Sindir Apple, Huawei Klaim Tak Perlambat Ponsel Lawas

Telset.id, Jakarta – Huawei mengklaim tidak pernah memperlambat ponsel besutannya demi mencari untung. Pernyataan disampaikan kepada Apple dan Samsung yang mendapat sanksi oleh Otoritas Persaingan Usaha Italia akibat terbukti memperlambat kinerja ponsel lawas mereka.

Apple dan Samsung baru saja dijatuhi denda oleh KPPU Italia dengan nilai total US$17 juta atau mencapai Rp 258 miliar karena terbukti memperlambat kinerja ponsel lamanya.

Dua hari lalu, otoritas kompetisi Italia mendenda Apple dan Samsung karena kedapatan memperlambat produk ponsel lawas mereka setelah melakukan penyelidikan secara kompleks dengan memaksa pembaruan perangkat lunak.

Tujuannya tak lain supaya pengguna ponsel lawas tersebut merasa jengkel dan akhirnya membeli produk ponsel anyar mereka, yang pastinya memiliki performa lebih cepat.

Klaim ini diposting Huawei dalam kicauan mereka melalui akun Twitter resmi Inggris, seperti dilansir phonearena.com, Jumat (26/10/2018).

Dalam postingannya produsen smartphone asal China ini menyatakan tidak akan pernah melambatkan ponsel buatannya untuk memaksa upgrade peningkatan. Cuitan tersebut bertepatan dengan dimulainya pengiriman Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro di Inggris hari ini.

Nah, momentum itu menjadi kesempatan raksasa teknologi tersebut untuk mempromosikan kecepatan perangkat flagship terbarunya dengan memberikan hastag #BornFastStaysFas dan #NeverSlowDown.

Aksi Huawei ini mengingatkan sindiran mereka pada dua perusahaan saingannya menjelang rilis Huawei P20 Pro Maret lalu, Waktu itu Huawei dengan sengaja mengemudikan truk iklan melalui toko Samsung dan Apple di Inggris yang mempromosikan smartphone.

September lalu, Huawei juga mengambil kesempatan dengan membagi power bank gratis untuk calon pembeli iPhone XS yang rela mengantri panjang untuk membeli smartphone mahal tersebut.

Baru-baru ini Huawei juga menyindir Apple dengan menampilkan foto Mate 20 Pro mengisi daya iPhone XS Max dengan memanfaatkan fitur isi ulang nirkabel anyar.

Huawei sendiri bukan tanpa masalah. Karena menurut laporan, Huawei Mate 20 dipasarkan secara ilegal di Amerika Serikat. Penyebabnya, kehadiran produk Huawei di pasar Negeri Paman Sam masih terbatas, karena adanya kekhawatiran keamanan nasional.

Pengumuman terbaru dari kantor pusat Huawei di China mengakui soal keterbatasan atau larangan penjualan perangkat Huawei di Amerika Serikat.

Huawei menyebut, konsumen di Amerika perlu mempertimbangkan saluran ritel alternatif, untuk membeli smartphone flagship Huawei tersebut.

Dilansir Telset.id dari Slashgear, Selasa (23/10/2018), Huawei juga baru-baru ini menyatakan tidak berencana untuk menjual seri Mate 20 di Amerika Serikat. Meski demikian, konsumen dapat membeli varian internasional melalui peritel online tertentu di sana.

Huawei mengaku tidak berkeberatan dengan praktik tersebut, walau mereka meminta konsumen berhati-hati dan wajib membaca informasi detil terkait dengan garansi dan dukungan jaringan. [WS/HBS]

Sumber: PhoneArena

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

5 Tips Biar Koneksi Internet Stabil Selama Video Conference

Telset.id - Selama work from home atau WFH, masalah yang biasanya terjadi adalah internet lambat alias lemot saat digunakan untuk...

Zoom Akui Salah, Panggilan Video Call Dialihkan ke China

Telset.id, Jakarta – Isu tak sedap masih terus menerpa Zoom. Kali ini, aplikasi video conference itu dihantam isu yang...

Ribuan Video Rapat Online Pengguna Zoom Bocor di Internet

Telset.id, Jakarta - Isu privasi pengguna Zoom seolah tak kunjung selesai. Dilaporkan, ribuan rekaman video rapat online milik pengguna...

Apple Produksi 20 Juta Pelindung Wajah untuk Tenaga Medis

Telset.id, Jakarta - Apple menjadi satu dari beberapa perusahaan teknologi yang turut produksi alat pelindung diri atau APD untuk...

Spotify Jadi Streaming Musik Terbesar, Kalahkan Apple Music dkk

Telset.id, Jakarta - Lembaga riset Counterpoint merilis laporan terkait layanan streaming musik berbayar di tahun 2019. Dalam laporan Counterpoint, Spotify...
- Advertisement -