Tewas Saat Dengar Musik

Remaja Malaysia Tewas Saat Dengar Musik di Smartphone

Penulis:Naufal Mamduh
Terbit:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Seorang remaja berusia 16 tahun asal Malaysia tewas saat dengar musik di smartphone menggunakan headphone. Dilaporkan, saat itu smartphone-nya sedang terhubung ke aliran listrik karena sedang diisi daya baterainya.

Dilansir Telset.id dari Ubergizmo, Kamis (06/12/2018), kasus ini pertama kali dilaporkan oleh sang ibu. DI pagi hari, ia melihat anaknya tk bergerak dan mengira jika anaknya sedang tertidur pulas.

Ia pun lantas pergi meninggalkan rumah. Namun karena merasa tidak nyaman, ia memutuskan untuk pulang pada sore hari dan memeriksa kondisi anaknya.

Saat melihat tubuh anaknya yang diam tak bergerak serta dingin, sang ibu memutuskan untuk memanggil pihak medis

{Baca juga: Duh! Pria Malaysia Tewas saat Charge Ponsel}

Berdasarkan media lokal Sinar Harian, petugas medis tidak menemukan adanya luka memar dan cedera apapun. Mereka hanya menemukan pendarahan di telinga kiri korban yang mengarah pada kesimpulan bahwa remaja tersebut meninggal karena tersengat listrik.

Dugaan tersebut diperkuat dengan hasil postmorfem di Rumah Sakit Tuanku Ja’afar, Malaysia. Kasus kematian akibatĀ smartphone di Malaysia sebenarnya sudah beberapa kali terjadi.

Pada Juni 2018 lalu seorang CEO perusahaan modal ventura asal Malaysia, Nazrin Hassan dilaporkan meninggal karena luka-luka akibat ponselnya meledak saat dia tidur.

{Baca juga: Ponsel Meledak, CEO Asal Malaysia jadi Korban}

Penyebab kematian pada awalnya, lantaran inhalasi asap. Akan tetapi menurut pernyataan yang dirilis oleh Cradle Fund – nama perusahaan yang dipimpin Hassan, Hassan meninggal karena ā€œkomplikasi luka ledakan yang disebabkan oleh telepon genggam yang meledakā€.

Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti jenis ponsel apa yang terlibat dalam kejadian yang mengenaskan itu. The Malaysian Insight melaporkan bahwa ā€œpesan dari keluarga yang telah beredar di media sosialā€ menyatakan Hassan memiliki dua telepon, satu perangkat BlackBerry dan satu Huawei.

ā€œKami tidak tahu yang mana yang meledak,ā€ kata pesan itu. Pemerintah lokal belum berkomitmen untuk penyebab kematian. (NM/FHP)