Snowden Tuding Google Allo ‘Alat Mata-mata’

Telset.id, Jakarta – Google baru saja meluncurkan layanan instant messaging terbarunya, Google Allo. Namun alih-alih menuai pujian, aplikasi ini malah dituding sebagai alat mata-mata yang dibuat Google untuk pemerintah AS. Tudingan tersebut diungkapkan oleh Edward Snowden, ahli keamanan yang juga adalah mantan kontraktor NSA.

Snowden mengatakan Google telah mengingkari janjinya untuk lebih melindungi penggunanya. Menurut pria yang masuk daftar buru FBI ini, Allow tak lebih dari sebuah ‘honeypot’ untuk upaya aksi mata-mata dari pemerintah AS.

Saat memperkenalkan Allow di konferensi pengembang Google I/O pada bulan Mei lalu, raksasa mesin pencarian ini memang pernah menjanjikan Allo akan dienkripsi dan mengklaim aman bagi pengguna.

Google menyebutkan Allo menggunakan enkripsi end-to-end, setidaknya melalui mode penyamaran (seperti Chrome). Anda juga akan dapat memutuskan berapa lama pesan bertahan. Fitur privasi ini mirip seperti yang dilakukan Facebook.

Google menjamin bahwa pesan yang dikirim atau log chat Allo tidak akan disimpan di tempat (server) yang bisa mereka lihat/ buka dan akan merahasiakan data identitas pengguna. Atau, pengguna bisa mengaktifkan Mode Incognito untuk mengenkripsi percakapan end-to-end dan Google tidak dapat membaca sama sekali.

[Baca juga: Google Allo Sudah Bisa Diunduh]

Namun sebulan kemudian, Google mengubah keputusannya untuk tidak menerapkan fitur privasi yang sudah mereka umumkan sebelumnya, dan memilih untuk menyimpan semua pesan non-Incognito secara default. Perubahan ini tidak pernah diumumkan Google ke pengguna saat Allo resmi diluncurkan.

Menurut Snowden, Allo saat ini sama saja dengan sebagian besar aplikasi chatting, karena menggunakan HTTPS untuk mengamankan transmisi antar perangkat.

Sederhananya, sistem pengamaan Allow hanya aman dari hacker, namun data tersebut sudah tersimpan di pusat data Google, dan bisa dibaca oleh siapa saja yang mendapatkan izin untuk membukanya dengan alasan keamanan, misalnya pemerintah atau pihak intelijen AS, seperti FBI dan NSA.

Seperti yang dikatakan Snowden, Allo pada dasarnya adalah ‘honeypot’ untuk upaya aksi mata-mata dari pemerintah AS. Informasi disimpan dengan cara yang diidentifikasi dan hanya menunggu perintah pengadilan untuk mengaksesnya.

Bekas agen NSA paling diburu pemerintah AS ini mengungkapkan bahwa tidak sulit mendapatkan perintah pengadilan untuk mendapatkan akses membuka data pengguna. Snowden mengatakan hampir semua dari 1.500 permintaan dari FBI dan NSA disetujui oleh pengadilan AS pada tahun lalu.

[Baca Juga: Akhirnya, Google Allo Dirilis Minggu Ini]

Namun bukan berarti Allo tidak aman sama sekali. Meski hadir dalam mode terpisah, tapi Allo tetap memberikan kemampuan enkripsi end-to-end melalui incognito chat. Lewat modus ini, percakapan pengguna bisa lebih terlindungi. [HBS]

 

SourceTNW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

3Doodler Ciptakan Printer 3D Khusus Anak-anak Playgroup

Telset.id, Jakarta - Printer 3D selalu dianggap sebagai hobi orang-orang dewasa. Namun, perusahaan bernama 3Doodler baru-baru ini mengumumkan peluncuran...

Cantik Banget! Begini Tampilan Galaxy Buds+ Warna Merah

Telset.id, Jakarta - Ketika pertama kali memboyong Galaxy Buds+, Samsung cuma menghadirkan tiga opsi warna saja, yakni putih, biru, dan...

Asyik! Galaxy S20 dan ROG Phone 2 Bisa Mainkan Game Google Stadia

Telset.id, Jakarta - Saat pertama kali diluncurkan ke hadapan publik, Google Stadia hanya bisa dimainkan terbatas di perangkat smartphone...

Yeayy! Pengguna Bisa “Cicip” Game Android Sebelum Download

Telset.id, Jakarta - Google ingin meningkatkan ekosistem game di Android agar semakin ramah bagi para gamers. Raksasa pencarian ini menghadirkan fitur game...

Batal Meluncur di MWC, Ini Jadwal Peluncuran Oppo Find X2

Telset.id, Jakarta - Peluncuran Oppo Find X2 seharusnya digelar di Barcelona, Spanyol pada 22 Februari. Namun, karena wabah virus Corona...
- Advertisement -