Shokz OpenFit Air 2 earbuds open-ear dengan desain ringan untuk olahraga

Shokz OpenFit Air 2 Resmi, Bobot 17 Persen Lebih Ringan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Shokz OpenFit Air 2 hadir dengan bobot 17 persen lebih ringan, hanya 7,2 gram per unit
  • Desain open-ear mengurangi tekanan di telinga dan memudahkan akses ke suara sekitar
  • Dilengkapi driver Bassphere, algoritma OpenBass 2.0, dan speaker miring untuk kualitas audio
  • Baterai tahan 8 jam per charge, total 36 jam dengan casing, quick charge 10 menit untuk 3 jam
  • Mendukung Bluetooth 6.1 dan koneksi multipoint
  • Tersedia 27 Agustus dengan harga US$130
  • Shokz juga meluncurkan OpenRun Air 2 dengan desain konduksi tulang untuk pelari
  • OpenRun Air 2 baterai 10 jam, quick charge 5 menit untuk 2 jam, harga sama US$130

Telset.id – Shokz resmi memperkenalkan earbuds OpenFit Air 2, generasi terbaru yang membawa perubahan signifikan pada bobot perangkat. Dibandingkan pendahulunya, earbuds ini sekitar 17 persen lebih ringan dengan berat hanya 7,2 gram per unit, hampir setara dengan segenggam klip kertas. Peluncuran ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan saat beraktivitas dalam waktu lama.

Desain open-ear menjadi pembeda utama pada OpenFit Air 2. Karena tidak menciptakan segel di saluran telinga, pengguna tidak akan merasakan tekanan berlebih di dalam telinga. Bentuk ini juga memungkinkan akses lebih cepat ke suara sekitar, menjadikannya pilihan tepat untuk olahraga di luar ruangan, terutama di kota yang padat. Faktor kenyamanan ini pula yang membuat earbuds open-ear dari Shokz masuk dalam daftar headphone terbaik untuk lari.

Satu-satunya catatan dari desain ini adalah penggunaan ear-hook sebagai mekanisme pemasangan. Meski desain ergonomisnya menjanjikan kenyamanan jangka panjang, ear-hook berpotensi mengganggu pengguna kacamata atau topi tertentu. Calon pembeli disarankan untuk melihat langsung tampilan produk sebelum memutuskan membeli.

Dari sisi audio, Shokz menjanjikan peningkatan kualitas suara dengan klaim “bass lebih kaya” dan “suara lebih penuh”. OpenFit Air 2 mengandalkan driver audio proprietary Bassphere serta algoritma OpenBass 2.0. Terdapat pula speaker miring yang mengarahkan audio langsung ke telinga untuk pengalaman mendengar yang lebih natural.

Pengguna juga mendapatkan aplikasi pendamping dengan akses ke empat mode EQ preset dan dua profil EQ kustom. Fitur ini memungkinkan personalisasi suara sesuai preferensi masing-masing, termasuk untuk mereka yang ingin meningkatkan kualitas bass tanpa perlu mengganti perangkat.

Baca Juga:

Daya tahan baterai menjadi salah satu keunggulan utama produk ini. OpenFit Air 2 mampu bertahan delapan jam dalam sekali pengisian daya, dengan total hingga 36 jam pemakaian jika memperhitungkan casing pengisi daya yang disertakan. Tersedia pula fitur pengisian cepat 10 menit yang memberikan tiga jam waktu putar.

Untuk konektivitas, earbuds ini sudah mendukung Bluetooth 6.1 serta koneksi multipoint. Fitur multipoint memungkinkan perangkat terhubung ke dua sumber audio secara bersamaan, memudahkan pengguna berpindah antara laptop dan ponsel tanpa perlu menyambungkan ulang.

Shokz OpenFit Air 2 akan tersedia untuk dibeli pada 27 Agustus mendatang dengan harga US$130 atau sekitar Rp2 jutaan. Harga tersebut menempatkannya di segmen menengah untuk kategori earbuds open-ear.

Seorang pria muda mengenakan earbuds di hutan

Selain OpenFit Air 2, Shokz juga meluncurkan OpenRun Air 2 yang ditujukan khusus untuk pelari. Model ini memiliki desain melingkar di belakang kepala dengan fokus pada stabilitas dan meminimalkan pantulan saat berlari. OpenRun Air 2 juga lebih ringan dari generasi sebelumnya dan menggunakan driver konduksi tulang.

OpenRun Air 2 terhubung ke aplikasi Shokz untuk penyesuaian EQ. Baterainya bertahan sepuluh jam dalam sekali pengisian, dengan fitur pengisian cepat lima menit yang memberikan dua jam waktu putar. Untuk pengguna yang sering lupa mengisi daya, fitur ini cukup membantu.

Kedua produk tersebut, OpenFit Air 2 dan OpenRun Air 2, akan dirilis bersamaan pada 27 Agustus dengan harga identik, yaitu US$130. Strategi harga yang sama menunjukkan Shokz menyasar dua segmen berbeda namun dengan nilai yang setara.

Bagi pengguna yang baru pertama kali mencoba earbuds open-ear, penting untuk memahami perbedaan dengan model in-ear konvensional. Desain open-ear memang tidak memberikan isolasi suara penuh, tetapi justru menjadi keunggulan bagi mereka yang butuh kesadaran situasional tinggi. Sebagai perbandingan, pengguna yang lebih menyukai isolasi suara bisa mempertimbangkan tips memilih foam ear tips untuk earbuds in-ear mereka.

Kehadiran OpenFit Air 2 memperkuat posisi Shokz di pasar audio olahraga. Dengan bobot lebih ringan, fitur lengkap, dan harga kompetitif, produk ini menjadi opsi menarik bagi pelari dan pengguna aktif lainnya. Keputusan untuk memilih antara OpenFit Air 2 dan OpenRun Air 2 pada akhirnya bergantung pada preferensi desain dan kebutuhan spesifik masing-masing pengguna.

Ketersediaan di pasar Indonesia belum diumumkan secara resmi. Namun, mengingat Shokz telah memiliki monobrand store pertama di Indonesia melalui Erajaya, kemungkinan besar produk ini akan segera hadir di dalam negeri. Pengguna yang tertarik bisa memantau kanal resmi Shokz untuk informasi ketersediaan lebih lanjut.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.