Google Batal Luncurkan Mesin Pencari di China

Telset.id, Jakarta – Google menyatakan tidak berencana untuk meluncurkan mesin pencari di China. Hal ini diungkapkan sang CEO, Sundar Pichai, dalam panel kongres AS di tengah peningkatan pengawasan terhadap perusahaan teknologi besar.

Anggota parlemen dan karyawan Google telah menyuarakan keprihatinan terhadap kebijakan perusahaan yang memilih mematuhi regulasi sensor dan pengawasan internet China apabila ingin memasuki pasar mesin pencarian di negara Asia.

Platform pencarian utama Google telah diblokir di China sejak 2010. Namun, unit Alphabet Inc telah berusaha untuk membuat terobosan baru dengan merancang Dragonfly. Pasalnya, China merupakan negara dengan pengguna ponsel terbanyak di dunia.

{Baca juga: Google Isolasi Karyawannya untuk Garap Proyek Dragonfly}

“Saat ini, kami sama sekali tidak ada rencana untuk meluncurkan mesin pencarian di China,” kata Pichai kepada Komite Kehakiman Dewan Perwakilan AS, seperti dikutip Telset.id dari Gizmodo, Rabu (12/12/2018).

Namun, ia menambahkan bahwa secara internal Google telah mengembangkan dan melihat seperti apa tampilan mesin pencarian untuk negara tersebut. “Kami punya lebih dari 100 orang untuk mengerjakannya. Namun, rencana batal,” jelas Pichai.

Pichai bersumpah bakal sepenuhnya transparan dengan pembuat kebijakan jika perusahaan membawa produk pencarian ke China. Pada Agustus 2018 lalu, Pichai menulis surat untuk anggota parlemen AS terkait penyediaan mesin pencari di China.

Sebelumnya, jajaran eksekutif Google yang bertanggung jawab atas proyek Dragonfly begitu khawatir terhadap perlawanan para karyawan. Mereka pun mengisolasi karyawan dan mengabaikan prosedur perusahaan dalam penggarapannya.

{Baca juga: Lagi, Karyawan Google Protes Proyek Dragonfly untuk China}

Mereka secara sengaja mengisolasi tim-tim yang bekerja dalam proyek tersebut sehingga tidak bisa saling berkomunikasi. Mereka benar-benar ingin memastikan kerahasiaan proyek Dragonfly supaya tidak ada kemungkinan bocor ke dunia maya.

Para eksekutif berkomunikasi secara verbal dan sama sekali tidak menuliskan catatan selama pertemuan dengan tujuan mengurangi bukti. Scott Beaumont, eksekutif Google yang memimpin proyek Dragonfly, pun membatasi pemeriksaan privasi.

Ia bahkan melarang beberapa karyawan untuk ikut serta dalam pertemuan terkait proyek itu. Sebab, sejak rencana Google untuk masuk kembali ke China menjadi rahasia umum, kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menunjukkan ketidaksetujuannya. [SN/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Progate Cetak Talenta Digital Lewat Coding Experience Bootcamp

Telset.id, Jakarta - Progate bersama Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada (CfDS UGM) menggelar program CfDS UGM x...

Gojek Luncurkan GoService, Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan

Telset.id, Jakarta - Gojek bersama JumpaPay meluncurkan GoService. Layanan GoService akan memudahkan pengguna dalam membayar kewajiban pajak dan mengurus...

Pandemi Corona Bikin Anak-anak Ketagihan Akses Internet

Telset.id, Jakarta - Kaspersky menemukan fakta bahwa wabah Covid-19 atau virus corona telah mengubah kebiasaan banyak orang. Dalam laporannya,...

Gokil! Oppo akan Umumkan Teknologi Fast Charging 125W

Telset.id, Jakarta - Oppo menjadi salah satu perusahaan teknologi yang konsistem menghadirkan teknologi fast charging berkecepatan tinggi. Kini, Oppo bersiap...

Realme Indonesia akan Rilis HP Terbaru dengan Baterai 6.000 mAh

WTelset.id, Jakarta - Realme Indonesia segera menghadirkan HP terbaru dalam waktu dekat. Lewat teaser yang diunggah di media sosial. Realme...
- Advertisement -