Telset.id, Jakarta ā Situs tanya jawab Quora mengklaim peretas telah membajak sistem dan menggasak data 100 juta pengguna. CEO perusahaan, Adam DāAngelo, mengatakan bahwa peristiwa itu diketahui pada Jumat (30/11/2018) lalu.
Informasi pengguna yang dicuri meliputi nama, alamat email, dan kata sandi yang terenkripsi dari jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Sebab, banyak pengguna yang menghubungkan akun Quora dengan berbagai media sosial.
Peretas bahkan mendapatkan informasi terkait aktivitas pengguna di Quora, seperti pertanyaan, jawaban, upvote, dan downvote. Namun begitu, pertanyaan dan jawaban yang dibuat secara anonim tidak terpengaruh oleh peretasan tersebut.
āKebanyakan konten yang diakses oleh peretas bisa dilihat oleh semua orang di Quora. Akan tetapi, kebocoran data dan informasi pribadi pengguna merupakan masalah serius,ā kata DāAngelo, dikutip Telset.id dari Gizmodo, Rabu (5/12/2018).
Quora berjanji akan memperingatkan para pengguna, disamping bakal mengeluarkan mereka dari akun secara otomatis. Selain itu, Quora juga melakukan penyelidikan sekaligus berupaya memperkuat sistem keamanan agar tak lagi jadi korban peretasan.
āKami percaya telah menemukan penyebab dari serangan itu. Kami telah mengambil langkah untuk mengatasinya. Namun demikian, penyelidikan masih berlanjut. Kami akan terus memperkuat keamanan sistem Quora,ā tambahĀ DāAngelo.
Quora merupakan ruang tanya jawab bagi para pengguna. Peretasan tersebut merupakan yang kali pertama terjadi. Quora berharap, peretasan itu tak membuat pengguna takut lantaran perusahaan berupaya memperbaiki sistem maupun keamanan. [SN/IF]




