Australia akan Larang Huawei Pasok Jaringan 5G

Telset.id, Jakarta – Kebijakan Amerika Serikat yang mencekal perusahaan-perusahaan China merembet pada “negara sekutunya”. Kali ini Australia yang akan mengeluarkan larangan pada Huawei untuk memasok jaringan broadband 5G di Negeri Kanguru itu.

Alasan utama Australia membuat aturan tersebut karena khawatir Huawei akan mengakses data-data rahasia pemerintah. Kekhawatiran Australia ini berdasar pada informasi yang menyebut bahwa negara-negara pemerintahan komunisme berpotensi meminta kepada Huawei untuk bekerja sama dengan badan intelijen guna memata-matai.

Karena itulah badan intelijen Australia khawatir ketergantungan operator (Australia) terhadap Huawei akan menjadi pintu masuk bagi pemerintah China untuk mengumpulkan data negara-negara lain, termasuk Australia.

Asal tahu saja, peraturan di China mewajibkan organisasi dan warga untuk membantu dan bekerja sama dengan badan intelijen negara. Mereka (warga China) harus membantu memberikan informasi intelijen.

Namun kecurigaan itu langsung dibantah oleh Kepala Huawei Australia, John Lord. Dia mengatakan, bahwa undang-undang yang berlaku di Beijing tidak berlaku untuk operasi di luar China. Jadi, ia berujar, Australia tak perlu khawatir.

Baru-baru ini, Huawei mengecam rencana Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat yang melarang perusahaan telekomunikasi menggunakan dana infrastruktur penting untuk belanja peralatan dan layanan dari China.

Maret 2018 lalu, FCC membuka masukan dari publik mengenai rancangan aturan yang akan melarang perusahaan telekomunikasi mengakses Dana Layanan Universal untuk belanja peralatan dari perusahaan telekomunikasi asal China.

“Elemen penting dari keamanan nasional kami adalah keamanan jaringan komunikasi Amerika Serikat. FCC tidak memiliki otoritas atau kapasitas untuk memecahkan masalah itu sendirian,” ujar pernyataan Huawei.

Langkah tersebut dilakukan setelah debat kongres selama berbulan-bulan mengenai apakah perusahaan seperti ZTE dan Huawei memiliki kemitraan kerja yang erat dengan pemerintah China.

Jika benar, anggota parlemen berpendapat bahwa data pengguna Amerika Serikat dapat dibagikan kepada pejabat China dan menimbulkan risiko keamanan yang signifikan. [SN/HBS]

Sumber: CNET

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Samsung Galaxy Tab S7+: Powerful dengan Spesifikasi Kelas Atas

Telset.id - Bukan cuma Samsung Galaxy Note 20 saja, Samsung pun kabarnya akan merilis tablet premium terbaru mereka, Galaxy...

Pencipta Lagu Anak, Papa T Bob Meninggal Dunia

Telset.id, Jakarta - Kabar duka menyelimuti industri musik Indonesia. Pencipta lagu anak, Erwanda Lukas atau dikenal dengan Papa T...

5 Tempat Looting Terbaik di Map Livik PUBG Mobile

Telset.id - Seperti yang kita ketahui bersama, PUBG Mobile baru saja menghadirkan map eksklusif baru yang dinamakan Livik. Nah,...

Garmin Buka Toko Resmi di Central Park Jakarta

Telset.id, Jakarta - Garmin Indonesia telah Brand Store ketiga yang berlokasi di Central Park Mall, Jakarta. Pada toko resmi...

Tegas! TikTok Hapus 49 Juta Video Sepanjang Tahun 2019

Telset.id, Jakarta - TikTok hapus lebih dari 49 juta video selama Juli hingga Desember 2019. Jutaan video itu dinilai...
- Advertisement -