Status Decacorn GoJek Diragukan

Telset.id, Jakarta– Indonesia sedang berbangga atas prestasi yang dicapai oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau GoJek, karena berhasil menyandang status Decacorn. Namun banyak yang meragukan status tersebut karena menganggap nilai valuasi GoJek belum memenuhi syarat.

Seperti diketahui, Decacorn adalah istilah yang diberikan kepada perusahaan rintisan digital dengan valuasi lebih dari USD 10 miliar atau setara Rp 141 triliun.

Sementara GoJek dikabarkan memiliki nilai valuasi mencapai USD $ 10 miliar atau Rp 141,5 triliun. Namun ada kabarnya nilai valuasi belum menyentuh angka tersebut.

Dilansir Telset.id dari TechCrunch pada Selasa (09/04/2019), berdasarkan dua sumber yang dekat dengan perusahaan, nilai valuasi GoJek sebenarnya baru mencapai USD$ 9,5 miliar atau Rp 134,4 triliun. Data ini merujuk pada laporan pendanaan terbaru perusahaan itu di bulan Januari lalu.

Perlu diketahui bahwa kabar status Decacorn bermula dari laporan perusahaan analitik CB Insights pada awal April 2019. Dalam laporannya yang dikuti banyak media, GoJek masuk dalam daftar 19 perusahaan Decacorn dengan nilai valuasi mencapai USD $ 10 miliar atau sudah memenuhi syarat sebagai Decacorn.

{Baca juga: Selamat! Gojek Naik Kelas Menjadi Decacorn}

GoJek memang cukup tertutup mengenai nilai valuasi terbaru mereka. Perusahaan ride sharing itu hanya mengatakan bahwa pihaknya mendapat kucuran dana lebih dari USD 1 miliar, sehingga ketika CB Insights menulis bahwa GoJek telah menjadi Decacorn, maka media pun langsung merilis beritanya.

Laporan CB Insights pun cukup menarik karena menuliskan nilai valuasi Grab sebesar USD $ 11 miliar atau Rp 155,7 triliun. Padahal valuasi kompetitor Gojek itu sudah mencapai USD $ 14 miliar atau Rp 198,1 triliun karena mendapat kucuran dana sekitar $ 1,46 miliar atau Rp 20,6 miliar dari SoftBank’s Vision Fund.

{Baca juga: Diduga Dukung LGBT, Warganet Bikin Tagar #UninstallGojek}

Hingga saat ini perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim itu belum mau berkomentar terkait status Decacorn dan informasi bantahan yang menyebut jika valuasi Gojek belum layak menyandang Decacorn.

Namun kasus ini membuktikan bahwa media dapat membangun berita dari sepotong informasi yang belum diverifikasi terlebih dahulu. Jadi apakah Gojek sudah naik kelas atau belum masih menjadi misteri hingga saat ini. [NM/HBS]

Sumber: TechCrunch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Rekomendasi 10 Game Anak-anak Terbaik di Android 2020

Telset.id, Jakarta - Smartphone dan gaming sepertinya telah menjadi hal yang sulit dipisahkan belakangan ini. Kini, bahkan anak-anak memanfaatkan...

Sony Gelar Acara 3 Juni, Siap Pamerkan PlayStation 5?

Telset.id, Jakarta - Setelah sempat diumumkan pada tahun lalu, Sony PlayStation 5 sepertinya hanya tinggal menunggu waktu untuk hadir...

Barisan Smartphone Huawei dengan EMUI 10.1, Ada Huawei P30!

Telset.id, Jakarta – Jajaran produk Huawei P40 datang dengan EMUI 10.1, yang merupakan versi terbaru dari perangkat lunak EMUI...

Cara Menggunakan Layanan VoLTE Telkomsel

Telset.id, Jakarta - Seiring dengan semakin matangnya 4G, penerapan teknologi Voice over LTE (VoLTE) pun menjadi hal yang lumrah...

Siap-siap! Oppo Reno4 dan Reno4 Pro Meluncur 5 Juni

Telset.id, Jakarta - Setelah sempat wara-wiri di dunia maya, menampilkan baik rupa maupun spesifikasinya, Oppo Reno4 akhirnya benar-benar mengisyaratkan...
- Advertisement -