Review Infinix Smart 2: Desain Kekinian, Kemampuan “Apa Adanya”

review Infinix Smart 2
Foto: Hendra Wiradi/Telset.id

Telset.id – Pasar smartphone low-end atau entry-level di Indonesia kedatangan anggota baru, yakni Infinix Smart 2. Smartphone ini dilepas dengan harga Rp 1,2 jutaan dan mengusung sejumlah fitur serta keunggulan yang dapat memikat para konsumen.

Meski dibanderol dengan harga yang terjangkau, namun akan cukup menarik untuk mencari tahu seperti apa sebenarnya Infinix Smart 2 dari berbagai sisi. Karenanya, kali ini Tim Telset.id akan mengulasnya lewat review Infinix Smart 2 berikut ini. Check this out!

Baca Juga: Review Asus Zenfone Live L1: Jagokan Multimedia, Harga Terjangkau

Desain

Saat ini, desain kekinian tidak hanya diadopsi oleh smartphone kelas menengah hingga kelas paling tinggi saja, tapi juga kelas low-end atau entry-level, seperti Infinix Smart 2. Smartphone tersebut mengusung desain layar memanjang berukuran 5,5 inci dengan resolusi HD+ (1.440 x 720 piksel) dan aspek rasio 18 : 9.

Bezel-nya terbilang cukup tipis di sisi kiri dan kanannya, serta cukup tebal di bagian atas dan bawahnya. Meski demikian, desain Infinix Smart 2 patut untuk diapresiasi, sebab dengan harga Rp 1,2 jutaan, Infinix seolah tak ingin membuat Smart 2 terlihat jadul, murah dan tertinggal dibandingkan seri smartphone lainnya.

Masih bagian depan, di bagian atas layarnya, terdapat kamera depan beresolusi 8MP, earpiece, sejumlah sensor dan juga dual LED Flash. Secara overall, bagian depan Infinix Smart 2 memang punya kemasan minimalis, tapi setidaknya mampu membuat pengguna dengan budget pas-pasan untuk mendapatkan smartphone dengan desain kekinian.

Pada awalnya, kami sempat bingung untuk mencari slot kartu SIM pada smartphone ini, karena punya kesan desain unibody. Tapi ternyata, Infinix Smart 2 mengusung desain semi-unibody yang artinya, cover belakang smartphone dapat dilepas untuk memasukkan kartu SIM dan microSD, namun pengguna tidak dapat mencopot baterai.

Cover body belakang Smart 2 terbuat dari plastik cukup tipis dengan warna hitam pekat dengan aksen doff. Kami ingatkan kepada Anda untuk hati-hati saat membuka cover ini, sebab jika Anda tak hati-hati, bisa saja cover tersebut akan rusak atau patah.

Desain belakang Infinix Smart 2 juga dikemas secara kekinian. Frame kamera dengan LED Flash di taruh secara vertikal di sisi kiri atas body smartphone. Kemudian di bagian kiri bawahnya, ada speaker yang disandingkan dengan logo “Smart”. Desain belakang smartphone itu dilengkapi dengan adanya logo “Infinix” di bagian tengah body-nya.

Menggunakan desain layar memanjang beraspek rasio 18 : 9, membuat dimensi Infinix Smart 2 lebih kompak dan mudah dioperasikan menggunakan satu tangan. Ukurannya pas alias tidak terlalu besar, dan tidak terlalu kekecilan. Intinya, enak dan nyaman untuk digunakan.

Spesifikasi

Jangan mengharapkan spesifikasi yang berlebih ketika Anda menggunakan Infinix Smart 2. Sebab, Smartphone tersebut hanya ditenagai oleh prosesor quad-core 1.5GHz MediaTek MT6739, RAM 2GB, ROM 16GB yang bisa diperluas hingga 128GB menggunakan microSD, baterai berkapasitas 3,050 mAh dan sistem operasi XOS berbasis Android Oreo.

Kami ingin membahas sistem operasi Infinix Smart 2 yang terbilang sederhana. Secara default, seluruh aplikasi akan disimpan di layar utama smartphone, sehingga membuatnya tampak tidak memiliki App Drawer, seperti jajaran smartphone menengah lain, seperti Xiaomi, dan lainnya.

Tapi sebenarnya, pengguna bisa menghilangkan ikon aplikasi di layar utama dan memanfaatkan App Drawer tersembunyi pada Infinix Smart 2. Seperti launcher kepunyaan Microsoft, pengguna hanya tinggal swipe ke atas untuk mengakses App Drawer.

Sayang, ada beberapa kekurangan yang kami rasakan ketika menggunakan Infinix Smart 2. Pertama, ada satu ikon aplikasi yang tidak bisa dihapus, yakni Freezer, yang sebenarnya merupakan fitur untuk menyimpan aplikasi yang jarang digunakan namun tidak ingin dihapus.

Kekurangan kedua adalah, terlalu banyak bloatware di dalam aplikasi ini yang membuat kinerja smartphone menjadi lambat dan cenderung nge-lag. Bloatware ini beberapa di antaranya dapat dihapus, tapi ada juga yang tidak bisa dihapus dan berjalan secara background, seperti XClub, XHide, dan XShare.

Kekurangan ketiga adalah, kerap ada iklan yang muncul di bar notifikasi smartphone. Iklan tersebut seperti adanya saran berita yang bisa diakses pengguna, sampai pilihan tema yang sebenarnya malah membuat kinerja smartphone makin lemot.

Yang menarik dari Infinix Smart 2 adalah adanya opsi keamanan lain, yakni Face Unlock. Memang, smartphone ini tidak memiliki sensor sidik jari, namun dengan keberadaan face unlock, pengguna bisa merasakan sensasi menggunakan smartphone menengah ke atas pada smartphone seharga Rp 1 jutaan.

Teknologi ini punya kecepatan respon yang cukup baik, dan tidak mudah ditipu apabila menggunakan gambar wajah pengguna yang dicetak di kertas foto maupun yang ditampilkan pada layar smartphone lainnya. Namun, karena tidak ada IR Camera, face unlock sulit digunakan saat tidak mendapatkan dukungan cahaya yang cukup.

Membahas soal performanya, kami menggunakan AnTuTu Benchmark versi 7 untuk mengetahuinya. Proses benchmark menggunakan aplikasi tersebut memakan waktu cukup lama, kami maklumi, karena spesifikasi smartphone ini terbilang “apa adanya”.

Berdasarkan aplikasi benchmark itu, Infinix Smart 2 meraih skor 43.722 poin. Sedangkan berdasarkan aplikasi benchmark Geekbench, Infinix Smart 2 bisa mendapatkan skor 643 poin Untuk single-core dan 1.725 poin Untuk multi-core.

Jangan harap Anda bisa lancar untuk memainkan beberapa game populer saat ini, semisal PUBG. Sebab, Smart 2 tampak kewalahan ketika menjalankan game tersebut. Namun, untuk berbagai game lainnya seperti game ber-genre MOBA misalnya, pengguna Smart 2 masih bisa memainkannya dengan cukup lancar.

Meski baterainya hanya berkapasitas 3,050 mAh saja, Infinix Smart 2 juga mampu menemani pengguna hampir seharian dengan catatan screen on time mencapai 9 jam. Kami simpulkan, performa Infinix Smart 2 dapat mendukung berbagai aktifitas serta “kebutuhan wajar” pengguna.

Kamera

Infinix Smart 2 punya kamera utama beresolusi 13MP dan sudah dibantu oleh adanya dual LED Flash. Infinix menyediakan sejumlah mode tambahan pengambilan gambar yang terbilang standar, yakni Panorama, Night, HDR dan juga Beauty.

Kamera belakang Smart 2 mampu menghasilkan foto yang lumayan baik untuk sebuah smartphone kelas Rp 1 jutaan. Apalagi, dengan adanya mode HDR, pengguna bisa mendapatkan foto yang cukup baik, meski lingkungan saat mengambil foto kekurangan cahaya.

Sementara kamera depannya, Infinix Smart 2 punya kamera beresolusi 8MP. Seperti smartphone masa kini, kamera depan Smart 2 punya sejumlah mode pengambilan gambar yang mampu memanjakan para pengguna yang suka selfie.

Seperti mode Bokeh misalnya, dengan menggunakan mode ini, pengguna bisa mendapatkan hasil foto bokeh yang cukup baik. Efek blur yang memisahkan background foto dan objek utama cukup rapi, meski tidak terlalu sempurna.

Harap maklum, karena yang terpenting, ada fitur kelas menengah yang terdapat pada smartphone ini. Kemudian, ada fitur Beauty yang punya 10 tingkat efek cantik yang dapat membuat wajah pengguna terlihat lebih mulus. Uniknya, fitur Beauty tetap memberikan hasil yang cukup natural, dan itu menjadi nilai tambah dari kami.

Bagi pengguna yang ingin memotret wefie atau selfie bersama teman-teman, mereka dapat memanfaatkan fitur WideSelfie, Sesuai namanya, jangkauan selfie akan jauh lebih besar, ketimbang menggunakan fitur selfie yang standar. Berikut beberapa foto yang kami ambil menggunakan kamera Infinix Smart 2:

Kesimpulan

Infinix seolah ingin membuat Infinix Smart 2 bisa diterima oleh semua kalangan yang ingin menggunakan atau memiliki smartphone berbasis sistem operasi Android. Meski punya harga yang terbilang terjangkau, Infinix tetap memperhatikan esensi desain yang kekinian untuk smartphone-nya ini.

Infinix Smart 2 juga bisa mendukung berbagai aktivitas standar para penggunanya. Semisal, chatting, berkomunikasi dengan teman-teman hingga keluarga, browsing, sampai bermain game ringan untuk membuang rasa bosan.

Ya, smartphone ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang punya budget antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 jutaan yang diisi berbagai smartphone lainnya seperti Asus ZenFone Live L1, Xiaomi Redmi 6A, dan lainnya. (FHP)

Kelebihan Kekurangan
  • Desain kekinian
  • Layar fullscreen
  • Kamera dengan dual LED Flash
  • Baterai tahan lama
  • Ada fitur Face Unlock
  • Terlalu banyak bloatware
  • Kerap muncul iklan
  • Body belakang plastik tipis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here