, terlihat elegan, tampak serius, manly, sampai yang olahraga banget pun ada di Watch GT 2.

Keunggulan kedua, sistem Watch GT 2 memungkinkan layar untuk tetap menghadirkan informasi jam dengan tampilan digital ataupun analog. Itu membuat pengguna seperti kami tidak harus selalu mengangkat tangan untuk mengaktifkan layar, cukup meliriknya saja seperti jam tangan biasa

{Baca juga: Review Redmi Note 8 Pro: Comeback Sempurna dari Xiaomi}

Huawei Watch GT 2

Keunggulan ketiga, fiturnya yang seabreg. Oke, kami akan bahas di sub-judul berikutnya, tapi kami sebutkan beberapa di antaranya terlebih dahulu. Seperti detak jantung, stress level, pemutaran musik, fitur olahraga, sampai pemantau tidur. Keunggulan inilah yang meyakinkan kami, kalau Watch GT 2 lebih pantas disebut fitness tracking, bukan sebuah smartwatch.

Fitur

Seperti yang kami sebut sebelumnya, terdapat banyak fitur kebugaran atau workout di dalamnya. Mulai dari Running, Outdoor run, Indoor run, Outdoor walk, Indoor walk, Outdoor cycle, Indoor cycle, Pool swim, Open water, Climb, Hike, Trail run, Triathlon, Elliptical, Rower, dan Other. 

Misalnya saja Outdoor walk, yang cukup sering kami gunakan sehari-hari. Ketika dinyalakan, fitur ini secara otomatis akan mengaktifkan GPS untuk menghitung seberapa jauh kami berjalan. Apabila kami menyudahi workout ini, sistem secara otomatis akan menunjukkan kalori yang terbakar, seberapa jauh kami berjalan, sampai monitor detak jantung. 

Ada pula exercise yang disediakan oleh Watch GT 2. Salah satu yang menarik dan mampu membuat kami tenang menjalani aktivitas adalah Breathing exercise. Ketika kegiatan selesai, terdapat informasi detak jantung rata-rata yang kami peroleh. 

Masih membahas workout dan exercise. Huawei nampaknya tidak ingin pengguna hanya mendapatkan hasil olahraga yang mereka lakukan. Pabrikan asal China ini juga menghadirkan saran dan informasi yang harus kami lakukan untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Fitur ini tentu patut untuk diapresiasi.

Apabila pengguna tidak punya waktu untuk berolahraga, sebenarnya aktivitas sehari-hari mereka pun juga merupakan olahraga. Makanya, Watch GT 2 pun melacak aktivitas sehari-hari pengguna secara umum.

{Baca juga: Review Samsung Galaxy A80: Smartphone Eksperimen Terbaik!}

Misalnya, kalori yang terbakar, seberapa banyak langkah yang diambil, seberapa jauh anak tangga yang dilalui, rata-rata detak jantung, hingga tingkat stres. 

Memang tak seperti fitur EKG atau elektrodiagram di Apple Watch terbaru, namun setidaknya pantauan detak jantung dan tingkat stres yang diberikan Watch GT 2 bisa memberikan masukan kepada kami bagaimana seharusnya menjaga tubuh dan pikiran untuk tetap positif setiap harinya. 

{Baca juga: Review Asus ROG Strix GL10CS: Pas Buat Gamers “Budget Cekak”}

Ya, perangkat ini mampu memberikan informasi maupun saran yang diperlukan apabila pengguna mencapai tingkatan stres tertentu. Kemampuan ini tak terlepas dari fitur TruRelax yang mampu merekam detak jantung dan memantau tingkat stres setiap harinya. Unik nan berguna kan?

Fitur lain yang berguna dan tak kalah menarik adalah TruSleep 2.0 yang mampu memonitor kualitas tidur kami. Bukan sekadar memantau saja, lagi-lagi Huawei menyematkan kemampuan canggih pada Watch GT 2 untuk dapat memberikan hasil analisa, informasi, dan saran bagaimana meningkatkan kualitas tidur menjadi jauh lebih baik.

Watch GT 2 bisa memantau seberapa lama kami tidur dengan nyenyak, tidur REM (Rapid Eye Movement), Light sleep, istirahat, sampai bangun. Seluruhnya dihitung secara akurat dan lengkap sampai ke detail seperti grafis, rata-rata waktu tidur, kualitas pernapasan, dan informasi penting lainnya. 

Kesimpulan

Huawei Watch GT 2 memang kurang cocok kalau disebut sebagai smartwatch. Perangkat ini lebih cocok disebut sebagai fitness tracking atau pelacak kebugaran dan pelatih kebugaran pribadi canggih yang mampu membuat kami lebih peduli kepada kondisi kesehatan tubuh.

Mungkin bila Huawei bersikeras ingin membuat Watch GT Series sebagai smartwatch, hanya satu saran dari kami, yakni perbanyak fitur yang benar-benar smartwatch, seperti membalas pesan secara langsung, dan menghadirkan toko aplikasi untuk menghadirkan fitur tambahan pada perangkat. 

Well, secara overall, dibanderol dengan harga Rp 2,7 jutaan, smartwatch ini pantas untuk dipinang oleh pengguna yang ingin memiliki perangkat pelacak kebugaran canggih dengan tampang bak smartwatch masa kini. (FHP/HBS)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Apple “Haramkan” Karakter Antagonis di Film Gunakan iPhone

Telset.id, Jakarta - Apple punya syarat bagi para sineas yang ingin menggunakan iPhone sebagai properti film. Dalam sebuah video...

Makin Populer, Layanan Streaming Kuasai Pendapatan Industri Musik

Telset.id, Jakarta - Selama bertahun-tahun, industri musik masyarakat telah berubah. Dulu, orang-orang mendengarkan musik di vinyl, kemudian pindah ke...

Olimpiade Tokyo 2020 Terancam Batal Gegara Virus Corona

Telset.id, Jakarta - Virus Corona tidak hanya memengaruhi bisnis dan perjalanan, tetapi juga memaksa perusahaan untuk membatalkan berbagai acara....

Challenge #PakePerasaan Viral di TikTok, Seperti Apa?

Telset.id, Jakarta - Ada beragam cara untuk mengungkapkan isi hati ke orang-orang yang kita sayangi. Salah satunya melalui media sosial,...

5 Aksesoris Kamera Smartphone Terbaik, Dijamin Foto Makin Ciamik!

Telset.id - Kualitas kamera sudah menjadi salah satu perhatian utama para produsen smartphone masa kini. Makin canggihnya kualitas kamera...
- Advertisement -