Review Asus Zenfone 5: Kerja Gegas, Desain Berkelas

Telset.id – Setelah meluncurkan Asus Zenfone Max Pro M1, Asus langsung gerak cepat dengan memperkenalkan seri Zenfone 5 beberapa waktu lalu. Smartphone ini bisa dibilang begitu spesial, sebab Zenfone 5 dikemas dengan tampilan yang benar-benar berbeda dibandingkan smartphone Asus sebelumnya.

Salah satu pembedanya adalah, Zenfone 5 mengadopsi “desain berponi” yang sebelumnya digunakan oleh beberapa smartphone terkini. Selain itu, Zenfone 5 juga kemungkinan akan jadi pesaing serius bagi berbagai smartphone mid-end ke atas.

Kenapa kami cukup yakin smartphone ini bisa menjadi kandidat kuat jadi pesaing di kelas mid-end? Ya, itu karena meski dibanderol dengan harga Rp 4,2 jutaan, ZenFone 5 menyuguhkan beragam fitur dan performa yang terbilang mumpuni.

Oleh sebab itu akan sangat menarik untuk membahas lebih mendalam smartphone berponi dari Asus ini. Well, buat Anda yang penasaran, silahkan simak ulasan lengkap dari Tim Telset.id dalam review Asus Zenfone 5 berikut ini.

Desain

Selama kami menggunakan smartphone ini kurang lebih seminggu lamanya, setidaknya ada tiga kesan yang kami alami ketika mencobanya. Kesan pertama adalah beda, yang mewakili banyak perubahan pada desain Zenfone 5, sehingga membuatnya begitu berbeda dibandingkan smartphone Asus lainnya.

Kesan beda itu pertama kali terlihat pada bagian depannya. Zenfone 5 mengusung desain memanjang dan memiliki notch di bagian atasnya. Ukuran notch-nya sedikit lebih besar dibandingkan kepunyaan Oppo F7 maupun Vivo V9 dan lebih kecil dibandingkan notch milik iPhone X.

Notch tersebut dimanfaatkan Asus sebagai tempat bagi sensor proximity, LED notifikasi, kamera depan dan juga earpiece. Yang menarik, jika diteliti lebih dekat, ternyata LED notifikasi Zenfone 5 ditanamkan di bagian dalam panel earpiece untuk memaksimalkan ruang pada notch smartphone ini.

Masih soal bagian depan, terlihat dengan jelas jika Asus Zenfone 5 memiliki bezel yang tipis di tiap sisinya. Memang tidak “setipis” iPhone X apalagi pada bagian dagunya, namun menurut kami tipisnya bezel Zenfone 5 patut untuk diapresiasi, karena membuat bentang layar terasa lebih maksimal.

Pindah ke bagian belakang, barulah kesan kedua yakni premium muncul. Asus Zenfone 5 dikemas dengan body berbahan dasar logam sebagai frame-nya dan Special Thermoplastic Polyurethane (TPU) dengan finishing menyerupai kaca atau glass-like untuk bagian belakangnya.

Sekedar informasi, TPU merupakan suatu bahan yang sebagian besarnya terbuat dari plastik. Bahan ini memiliki beragam keuntungan, seperti tahan goresan, dan jauh lebih elastis.

Bahan TPU juga tak jarang kerap digunakan sebagai lapisan pelindung bagi layar smartphone. Sebab, bahan ini mampu menyerap goresan kecil, seperti goresan yang disebabkan logam atau logam ringan.

Dengan penggunaan bahan itu, body belakang Zenfone 5 memberikan nuansa yang membuatnya terlihat mewah, premium dan terlihat tangguh. Body smartphone mampu memberikan refleksi warna yang berbeda-beda, tergantung pantulan cahaya yang mengenai body smartphone.

Namun yang kami suka adalah efek refleksi berbentuk bintang yang terpusat di sensor sidik jari Zenfone 5 yang membuatnya lebih berkarakter dan berbeda dibandingkan smartphone lain di kelasnya.

Kesan terakhir adalah nyaman digunakan. Ya, harus diakui, Zenfone 5 menjadi salah satu smartphone yang nyaman digunakan. Ada beberapa sebabnya, pertama karena smartphone ini cukup ringan dengan bobot sekitar 155 gram saja. Kedua, ukuran Zenfone 5 sangat pas untuk digenggam menggunakan satu tangan saja.

Kami pun membandingkannya dengan smartphone berukuran layar 5,5 inch dengan aspek rasio 16 : 9. Ketika disandingkan, ukuran Zenfone 5 bahkan sedikit lebih pendek dibandingkan smartphone 16 : 9 tersebut.

Dari ketiga kesan tadi, bisa ditarik satu kesimpulan, yakni Asus Zenfone 5 memiliki build quality yang sangat bagus. Ini menjadi nilai yang tambah bagi Asus yang memang terlihat serius menggarap desain Zenfone 5. Good job!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here