Diprotes Karyawan, Microsoft Tetap Garap Proyek Militer AS

Telset.id, Jakarta – Microsoft rupanya tetap ikut menggarap proyek militer Amerika Serikat (AS), walaupun ditentang oleh para karyawan mereka dengan aksi demonstrasi penolakan. Proyek ini dinilai bisa memberikan keuntungan Microsoft dari berbagai sisi.

CEO Microsoft Satya Nadella dan Presiden dan Kepala Bagian Hukum Micosoft Brad Smith mengatakan bahwa perusahaan ini berkomitmen untuk menyelesaikan mega proyek Departemen Pertahanan AS yang disebut JEDI tersebut.

Sejumlah karyawan Microsoft dikabarkan menentang rencana Microsoft untuk menggarap proyek Joint Enterprise Defense Infrastructure atau cloud infrastruktur keamanan bersama dengan perusahaan (JEDI).

Awal bulan ini, Google dikabarkan mundur dari penawaran proyek tersebut karena adanya keberatan karyawan terhadap keterlibatan perusahaan dengan Project Maven yang digarap sebelumnya.

Selain itu para karyawan berpendapat proyek JEDI mungkin tidak selaras dengan prinsip etis Google pada penggunaan kecerdasan buatan (AI).

JEDI merupakan proyek pemindahan data internal dan kekuatan pemrosesan Pentagon dalam jumlah besar dan ke sistem cloud yang dioperasikan secara komersial. Kontraknya bisa bernilai hingga US$ 10 miliar atau mencapai Rp 152,1 triliun.

“Kami ingin orang-orang di negara ini, khususnya yang melayani negara ini mengetahui bahwa kami di Microsoft berada dibelakang mereka,” kata Smith dalam postingan resmi situs web perusahaan, seperti dilansir cnet.com, Sabtu (27/10/2018).

“Pentagon akan memiliki akses ke teknologi terbaik yang kami buat. Kami tidak meminta atau mengharapkan semua orang yang bekerja di Microsoft mendukung setiap posisi yang diambil oleh perusahaan.” imbuh dia.

Smith mengatakan bahwa jika karyawan ingin mengerjakan proyek lain, mereka bisa mencoba pindah ke bagian lain. Dia juga menjelaskan bahwa Microsoft tidak akan menghindar dari potensi masalah etika yang mungkin timbul dari proyek militer ini.

“Tetapi meninggalkan pasar ini mengurangi peluang kami untuk terlibat dalam debat publik mengenai bagaimana teknologi baru dapat digunakan dengan cara yang bertanggung jawab. Kami tidak akan meninggalkan masa depan,” tulis Smith. [WS/HBS]

Sumber: CNET

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Main Pokemon Go Bisa Turunkan Berat Badan Hingga 63,5 Kg?

Telset.id, Jakarta - Berat badan turun akibat main game, sebagian dari kita mungkin merasa ini sebagai sesuatu yang tidak...

Sah! Poco Resmi Pisah dari Xiaomi, Siapkan Poco F2

Telset.id, Jakarta - Setelah di tahun 2018 sempat disebut sebagai sub-brand Xiaomi, kini Poco akhirnya benar-benar resmi berpisah. Kabar...

Season 3 CoD Mobile Bawa Arena dan Mode Permainan Baru

Telset.id, Jakarta - Dirilis pada bulan Oktober 2019, game FPS Call of Duty Mobile terus melanjutkan kesuksesannya. Kini CoD...

Membuka Pesan WhatsApp yang Sudah Dihapus, Begini Caranya!

Telset.id,  Jakarta - Sebagian dari kita mungkin pernah dibuat penasaran oleh pesan WhatsApp yang tiba-tiba dihapus oleh pengirim, bahkan...

Louis Vuitton Garap Earphone TWS, Harganya Rp 14,8 Juta

Telset.id,  Jakarta - Earphone sepertinya tidak lagi  sekedar menjadi produk audio ataupun gadget. Lebih dari itu,  ini juga sudah...
- Advertisement -