Tesla Diskon Mobil Listrik Model X dan S untuk Pasar China

Telset.id, Jakarta  – Tesla memangkas harga mobil listrik buatannya demi mengatasi kebijakan tarif perdagangan akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS). Perusahaan otomotif milik Elon Musk tersebut mendiskon Tesla Model X dan S yang dijual di China.

Dilansir Reuters, seperti dikutip Telset.id pada Jumat (23/11/2018), Tesla akan menurunkan harga dua model mobil listrik itu antara 12 persen sampai 26 persen. Mereka ingin mobil buatannya terjangkau oleh konsumen pasar otomotif di Negeri Tirai Bambu.

Langkah tersebut dilakukan di tengah ketegangan perdagangan yang meningkat antara China dan Amerika Serikat. Akibatnya, berbagai barang impor ke AS terkena pajak tinggi, termasuk mobil. Tesla  telah mengimporkan semua mobil ke pasaran.

“Pemangkasan harga akan membuat banderol mobil kami lebih terjangkau bagi pelanggan di China,” ujar pihak Tesla. Keputusan itu juga menandai adanya pergeseran sikap perusahaan pada Juli 2018 menaikkan harga atas kenaikan tarif perdagangan di Amerika Serikat.

Perusahaan menaikan harga mobil Model X dan S mencapai 20 persen. Sebelum menaikkan harga pada Juli 2018, Mereka telah menurunkan beberapa model mobil di China pada Mei sesuai Beijing berencana menurunkan kebijakan tarif impor untuk penjualan otomotif.

Pabrikan milik Elon Musk ini telah bersikap waspada sejak bulan lalu demi menghadapi penerapan kebijakan baru yang memaksa perusahaan untuk mempercepat investasi di pabrik besar pertama di luar negeri, yaitu Shanghai China.

Baru-baru ini, Tesla telah meluncurkan pra-penjualan mobil seri 3 di China, yang dijual dengan harga mulai 540 ribu yuan atau USD 77.920 untuk versi penggerak roda ganda. Khusus mobil dengan versi performa, Tesla mematok harga 595 ribu yuan di pasaran China.

Sebelumnya dilaporkan bahwa sekitar 3000 mobil listrik direncanakan akan diproduksi pabrik Tesla di Shanghai, China, setiap minggunya. Rencana perusahaan ini diungkapkan media Sina, yang mengutip pengajuan izin perusahaan untuk komisi sekuritas dan bursa Amerika Serikat (SEC).

Produsen mobil listrik asal California itu menargetkan bisa meningkatkan angka produksi Tesla Model 3 hingga 10.000 unit per minggu. Jika ini terealisasi, artinya hampir hampir sepertiga dari kendaraan mereka akan dibuat di China dalam waktu dekat.

Juli lalu pemerintah Shanghai mengumumkan bahwa Tesla akan mendirikan pabrik super yang sepenuhnya dimiliki mereka, dengan kapasitas produksi sebesar 500.000 kendaraan setiap tahun. Pabrik mobil listrik ini dipastikan akan menjadi proyek manufaktur investasi asing terbesar di kota industri China tersebut.

Sebelumnya Tesla sudah memasarkan dua model mobil listriknya, yakni Model S dan Model X di China. Salah satu alasan membangun pabrik adalah karena negeri Panda itu merupakan pasar luar negeri paling besar bagi Tesla. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Canon Rilis EOS 1D X Mark III, Harga Rp 110 Juta!

Telset.id, Jakarta - Canon resmi mendatangkan kamera DSLR full-frame kelas teratas, yaitu Canon EOS 1D X Mark III, ke Indonesia....

Telkomsel Ikut Ramaikan Konser Head in The Clouds

Telset.id, Jakarta – Musisi bertaraf internasional seperti Rich Brian, NIKI, Stephanie Poetri, hingga Joji akan menyapa para penggemarnya di...

Waduh! Link Group WhatsApp Muncul di Pencarian Google

Telset.id, Jakarta – Bagi Anda pengguna WhatsApp kini harus berhati-hati mengundang orang ke Group WhatsApp dengan membagikan link. Pasalnya,...

Wakil Indonesia Jadi Runner Up di Imagine Cup Asia 2020

Telset.id, Jakarta - Tim Tulibot asal Indonesia berhasil meraih posisi runner-up di ajang Imagine Cup Asia 2020. Pencapaian ini...

Siap Manjakan Gamers, Segini Harga Asus ROG Theta 7.1

Telset.id, Jakarta - Melengkapi jajaran aksesoris gamingnya, Asus resmi mengumumkan kehadiran headset gaming berjuluk ROG Theta 7.1. Dijejali banyak...
- Advertisement -