Korea Utara Diduga Retas Data Pribadi 997 Pembelot

Telset.id, Jakarta –  Sekitar 997 data pribadi para pembelot Korea Utara, termasuk nama dan alamat diketahui telah diretas baru-baru ini. Hal ini terungkap setelah seorang anggota staf di Hana Foundation, yang membantu merehabilitasi warga Korea Utara tanpa disadari membuka email dengan malware. Data para pembelot sendiri biasanya diisolasi dari internet dan dienkripsi, namun staf yang tidak disebutkan namanya ini tampaknya tidak mengikuti aturan tersebut.

Aksi ini diduga dilakukan oleh pemerintah Korea Utara. Pendeta Kang Chol-hwan mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Korea Utara mungkin ingin mengkonfirmasi apakah orang yang dinyatakan hilang atau mati benar-benar hilang atau sudah mati.

Rezim otoriter Korea Utara sering menghukum keluarga pembelot dalam upaya untuk mencegah keturunannya ikut membelot, dan peretasan seperti ini bisa membantu pemerintah dalam mencari tahu apakah orang telah berbohong untuk menutupi sebuah aksi pengkhianatan.

Selama ini Ini sekitar 32.000 warga Korea Utara diketahui telah melarikan diri ke Korea Selatan sejak gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea, dan tidak jelas berapa banyak korban yang masuk baru-baru ini.

{Baca juga: Korea Utara Manfaatkan Google Play untuk Cari Pengkhianat}

Namun, itu adalah serangan yang membingungkan yang bisa memiliki dampak jangka panjang bagi para pembelot dan keluarganya.

Sebelumnya, pemerintah Korea Utara juga memanfaatkan toko aplikasi Google Play Store untuk mencari pembelot atau pengkhianat yang mencoba pindah ke Korea Selatan.

{Baca juga: Trump-Jung-un Bertemu, Hacker Rusia Incar Korsel}

Menurut para peneliti keamanan dari McAfee, sekelompok hacker bernama “Sun Team” telah menanamkan tiga aplikasi bermuatan malware di dalam Google Play Store. Ketiga aplikasi ini masing-masing bernama Food Ingredients Info, Fast AppLock dan AppLock Free.

Ketika salah satu dari ketiga aplikasi tersebut di-install, otomatis malware akan mengambil kontak, foto dan pesan SMS dari perangkat korbannya dan mengirimkan data-data penting itu ke pihak Korea Utara lewat Dropbox dan Yandex. [NM/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here