Bursa Bitcoin Bithumb Diretas, Rp 13,3 Miliar Raib

Bithumb

Telset.id, Jakarta – Tidak hanya mengincar sistem perbankan konvensional, aksi para hacker kini juga menyasar uang virtual. Tak tanggung-tanggung, Bithumb, salah satu cryptocurrencies exchange atau bursa Bitcoin terbesar di dunia ini telah berhasil dibobol hacker.

Bithumb merupakan bursa Bitcoin terbesar di Korea Selatan, dan juga salah satu bursa mata uang virtual terpenting dan terbesar keempat di dunia. Kabarnya, Bithumb menguasai kurang lebih 10% transaksi Bitcoin secara global.

Dilansir dari The Hacker News, akibat aksi perestasan ini, Bithumb disebutkan telah kehilangan lebih dari USD 1 juta mata uang virtual atau sekitar Rp 13,3 miliar.

Serangan ini berhasil mencuri miliaran won dari banyak akun pengguna Bithumb dengan berbagai variasi nilai. Bahkan kabarnya, ada satu pengguna Bithumb yang telah rugi senilai 10 juta won atau sekitar Rp 115 jutaan akibat serangan cyber ini.

[Baca juga: Ini 10 Negara Paling Gampang Dibobol Hacker, Indonesia?]

Selain uang yang jumlahnya tak sedikit berhasil digondol para hacker, aksi peretasan ini pun berhasil mencuri berbagai informasi pribadi pengguna, seperti alamat email, nomor ponsel, dan lainnya. Data yang berhasil dicuri ini milik 31.800 pengguna Bithumb atau sekitar 3% dari total pengguna.

Menurut pihak Bithumb, aksi peretasan ini kemungkinan karena disebabkan oleh komputer salah satu karyawannya yang telah diretas. Dari situlah hacker kemudian bisa melakukan serangan cyber yang cukup besar ini.

“PC karyawan, bukan server kantor pusat. Informasi pribadi seperti telepon genggam dan alamat email beberapa pengguna telah bocor,” jelas pihak Bithumb.

[Baca juga: 6 Kelompok Hacker Legendaris Paling Ditakuti]

Bithumb menjelaskan bahwa PC karyawan yang menjadi celah dari serangan ini memungkinkan para hacker untuk mendapatkan akses langsung ke akun pengguna.

Sehingga uang-uang virtual yang telah diambil merupakan hasil dari penggunaan disposable password atau One Time Password yang memang diwajibkan untuk melakukan transaksi online.

“Beberapa pengguna telah menemukan uangnya dicuri karena menggunakan disposable password yang dipakai dalam transaksi keuangan elektronik,” jelas Bithumb. (FHP/HBS)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here