Indonesia Masuk 10 Negara Penyumbang Sampah Elektronik

Telset.id, Jakarta – Pertumbuhan perangkat elektronik di seluruh dunia telah berimbas semakin menumpuknya sampah elektronik yang kian meningkat setiap tahunnya. Bukan di negara maju saja, di negara berkembang pun turut andil dalam menyumbang peningkatan volume sampah elektronik.

Ironisnya, Indonesia masuk dalam 10 besar negara penyumbang elektronik terbesar di dunia. Fakta ini terungkap dalam laporan terbaru yang dirilis perusahaan analis Statista, diamana Indonesia berada di posisi 9 negara yang menyumbang sampah elektronik terbesar di dunia.

Dalam laporannya, Statista menyebutkan bahwa Indonesia pada tahun 2016 menyumbang sekitar 1,3 juta ton sampah elektronik, dengan rasio kg per kapita sekitar 4,9 poin. Tentu saja hal ini bukan hal yang membanggakan.

[Baca juga: Duh.. Asia Penyumbang Sampah Elektronik Terbesar]

Jika  di total, pada 2016 terdapat tumpukan sampah elektronik hingga 44,7 juta ton dari seluruh dunia. Jika dirata-ratakan, setiap orang pada 2016 menghasilkan sekitar 6,1 juta kg per tahun.

Yang lebih menyedihkan lagi, dari total 44,7 juta ton ini, hanya sekitar 20 persen sampah elektronik saja yang telah didaur ulang. Sedangkan 80 persen lainnya hanya dibiarkan menggunung.

“Masalah sampah elektronik dunia terus berkembang. Pengukuran sampah elektronik yang lebih baik sangat penting untuk menetapkan dan memantau target, dan mengidentifikasi kebijakan,” ujar Wakil Rektor Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jakob Rhyne.

[Baca juga: 10 Smartphone yang Paling Banyak Dicari di Indonesia]

Lebih lanjut Jakob menyatakan bahwa jika jumlah peningkatan sampah eletronik ini terus meningkat, maka akan muncul efek negatif terhadap kehidupan manusia.

“Perkiraan global dan regional yang ada berdasarkan statistik produksi dan perdagangan tidak mencakup secara memadai risiko kesehatan dan lingkungan dari penanganan dan pembuangan yang tidak aman melalui insinerasi atau penimbunan limbah,” pungkasnya. [NC/HBS]

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here