Dua Remaja di Bekasi Jalani Terapi Kecanduan Game

Telset.id, Jakarta – Dua remaja asal Bekasi menjalani terapi akibat kecanduan game di smartphone. Bahkan keduanya dicap mengalami gangguan mental karena kehidupannya tidak bisa lepas dari bermain game mobile.

Dilansir Telset.id dari AsiaOne pada Sabtu (19/10/2019), Ketua Yayasan Al Fajar Berseri Tambun Selatan, Marsan menyebut jika kedua remaja berusia 17 tahun berasal dari Cikarang Selatan dan Cibitung.

{Baca juga: 3 Dampak Negatif Terlalu Sering Pakai Ponsel}

“Ini adalah contoh nyata dari penggunaan ponsel ekstrim yang disebabkan oleh kemajuan game mobile,” kata Marsan.

Yayasan pun melakukan terapi kepada mereka selama satu tahun. Sebelum dilakukan terapi kedua remaja itu jarang terlibat dalam interaksi sosial. Namun ketika bertemu dengan smartphone, mereka langsung aktif dan langsung bermain game mobile.

“Mereka biasanya hanya diam seharian, tetapi setiap kali mereka melihat ponsel, mereka akan secara otomatis mengambilnya dan langsung bermain. Misalnya, ketika ada ponsel yang sedang dicas, mereka akan mengambilnya. Itu terjadi karena mereka terlalu kecanduan ponsel,” jelas Marsan.

Menurut keluarga mereka, ketergantungan remaja terhadap game mobile dimulai ketika mereka terbiasa bermain game sepanjang malam. Kecanduan main game juga mempengaruhi kehidupan akademik mereka, karena keduanya sering absen dari sekolah.

“Mereka bahkan lupa makan. Lebih buruk lagi, ketika mereka dilarang (mengakses ponsel), mereka akan menjadi sangat emosional. Tidak hanya marah, tetapi mereka juga berani melawan orang tuanya,” kata Marsan.

Marsan menjelaskan bahwa kedua remaja itu bukan yang pertama mengalami masalah serupa. Satu pasien dari Medan yang didiagnosis dengan gangguan yang sama menerima program perawatan empat bulan sebelum ia dipulangkan.

Dirinya pun menilai jika orangtua memiliki peran besar dalam mencegah perilaku pada anak-anak mereka. Orang tua diharapkan tegas dalam mendidik anak mereka, agar anaknya tidak terjangkit penyakit kegilaaan bermain game.

Seperti diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi telah menambahkan gangguan akibat ketergantungan bermain game ke Gangguan Mental dan Adiktif dalam Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD) baru.

{Baca juga: Resmi! ‘Kecanduan Game’ Masuk Daftar Penyakit Baru WHO}

ICD menyediakan data mengenai penyebab ribuan penyakit, cedera dan kematian di seluruh dunia dan informasi mengenai cara pencegahan dan pengobatannya.

International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems atau disingkat ICD terakhir kali direvisi 28 tahun lalu. Dan ini untuk pertama kali memasukannya ke dalam daftar penyakit baru. [NM/HBS]

 

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lebih Bertenaga, Apple Siapkan Bionic A14 untuk iPhone Terbaru

Telset.id, Jakarta - Tahun baru sama artinya dengan perangkat baru. Setidaknya itulah tradisi yang dianut oleh hampir semua pembuat...

Main Pokemon Go Bisa Turunkan Berat Badan Hingga 63,5 Kg?

Telset.id, Jakarta - Berat badan turun akibat main game, sebagian dari kita mungkin merasa ini sebagai sesuatu yang tidak...

Sah! Poco Resmi Pisah dari Xiaomi, Siapkan Poco F2

Telset.id, Jakarta - Setelah di tahun 2018 sempat disebut sebagai sub-brand Xiaomi, kini Poco akhirnya benar-benar resmi berpisah. Kabar...

Season 3 CoD Mobile Bawa Arena dan Mode Permainan Baru

Telset.id, Jakarta - Dirilis pada bulan Oktober 2019, game FPS Call of Duty Mobile terus melanjutkan kesuksesannya. Kini CoD...

Membuka Pesan WhatsApp yang Sudah Dihapus, Begini Caranya!

Telset.id,  Jakarta - Sebagian dari kita mungkin pernah dibuat penasaran oleh pesan WhatsApp yang tiba-tiba dihapus oleh pengirim, bahkan...
- Advertisement -