Malware Juice Jacking

Awas! Jangan Asal Ngecas Smartphone di Bandara, Stasiun, dll

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Anda sering ngecasĀ smartphone di tempat pengisian daya publik yang biasanya ada di bandara, stasiun, hotel, dan lainnya? Sebaiknya hilangkan kebiasaan itu. Sebab, malware Juice Jacking berbahaya yang siap menginfeksi smartphone Anda.

Diungkapkan oleh pihak berwajib dari Los Angeles, Amerika Serikat (AS),Ā malwareĀ smartphone yang dikenal juga sebagai ā€œUSB Charger Scamā€ ini disisipkan hacker di tempat-tempat pengisian daya publik.

Malware itu biasanya dipasangkan langsung ke dalam stasiun pengisian atau pada kabel yang terpasang di dalamnya.

{Baca juga: Terlanjur jadi Korban ai.type? Begini Cara Mengatasinya}

Dikutip dariĀ phoneArena, Selasa (19/11/2019), ketikaĀ smartphone diisi daya baterainya,Ā malware Juice Jacking bakal langsung mengunciĀ smartphone dan dengan mudah mencuriĀ password yang tersimpan di dalamnya.

ā€œPeringatan ini ditujukan bagi mereka yang berada di Los Angeles. Namun itu adalah saran yang bagus untuk pengguna smartphone di mana saja,ā€ jelas kantor kejaksaan distrik Los Angeles County.

Belum diketahui bagaimana caraĀ hacker mengambil data sampaiĀ password dari korbannya secara diam-diam. Yang pasti,Ā malware tersebut memanfaatkan koneksi USB yang biasanya dikenali sebagai protokol ā€œChargeā€ atau ā€œTransferā€ olehĀ smartphone.

Tempat pengisian daya

Sehingga untuk berjaga-jaga, ketika Anda terlanjur ngecas di stasiun pengisian daya dan terdapat permintaan untuk akses data ke smartphone, tolak saja akses tersebut dan segera cabutĀ smartphone dari tempat pengisian daya tadi.

{Baca juga: Awas! Smartphone Android Murah Disusupi Aplikasi Berbahaya}

Sebelumnya diberitakan, smartphone berharga murah punya keamanan yang rentan. Perangkat lunak yang terdapat di dalamnya rentan terserang bug dan jadi sasaran para peretas.

Perusahaan riset keamanan Kryptowire menyebut bahwa smartphone Android berbanderol murah biasanya memiliki sejumlah aplikasi berbahaya. Kryptowire mencatat bahwa kerentanan itu ditemukan di Ā smartphone Android yang dikirim oleh setidaknya 29 produsen. (FHP)

Sumber: phoneArena