Sering Curang, FCC Perketat Aturan Tarif Operator Seluler

Telset.id, Jakarta – Sebagai negara pionir dalam perkembangan informatika, Amerika memiliki teknologi dan layanan komunikasi yang lebih canggih dari negara-negara lain. Namun teknologi tersebut seringkali dimanfaatkan untuk berbuat curang, termasuk oleh para operator seluler dan perusahaan penyedia layanan internet demi meningkatkan keuntungannya.

Untuk itu, Komisi Komunikasi Federal (FCC) mengadopsi aturan baru yang akan mempersulit perusahaan telekomunikasi atau operator seluler dan penyedia layanan internet mengambil keuntungan dari mencurangi pelanggan mereka.

Menurut Digitaltrends, para operator selular dan penyedia internet di Amerika kerap menggunakan teknik penjualan yang tidak jujur yang dikenal sebagai “slamming” dan “cramming.”

Kecurangan dilakukan dengan menambahkan biaya tidak sah ke tagihan Anda pada akhir bulan seperti asuransi perangkat, fitur tambahan atau tagihan kredit yang tidak pernah benar-benar terwujud, meskipun dijanjikan terus oleh pihak penjual.

Praktek-praktek semacam ini paling sering ditemukan di toko-toko waralaba nirkabel, di mana rekan penjualannya mendapat gaji dari komisi dan kadang-kadang bahkan tidak dipekerjakan oleh perusahaan yang mereka klaim sebagai perwakilan. Bahkan seringkali ada pelanggan yang beralih ke program bundel tanpa persetujuan tertulis dari mereka.

Untuk itu FCC menyatakan bahwa aturan baru mereka akan melarang kecurangan yang dibuat selama penjualan via telpon. Organisasi ini juga meningkatkan perlindungan untuk konsumen yang menjadi korban praktik tidak jujur ​​tersebut.

Baca juga: Google Curi Data dan Kuota Internet Pengguna di Australia?

Slamming mengacu pada taktik curang ​​yang dirancang untuk mengelabui pelanggan yang tidak waspada untuk beralih ke penyedia layanan berbeda. Berdasarkan aturan baru, jika penjual diketahui curang ​​atau menipu saat mendapatkan izin pelanggan untuk beralih layanan, persetujuan pelanggan akan dicabut.

Selain itu, jika operator selular terbukti menyesatkan layanan verifikasi pihak ketiga, akses mereka ke layanan tersebut akan dicabut selama beberapa tahun.

Menurut FCC, perusahaan yang curang bahkan akan menghubungi pelanggan dan mengajukan pertanyaan yang tidak terkait dengan layanan mereka, lalu mengedit jawaban tersebut untuk menipu layanan verifikasi pihak ketiga.

Baca juga: Apple Akui Turunkan Performa iPhone Lawas

Walaupun praktik ini sudah melanggar hukum, tetapi FCC berharap bahwa aturan dan pedoman baru ini akan mempermudah penegakan peraturan yang ada dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen. [WS/HBS]

Sumber: Digital Trends

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Tips Hindari Serangan Cyber “APT” yang Mengancam Indonesia

Telset.id, Jakarta - Kaspersky mengungkapkan bahwa serangan Advanced Persistent Threats atau APT menjadi ancaman cyber yang serius dan lebih berbahaya bila dibandingkan dengan malware yang ada sekarang....

Sah! Aturan Blokir Ponsel BM Berlaku 18 April Mendatang

Telset.id, Jakarta - Menkominfo Johnny G. Plate memastikan aturan blokir ponsel BM atau black market melalui IMEI akan berlaku pada...

Waspada! Serangan Cyber Berbahaya Intai Pengguna di Indonesia

Telset.id, Jakarta - Kasperksy mengungkapkan adanya peningkatan serangan cyber berbahaya di Asia Tenggara yang terjadi sepanjang tahun 2019. Kaspersky mengatakan, serangan...

Tips Foto Bokeh dengan Smartphone, Biar Lebih Maksimal

Telset.id, Jakarta - Bokeh menjadi salah satu pengalaman fotografi yang umum digunakan pada smartphone saat ini. Tidak seperti dahulu...

Aplikasi Find My iPhone Ungkap Perampokan Berkedok Prostitusi

Telset.id, Jakarta - Fitur Find My iPhone dihadirkan Apple untuk membantu pengguna melacak  perangkat yang hilang atau salah taruh....
- Advertisement -