Telset.id – Amazon resmi menaikkan harga sejumlah perangkat terlarisnya, termasuk Kindle dan Kindle Paperwhite, hingga 60 persen. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya biaya komponen memori dan penyimpanan yang melanda industri teknologi global.
Kebijakan ini diterapkan Amazon secara senyap pada akhir pekan lalu tanpa pernyataan resmi. Namun, laman Fortune yang sedang melakukan review berhasil mendeteksi perubahan harga tersebut. Kenaikan tidak hanya menyentuh lini e-reader, tetapi juga perangkat smart home seperti Echo Dot, Echo Show, hingga Fire TV Stick.
Menurut laporan yang dikutip Telset.id, hanya Kindle Scribe versi premium yang tidak mengalami perubahan harga. Sementara itu, perangkat Ring doorbell menjadi satu-satunya lini produk Amazon yang tidak terkena penyesuaian harga.

Kenaikan harga ini terjadi di tengah tren serupa yang melanda industri teknologi. Apple sebelumnya juga menaikkan harga jajaran Mac, iPad, dan HomePod pada Juni lalu. Layanan streaming seperti Spotify dan YouTube Premium juga telah menyesuaikan tarif langganan mereka lebih awal tahun ini.
Berikut adalah daftar lengkap perangkat yang mengalami kenaikan harga:
- Echo Dot (Gen 5): dari $49.99 menjadi $79.99
- Echo Spot: dari $79.99 menjadi $109.99
- Echo Show 21: dari $399.99 menjadi $499.99
- Echo Dot Max: dari $99.99 menjadi $119.99
- Echo Show 15: dari $299.99 menjadi $349.99
- Echo Show 11: dari $219.99 menjadi $249.99
- Echo Show 8: dari $179.99 menjadi $199.99
- Fire TV Stick 4K Max: dari $59.99 menjadi $84.99
- Fire TV Stick HD: dari $34.99 menjadi $39.99
- Kindle (16GB): dari $109.99 menjadi $149.99
- Kindle Paperwhite (16GB): dari $159.99 menjadi $199.99
- eero 7 (3-pack): dari $349.99 menjadi $399.99
- eero Pro 7 (3-pack): dari $699.99 menjadi $799.99
Meski Amazon tidak memberikan penjelasan resmi, seorang juru bicara menyampaikan pernyataan kepada Fortune. Pihaknya mengungkapkan bahwa produk teknologi konsumen sedang “menghadapi kenaikan signifikan pada biaya komponen memori dan penyimpanan. Setelah menyerap kenaikan ini selama mungkin, kami akhirnya menyesuaikan harga di seluruh lini produk.”
Reaksi Pengguna dan Alternatif Pembelian
Kenaikan harga ini memicu reaksi negatif dari para pengguna Kindle. Pasalnya, e-reader buatan Amazon merupakan salah satu produk terlaris perusahaan. Para pengguna di platform Reddit ramai membanjiri forum dengan keluhan dan diskusi mengenai kebijakan ini.
Salah satu pengguna menulis, “Saya harap tidak ada yang membeli produk ini sehingga harganya turun.” Namun, di tengah keluhan tersebut, sejumlah pengguna lain justru berbagi cara untuk mendapatkan Kindle dengan harga lebih murah.
Banyak pengguna yang beralih ke situs diskon pihak ketiga untuk mendapatkan e-reader dengan harga lebih terjangkau. Salah satu rekomendasi yang muncul adalah Unclaimed Baggage, situs yang menjual barang-barang yang ditemukan di bagasi pesawat yang hilang. Sebagai contoh, Kindle Scribe Colorsoft yang dibanderol hampir $680 di Amazon, ditawarkan dengan harga setengahnya di situs tersebut.
Selain Unclaimed Baggage, para Redditor juga merekomendasikan Woot, situs diskon online yang dikelola Amazon. Platform ini menyediakan ratusan penawaran di berbagai produk elektronik. Keunggulan dari opsi pihak ketiga ini adalah tidak terbatas pada Kindle saja, melainkan juga mencakup perangkat lain yang terkena kenaikan harga.
Facebook Marketplace juga menjadi opsi yang tidak kalah menarik. Beberapa pengguna menyarankan untuk mencari penawaran gadget di platform tersebut, karena bisa saja ada tetangga yang ingin melepas perangkatnya dengan harga bersahabat.
Kenaikan harga yang terjadi pada produk entry-level seperti Echo Dot dan Kindle dasar terasa cukup memberatkan. Kedua perangkat ini merupakan model pemula di kategori masing-masing, dan kenaikan $30-$40 dirasa kurang proporsional. Meski Echo Dot adalah speaker dasar yang berfungsi baik, output audio dan fitur pintarnya dinilai tidak sebanding dengan harga di atas $50. Hal serupa berlaku untuk Kindle dasar yang hanya memiliki fungsi e-reader standar, dan pengguna tetap harus membayar lebih jika ingin bebas iklan.
Baca Juga:
Fenomena kenaikan harga ini sejalan dengan berita teknologi terbesar pekan ini yang didominasi isu ekonomi digital. Tren serupa juga terjadi di berbagai lini produk, termasuk kontrak buku yang terdampak dinamika industri kreatif digital.
Tahun 2026 memang menjadi tahun kenaikan harga di dunia teknologi. Selain Amazon dan Apple, Roku juga menaikkan harga produknya hingga 60 persen akibat kelangkaan memori. Pola ini menunjukkan bahwa tekanan biaya komponen kini menjadi tantangan bersama bagi seluruh pemain industri.
Bagi konsumen yang tetap ingin memiliki Kindle atau perangkat Amazon lainnya, opsi pihak ketiga seperti Unclaimed Baggage dan Woot bisa menjadi solusi cerdas. Namun, perlu diingat bahwa ketersediaan stok di platform tersebut tidak selalu menentu dan bergantung pada barang yang masuk.
Kenaikan harga ini menjadi pengingat bahwa biaya produksi perangkat elektronik sangat dipengaruhi oleh harga komponen global. Konsumen perlu lebih cermat dalam membandingkan harga dan mencari alternatif pembelian yang lebih terjangkau.





Komentar
Belum ada komentar.