Meski Permintaan iPhone Lemah, Pendapatan Apple Melesat

Telset.id, Jakarta – Nilai saham Apple mengalami kenaikan pada Rabu (30/10/2019) waktu setempat. Ini terjadi setelah perusahaan menyampaikan laporan pendapatan kuartal IV-2019. Pendapatan Apple melesat meski permintaan iPhone melemah.

Apple menikmati kenaikan pendapatan sebesar 1,8 persen menjadi USD 64 miliar atau sekitar Rp 897 triliun. Sebagian laba didorong oleh kenaikan penjualan produk pembayaran serta layanan. Sastu di antaranya adalah pembayaran mobile.

{Baca juga: Baru Diluncurkan, 130.000 Unit iPhone 11 Terjual di Korea Selatan}

Keuntungan tersebut membantu mengimbangi penurunan penjualan iPhone sebesar 9,2 persen salama hingga kuartal IV-2019. Menurut CEO Apple, Tim Cook adalah, penjualan iPhone secara global sedang melambat hingga dua digit.

Seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Kamis (31/10/2019), para investor mengatakan bahwa keputusan Apple mematok harga iPhone 11 lebih murah daripada para pendahulunya merupakan kebijakan yang sangat tepat.

Kenaikan nilai saham Apple sampai 1,8 persen membuat harga per lembar menjadi USD 247,73 atau lebih kurang Rp 3,5 juta. Padahal, sebelumnya harga saham Apple ditutup datar di angkar USD 243,26 atau Rp 3,4 jutaan per lembar.

{Baca juga: Tim Cook Bertemu Regulator China Bahas Aplikasi Demonstrasi Hong Kong}

Laba Apple merosot tiga persen menjadi USD 13,7 miliar atau Rp 1,92 triliun. Namun, laba per saham mencapai USD 3,03 melampaui proyeksi analis. Penghasilan Apple Rp 897 triliun pun melampaui prediksi analis sebesar USD 63 miliar.

Cook mengatakan, penjualan iPhone di China semakin dekat menjelang akhir kuartal. Hal tersebut akan menjadi pertanda baik untuk kuartal berikutnya ketika perusahaan memperkirakan pemasukan antara USD 85,5 miliar-USD 89,5 miliar.

Sebelumnya, Apple sendiri sempat dikabarkan meminta kepada pemasok untuk meningkatkan produksi iPhone 11 hingga 8 juta unit atau sekitar 10 persen. Hal itu mengisyaratkan bahwa permintaan untuk iPhone 11 mengalami peningkatan.

“Sebelumnya, Apple cukup konservatif dalam menempatkan pesanan. Namun, setelah ada peningkatan permintaan, volume produksi untuk iPhone 11 akan lebih tinggi dibanding tahun lalu,” kata seorang sumber. [SN/IF]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Untuk Keamanan SIM Card, BRTI: Operator Bisa Pakai Biometrik

Telset.id, Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyarankan operator untuk menggunakan sensor pemindai atau biometrik untuk pendaftaran dan...

Teknologi Ini Bantu Nasib Korban Holocaust Tentara Nazi

Telset.id, Jakarta - Sebuah foto tua dan teknologi pengenal wajah modern membantu dua saudara asal Israel mengetahui bagaimana sang...

BRTI akan Panggil Operator Bahas SOP Pergantian SIM Card

Telset.id, Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan memanggil operator minggu depan. BRTI dan operator akan membahas terkait...

Kominfo Belum Jatuhi Sanksi ke Indosat Soal Kasus Ilham Bintang

Telset.id, Jakarta - Kasus Ilham Bintang menyeret Indosat Ooredoo. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memanggil Indosat dan menunggu...

Nilai Saham Tesla Meroket Lampaui Rp 1.365 Triliun

Telset.id, Jakarta - Tesla menjadi produsen mobil pertama asal AS dengan nilai saham mencapai USD 100 miliar atau Rp...
- Advertisement -