Bos Huawei Disidang dengan Kaki Diikat Alat Pemantau

Telset.id, Jakarta  – Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou, kembali menjalani sidang di pengadilan Vancouver, Selasa (24/9/2019) waktu setempat. Ada yang menarik perhatian dalam persidangan tersebut, karena bos Huawei itu mengikuti persidangan dengan kaki diikat alat pemantau.

Meng terlihat duduk di sebelah penerjemah di ruang sidang. Ia mengenakan gaun hitam pendek dengan payet berkilauan di sekitar leher dan lengan baju. Perangkat pemantauan elektronik diikatkan ke pergelangan kaki kirinya.

{Baca juga: Tanpa Google, Huawei Mate 30 Series akan Masuk Indonesia}

Dalam persidangan itu, pegacaranya berpendapat, otoritas Kanada telah menyalahgunakan kekuasaan dan melanggar hak pengumpulan bukti.

Meng, yang sekarang berusia 47 tahun, ditahan di bandar udara Vancouver pada 1 Desember 2018 atas permintaan Amerika Serikat 9AS). Ia didakwa melakukan penipuan bank dan dituduh menyesatkan HSBC Holdings Plc tentang bisnis Huawei Technologies Co Ltd di Iran.

Meng digeledah dan diinterogasi oleh pejabat perbatasan di bandar udara setelah mendarat dengan pesawat penerbangan dari Hong Kong. Tiga jam berselang, polisi Kanada menangkap Meng. Namun, ia secara tegas menyatakan tidak bersalah dan berjuang melawan ekstradisi.

Selasa waktu setempat, menurut Reuters, hari kedua persidangan di hadapan Hakim Heather Holmes di Mahkamah Agung British Columbia, sang pengacara terus mendorong untuk lebih banyak pengungkapan dari pemerintah tentang penahanan dan penangkapan Meng.

Bukti menunjukkan bahwa polisi awalnya merencanakan untuk naik ke pesawat yang ditumpangi Meng setelah mendarat di Vancouver. Di sana, polisi ingin menangkap Meng meski rencana kemudian berubah seusai ada pertemuan.

{Baca juga: Karyawan Huawei Diteror Agen FBI?}

Sang pengacara, Richard Peck, mengatakan kepada hakim bahwa tidak ada yang menjawab Meng ketika berulang kali bertanya kepada pejabat perbatasan mengapa ditahan oleh polisi.

“Ia tidak diberitahu oleh polisi sebagai subjek dari surat perintah penangkapan,” kata Peck, seperti dikutip Telset.id dari Reuters, Rabu (25/9/2019). [SN/HBS]

Sumber: Reuters

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lokasi Sengketa Krimea, Kashmir dll Tampil di Google Maps

Telset.id, Jakarta - Akhir tahun lalu, Apple dan Google berada di pusaran kontroversi ketika menyerah kepada tuntutan Rusia untuk...

Perhatian! Air Purifier Tidak Bisa Cegah Virus Corona

Telset.id, Jakarta - Wabah virus Corona menyebabkan maraknya penggunaan air purifier. Harapannya, air purifier dapat membuat kualitas udara di dalam...

Sah! Bayar SPP Pakai GoPay Bukan Cuma Candaan Warganet

Telset.id, Jakarta - Ketika mantan bos Gojek, Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Indonesia, warganet mengunggah candaan...

Angkatan Darat AS Manfaatkan Gamers untuk Bikin Robot Militer

Telset.id, Jakarta - Untuk mengembangkan robot militer, Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) pun mempelajari otak para gamers ketika bermain game. Mereka mempelajari...

Dua Profesor Ini Ciptakan Gelang Ultrasonik “Pengacau” Amazon Echo

Telset.id, Jakarta - Speaker pintar macam Amazon Echo memiliki mikrofon yang selalu menyala agar bisa merespon dengan cepat saat diberi...
- Advertisement -
X
X