Terciduk Pornografi Anak, Youtuber Ini Masuk Bui

Penulis:Naufal Mamduh
Terbit:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Pengadilan Amerika Serikat telah menjatuhkan hukuman penjara 10 tahun kepada musisi dan juga Youtuber, Austin Jones, terkait kasus pornografi Anak. Jones terbukti telah mengajak 6 anak perempuan di bawah umur untuk membuat video pornografi kepadanya.

Dilansir Telset.id dari Engadget pada Minggu (05/05/2019), dia juga mengakui menggunakan laman Facebook dan meminta gadis di bawah umur untuk mengirim foto dan video yang eksplisit, dan mengatakan bahwa ini adalah bagian dari peluang ke industri model.

Skandal Jones mulai terungkap pada tahun 2015. Seorang wanita muda mulai melaporkan perlakuan Jones terhadapnya dan mengajak korban lain untuk memberikan kesaksian. Karir Jones pun terpuruk dan pada tahun 2017 dia pun ditangkap oleh pihak yang berwajib.

{Baca juga:Ā Grup WhatsApp Masih Dipakai Sebar Video Pelecehan Anak}

Eksploitasi terhadap penggemar bukanlah cerita baru. Kasus Jones ini menyoroti bahaya dampak negatif dari internet. Teknologi ini bisa membuat public figure dekat dengan para penggemarnya. Tapi bagi orang-orang yang tidak bermoral, Internet bisa dipakai untuk mengambil keuntungan dari fans mereka.

Pornografi anak memang menjadi perhatian utama pelaku industri teknologi. Facebook pada Rabu (24/10/2018), mengatakan bahwa selama kuartal terakhir, mereka sudah menghapus lebih dari 8,7 juta foto vulgar anak-anak di bawah umur, berkat bantuanĀ Ā softwareĀ khusus.

{Baca juga:Ā Facebook Hapus Jutaan Foto Vulgar Anak-anak di Bawah Umur}

Facebook sebelumnya telah merahasiakanĀ software tersebut, yang dapat secara otomatis menandai unggahan yang melanggar aturan. SoftwareĀ berbasisĀ machine learningĀ ini, telah beroperasi selama setahun terakhir. Dengan menggunakannya, Facebook berhasil mengidentifikasi foto sensualĀ anak-anak.

DilansirĀ Telset.idĀ dariĀ CNBC, Kamis (25/10/2018),Ā software ini juga memungkinkan Facebook untuk mengidentifikasi pengguna yang sedang merayu atau berteman dengan anak-anak di bawah umur untuk eksploitasi seksual. [NM/HBS]

Sumber: Engadget