Akui Ada Upaya Peratasan, Bukalapak: Data Pengguna Aman

Akui Ada Upaya Peratasan, Bukalapak: Data Pengguna Aman

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Bukalapak mengakui bahwa memang ada upaya untuk peratasan pada beberapa waktu lalu. Akan tetapi, tidak ada data pengguna yang penting seperti password, data finansial atau informasi pribadi pengguna yang berhasil didapatkan.

Seperti diketahui sebelumnya, 13 juta akunĀ Bukalapak diretasĀ olehĀ hackerĀ asal Pakistan bernamaĀ Gnosticplayers. Hacker itu mengklaim telah meretas puluhan situs populer dan menjual hasil peretasan di dark web. Yang mengejutkan, nama Bukalapak masuk ke dalam daftar situs yang ia retas.

Dihubungi tim Telset.id via pesan singkat, CEO dan Founder Bukalapak, Acmad Zaky menyatakan bahwa pihaknya selalu meningkatkan sistem keamanan di Bukalapak.

Itu dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para penggunaĀ e-commerce tersebut, sekaligus memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan.

{Baca juga: 13 Juta Akun Bukalapak Diretas dan Dijual di Dark Web}

ā€œUpaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital,ā€ katanya kepada timĀ Telset.id, Senin (18/03/2019).

Lantas ia menghimbau kepada para pengguna untuk lebih memperhatikan keamanan dalam bertransaksi. Caranya, dengan menggantiĀ password secara berkala dan mengaktifkan fitur Two-Factor Authentication (TFA).

ā€œFitur yang diperuntukan mencegah jika ada penggunaan atau penyalahgunaan data penting dariĀ device yang tidak dikenali,ā€ jelasnya.

Zaky juga menambahkan bahwa para pengguna perlu menjaga kerahasiaanĀ password dan menggunakanĀ security guide yang sudah disediakan oleh Bukalapak. Untuk mengaksesĀ security guide Bukalapak, pengguna harus mengaksesĀ situs ini.

{Baca juga:Ā Hacker Curi Data 127 Juta Orang dari Delapan Situs}

Sebelumnya, seperti dilansir dariĀ The Hacker News,Ā Gnosticplayers telah meretas 890 juta akun pengguna dari 32 situs populer beberapa waktu lalu. Kemudian, ia menjual ratusan juta akun pengguna tersebut pada 6Ā dark webĀ dalam empat putaran.

Tiga putaran di antaranya telah dilakukan pada bulan lalu padaĀ dark web bernama Dream Market. Pada putaran keempat, ada 27 juta akun pengguna yang siap dijual dari 6 situs lainnya. Berikut rincian dari keenam situs itu:

  • Youthmanual – platformĀ perkuliahan dan karier Indonesia, 1,12 juta akun
  • GameSalad – platformĀ belajarĀ online, 1,5 juta akun
  • Bukalapak – situs jual-beliĀ online, 13 juta akun
  • Lifebear – situsĀ notebookĀ dari Jepang, 3,86 juta akun
  • EstanteVirtual – toko bukuĀ online, 5,45 juta akun
  • Coubic – jadwal janjian, 1,5 juta akun

HackerĀ ini menjual masing-masingĀ database curian secara terpisah di situs Dream Market. Bila ditotal, harganya mencapai 1,2431 bitcoin atau setara dengan USD 5000 (Rp 72 jutaan). (FHP)