Red Hat Ajak Semua Operator Telko Gunakan NFV? Biar Pelanggan Happy!

Telset.id, Jakarta – Kami punya pertanyaan bagi Anda para pengguna smartphone seperti Android, iOS, atau Windows Phone, seberapa seringkah Anda melakukan panggilan telepon seperti biasa? Jika boleh menebak, kemungkinan jarang melakukannya kan?

Ya itu karena rata-rata saat ini pengguna smartphone lebih memilih menggunakan paket data internetnya untuk melakukan panggilan telepon dengan menggunakan aplikasi Over the Top (OTT) seperti WhatsApp, Line, BBM atau lainnya ketimbang menggunakan pulsa untuk melakukan panggilan telpon seperti biasa.

Memang boleh diakui, menelpon menggunakan aplikasi OTT tersebut dengna hanya menggunakan paket data internet bisa jauh lebih murah ketimbang menggunakan pulsa. Namun di sisi lain, para operator telko di merasa dirugikan karena pendapatannya di segmen voice dan SMS semakin menurun karena banyaknya pelanggan berkomunikasi dengan menggunakan aplikasi yang tadi disebutkan. Apalagi para operator ini juga kurang mendapatkan keuntungan dari akses layanan OTT ini yang digunakan para pelanggannya.

Menurut Country Manager Red Hat Indonesia, Rully Moulany, tentu para operator telko di Indonesia harus berpikir keras disaat banyak pelanggan mengharapkan biaya paket data semakin murah, pelayanan harus semakin baik, namun para pelaku operator telko juga harus menyelesaikan masalah kurangnya keuntungan akibat layanan OTT ini. Satu-satunya cara menurut Rully adalah dengan meng-efisienkan investasi yang mengalir untuk operator telko.

[Baca Juga: Operator Telko Harus jadi Microsoft Azure-nya Indonesia]

“Investasi di telko provider harus efisien, untuk itu mereka harus menggunakan open-source yang mampu menekan biaya hingga setengahnya,” jelas Rully di Jakarta, Selasa (31/01/2017).

Untungnya, lanjut menurut Rully, semua operator telko di Indonesia sudah mengadopsi solusi open-source khususnya dari Red Hat. Red Hat Indonesia sendiri menurutnya memiliki tiga solusi bagi industri telekomunikasi yakni virtualisasi fungsi jaringan atau Network Functions Virtualization (NFV), migrasi cloud, dan penyimpanan software-defined.

“Dari ketiga solusi, yang paling banyak digunakan operator telko adalah cloud,” kata Rully.

Menurutnya juga, khusus untuk solusi pertama yakni NFV, kedepannya diharapkan akan terus meningkat secara signifikan. Hal itu dikarenakan ketika para operator harus meningkatkan layanan bagi penggunanya, mereka juga harus bisa menekan biaya se-efisien mungkin. Tentu hal tersebut sulit untuk dilakukan, maka cara yang bisa digunakan adalah menggunakan teknologi NFV.

“Beberapa telko provider luar seperti Verizon misalnya, sudah menggunakan teknologi ini,” ujarnya. (FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Realme X50t 5G Siap Debut, Spek Mirip X50m 5G

Telset.id, Jakarta – Realme bisa kami sebut sebagai vendor yang paling aktif meluncurkan produk baru di 2020. Setelah baru...

LinkAja Layani Belanja Online di Pasar Tradisional

Telset.id, Jakarta - LinkAja bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghadirkan layanan belanja online di pasar tradisional. Total ada...

Trafik Data XL Axiata Naik 25% Selama Lebaran 2020

Telset.id, Jakarta - XL Axiata mencatat kenaikan trafik penggunaan layanan data selama lebaran 2020 di tengah pandemi Covid-19 atau...

10 Antivirus Paling Ringan Terbaik untuk PC yang Lemot

Telset.id - Sering kali aplikasi antivirus dianggap sebagai penyebab laptop atau PC menjadi lemot. Hal tersebut karena antivirus berjalan...

Cara Balas Pesan WhatsApp Otomatis di HP Android

Telset.id - Kerap terjadi ketika kita sedang sibuk dengan pekerjaan, sampai lupa balas pesan WhatsApp dari teman, keluarga, atau...
- Advertisement -