Telset.id – GrapheneOS, sistem operasi Android open source yang berfokus pada keamanan dan privasi, akan resmi mendukung smartphone Motorola mulai tahun depan. Dukungan awal ini akan menyasar flagship tradisional Motorola terlebih dahulu, sebelum kemudian diperluas ke ponsel lipat dan model yang lebih terjangkau.
Kabar ini disampaikan langsung oleh GrapheneOS Foundation melalui utas di Mastodon. Organisasi tersebut mengonfirmasi bahwa mereka akan mendukung satu ponsel flagship Motorola bertipe slab terlebih dahulu. Setelah itu, dukungan akan menyusul untuk Razr Fold dan Razr Ultra, di mana Razr Ultra akan menjadi ponsel lipat tipe flip pertama yang resmi menjalankan GrapheneOS.
Langkah ini menjadi tonggak penting karena selama ini GrapheneOS hanya mendukung resmi lini Google Pixel. Dukungan terhadap Pixel sendiri masih berlanjut, dan organisasi tersebut mengonfirmasi rencana untuk menambahkan dukungan bagi seri Pixel 11 di masa depan.
Keputusan untuk berekspansi ke perangkat non-Pixel tidak lepas dari perubahan pada Android Open Source Project (AOSP) terkait dukungan untuk ponsel Pixel. GrapheneOS mencatat bahwa perubahan tersebut membuat perangkat Pixel kini “lebih sulit untuk didukung dengan baik dibandingkan banyak perangkat lainnya.” Sebaliknya, menurut GrapheneOS, “Motorola melakukan sebagian besar pekerjaan dalam memporting GrapheneOS ke perangkat mereka.”
Standar keamanan GrapheneOS memang dikenal sangat ketat dalam hal perangkat keras. Organisasi tersebut menyebut bahwa ponsel Motorola Signature dan Razr tahun ini “sangat dekat untuk memenuhi persyaratan kami,” namun masih kurang dalam hal dukungan matang untuk hardware memory tagging dan integrasi secure element.
GrapheneOS memperkirakan bahwa chip Qualcomm Snapdragon 8 Elite generasi berikutnya akan memenuhi standar tersebut. Inilah alasan mengapa mereka menargetkan ponsel Motorola tahun 2027 untuk dukungan awal. Dengan kata lain, pengguna harus menunggu hingga generasi chip terbaru hadir sebelum GrapheneOS resmi tersedia di perangkat Motorola.
Baca Juga:
Sebelumnya, pada awal bulan ini GrapheneOS telah mengonfirmasi bahwa perangkat Motorola pertama yang didukung adalah flagship dengan spesifikasi “lebih tinggi daripada Pixel dengan harga yang lebih mahal.” Ponsel yang lebih terjangkau memang masuk dalam peta jalan (roadmap), tetapi membutuhkan fitur keamanan yang lebih baik dari Qualcomm untuk chip kelas bawahnya.
Selain itu, Motorola juga perlu berinvestasi dalam dukungan perangkat lunak selama tujuh tahun untuk ponsel tersebut. Saat ini, Moto G Stylus seharga USD 499,99 yang dirilis tahun ini hanya menjanjikan dua kali peningkatan OS utama dan tiga tahun pembaruan keamanan. Angka ini masih jauh dari standar yang diinginkan GrapheneOS.
Kolaborasi antara Motorola dan GrapheneOS sebenarnya sudah diumumkan sejak Maret lalu. Kedua organisasi tersebut menyatakan akan “bekerja untuk memperkuat keamanan smartphone.” Namun, detail teknis dan jadwal dukungan baru terungkap secara lebih gamblang melalui utas Mastodon tersebut.
Langkah Motorola untuk berkolaborasi dengan GrapheneOS menunjukkan komitmen serius dalam hal keamanan perangkat. Dengan dukungan resmi GrapheneOS, pengguna Motorola nantinya akan mendapatkan alternatif sistem operasi yang jauh lebih privat dan aman dibandingkan antarmuka bawaan pabrikan.
Bagi pengguna yang sudah lama menantikan GrapheneOS di perangkat non-Pixel, kabar ini tentu menjadi angin segar. Namun, perlu dicatat bahwa dukungan awal hanya untuk flagship, dan pengguna ponsel kelas menengah Motorola harus bersabar lebih lama.
Dari sisi kompetisi, langkah ini juga menarik untuk dicermati. GrapheneOS selama ini identik dengan Google Pixel karena faktor keamanan perangkat kerasnya. Keputusan untuk membuka dukungan ke Motorola menandakan bahwa ekosistem Android open source semakin terbuka dan tidak lagi terpaku pada satu vendor.
Sementara itu, perubahan pada AOSP yang membuat Pixel lebih sulit didukung menjadi faktor pendorong utama ekspansi ini. GrapheneOS tampaknya ingin memastikan keberlangsungan proyek mereka dengan tidak bergantung sepenuhnya pada satu lini perangkat.
Kehadiran Razr Ultra sebagai ponsel lipat pertama yang didukung GrapheneOS juga menjadi catatan tersendiri. Ini menunjukkan bahwa sistem operasi keamanan tinggi tidak hanya bisa berjalan di perangkat konvensional, tetapi juga di perangkat dengan form factor yang lebih kompleks seperti ponsel lipat.
Meski demikian, GrapheneOS belum memberikan tanggal pasti kapan dukungan untuk Motorola akan diluncurkan secara resmi. Yang jelas, target awal mereka adalah ponsel Motorola yang dirilis pada 2027 dengan chip Snapdragon 8 Elite generasi berikutnya.
Bagi pengguna yang tertarik mencoba GrapheneOS di perangkat Motorola, perlu menunggu sekitar satu tahun lagi. Sambil menunggu, pengguna Pixel masih bisa menikmati dukungan GrapheneOS yang berjalan hingga saat ini.
Perkembangan ini juga menjadi sinyal bahwa permintaan akan Android yang bersih dan aman tanpa bloatware masih tinggi. GrapheneOS hadir sebagai jawaban bagi pengguna yang menginginkan kontrol penuh atas perangkat mereka tanpa kompromi keamanan.
Keputusan Motorola untuk membuka diri terhadap GrapheneOS juga bisa menjadi pembeda di pasar yang semakin kompetitif. Di tengah gempuran berbagai antarmuka pengguna yang sarat fitur, kehadiran opsi sistem operasi alternatif yang aman bisa menjadi nilai jual tersendiri.
Ke depannya, jika Qualcomm mampu memenuhi standar keamanan yang diminta GrapheneOS untuk chip kelas menengah, bukan tidak mungkin dukungan akan merambah ke lebih banyak lini produk Motorola. Namun, semua itu masih bergantung pada komitmen Motorola untuk menyediakan pembaruan perangkat lunak jangka panjang.
Satu hal yang pasti, kolaborasi antara Motorola dan GrapheneOS ini akan membuka babak baru dalam ekosistem Android. Pengguna kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menjalankan sistem operasi yang benar-benar memprioritaskan privasi dan keamanan.





Komentar
Belum ada komentar.