Roblox kembali memperkuat sistem keamanan untuk pengguna mudanya. Platform game online yang populer di kalangan anak-anak ini mengumumkan pembaruan fitur kontrol orang tua, memberikan lebih banyak kendali dan transparansi bagi para orang tua dalam memantau aktivitas anak mereka di dunia virtual.
Pembaruan “Safety Center” untuk Perlindungan Lebih Ketat
Setahun setelah meluncurkan pusat kontrol orang tua dalam aplikasi, Roblox kini menghadirkan sejumlah penyempurnaan. Salah satunya adalah kemampuan bagi orang tua untuk melihat daftar teman anak mereka dan memblokir pengguna tertentu. Jika seorang pengguna diblokir, mereka tidak lagi bisa mengirim pesan langsung kepada anak, dan anak harus meminta izin orang tua untuk membuka blokir.
Blokir Pengalaman Spesifik dalam Roblox
Selain memblokir pengguna, orang tua kini juga bisa membatasi akses anak ke pengalaman (experience) tertentu di Roblox. Meski sebelumnya sudah ada pembatasan konten berdasarkan rating usia, beberapa orang tua masih mengeluhkan munculnya konten yang tidak pantas dalam beberapa game. Dengan fitur baru ini, orang tua bisa secara aktif memilih pengalaman mana yang tidak boleh diakses anak mereka. Namun, perlu dicatat bahwa pembatasan ini akan otomatis hilang begitu anak berusia 13 tahun.
Analisis Waktu Bermain yang Lebih Detail
Roblox juga meningkatkan fitur pelacakan waktu layar (screen time) dengan memberikan data lebih rinci. Orang tua kini bisa melihat 20 pengalaman yang paling banyak dihabiskan anak mereka dalam seminggu terakhir, lengkap dengan durasi total. Dari menu ini, orang tua bisa langsung memblokir game atau pengalaman yang mencurigakan.
Latar Belakang Pembaruan Keamanan
Langkah Roblox ini tidak lepas dari meningkatnya kekhawatiran tentang dampak platform online terhadap anak-anak. Berbeda dengan media sosial yang umumnya membatasi usia pengguna di atas 13 tahun, Roblox justru menjadi rumah bagi jutaan anak di bawah usia tersebut. Pembaruan ini sekaligus merespons tekanan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, yang mendorong platform digital untuk lebih ketat dalam melindungi pengguna muda.
Di beberapa negara bagian AS, bahkan telah muncul regulasi yang mewajibkan verifikasi usia—meski beberapa di antaranya sempat dibatalkan. Sementara itu, di tingkat federal, ada usulan larangan total media sosial untuk anak di bawah 13 tahun. Dalam konteks ini, Roblox tampaknya berusaha mengambil langkah proaktif sebelum regulasi yang lebih ketat diberlakukan.
Dengan pembaruan ini, Roblox berharap bisa memberikan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna mudanya sekaligus menjawab kekhawatiran para orang tua. Namun, seberapa efektif langkah ini dalam menangkal risiko online bagi anak-anak? Jawabannya mungkin baru bisa terlihat seiring waktu.