“Lensa Cybernetic” Ini Lebih Baik dari Mata Manusia

Telset.id, Jakarta – Para peneliti dari Harvard John A. Paulson School of Engineering and Applied Sciences menciptakan lensa mata elektronik yang diklaim berfungsi lebih baik daripada mata manusia. Mata tersebut disebut sebagai cybernetic.

Kita semua tahu kalau mata bekerja secara fantastis. Mata mampu memfokuskan berbagai hal dengan kecepatan luar biasa. Hal itu bahkan tidak bisa ditandingi oleh sebagian besar lensa buatan manusia.

Peneliti ini mengatakan, mata cybernetic ini berbeda seperti desain lensa yang kini ada. Pasalnya, lensa elektronik nan artifisial karya para peneliti hadir dalam desain lebih kompak. Lensa tersebut mampu fokus secara real-time berkat penggunaan otot elastor.

{Baca juga: Hiii… Chip Mata Manusia Buatan Ini Bisa “Ngedip”}

Dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Kamis (22/08/2019), lensa itu bahkan dapat menebus kondisi tertentu dalam diri manusia, seperti astigmatisme dan bahkan sampai kondisi yang mengaburkan pengelihatan.

Menurut Alan She, penulis jurnal penelitian, para peneliti menggabungkan teknologi otot buatan dengan teknologi lain untuk menciptakan cybernetic yang mampu mengubah fokus secara real-time.

“Kami melangkah lebih jauh untuk membangun kemampuan mengoreksi secara dinamis terkait penyimpangan, seperti astigmatisme dan pergeseran gambar,” terang Alan She dalam jurnal.

Ia melanjutkan, para peneliti butuh waktu sebelum semua orang benar-benar melihat lensa itu tersedia secara komersial. Namun ia menegaskan, jangan sampai manusia ganti mata ke cybernetic.

Sebelumnya diberitakan, para peneliti dari University of Pennsylvania menciptakan mata manusia buatan di sebuah chip. Benda tersebut tercipta hasil kolaborasi antara dokter mata dan ahli biologi, serta terdapat dalam chip transparan berbentuk segi delapan seukuran uang logam.

{Baca juga: Oh No, Gunakan Lensa Kontak Saat Mandi Bisa Sebabkan Kebutaan?}

Di tengah-tengah chip itu ada struktur berbentuk lensa kontak berisi sel-sel lapisan kornea dan sel-sel konjungtiva, sehingga membentuk permukaan mata.

Lalu, kelopak mata berbentuk persegi panjang gelatin ada di atas perancah untuk meniru kedipan. Nah, kedipannya sendiri diperlambat oleh para peneliti menjadi enam kali per menit. (SN/FHP)

SUmber: Ubergizmo

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Apple Rilis iOS 14 dan iPadOS 14 Public Beta, Mau Coba?

Telset.id, Jakarta - Apple secara resmi merilis versi Public Beta pertama untuk iOS 14 dan iPadOS 14. Pengguna yang...

Google Benar-benar Blokir Aplikasi AnTuTu dari Android

Telset.id, Jakarta - Google benar-benar blokir AnTuTu dari ekosistem Android. Bahkan, selain menghapusnya di Google Play Store, Google pun...

Mewahnya Desain Oppo Reno4 yang Mau Dirilis di Indonesia

Telset.id, Jakarta - Beberapa hari lalu, Oppo telah mengkonfirmasi bahwa Reno4 akan segera dijual resmi di Indonesia. Kini, menjelang...

Server Terbaru Asus Meluncur dengan Spesifikasi GPU Nvidia A100 PCIe

Telset.id, Jakarta - Asus mengumumkan sebuah server terbaru ESC4000A-E10 yang didukung oleh GPU Nvidia A100 PCIe dan jaringan OCP...

5 Headphone Gaming Berkualitas Harga Rp 500 Ribuan

Telset.id - Kamu sedang mencari headphone gaming berkualitas dengan kisaran harga Rp 500 ribuan? Ada cukup banyak pilihan yang...
- Advertisement -