Temukan Bug di Google, Remaja Ini Diganjar Rp 505 Juta

Telset.id, Jakarta – Seorang remaja asal Uruguay bernama Ezequiel Pereira baru saja mendapat hadiah dari Google. Gara-garanya, ia berhasil menemukan bug yang memungkinkan hacker untuk menyerang sistem internal Google.

Bug tersebut ditemukan Pereira di awal tahun ini. Google menilai, penemuan bug itu mampu menyelesaikan masalah yang cukup serius yang mungkin dapat mengancam keamanan sistem internal mereka.

Sebenarnya, ini bukan pertama kali Pereira berhasil menemukan bug di Google. Dilansir dari Digital Trends, Pereira sudah menemukan lima bug pada sistem Google, dan temuan terakhir merupakan yang paling berharga, karena ia diganjar oleh Google dengan uang senilai USD 36.000 atau sekitar Rp 505 juta.

Pereira sendiri merupakan salah satu orang yang “rajin” membantu Google untuk menemukan bug yang tersembunyi di dalam sistemnya. Keinginannya untuk menemukan bug bermula ketika dirinya belum genap berumur 12 tahun.

Saat itu, ia mampu menemukan bug Google untuk pertama kalinya, dan mendapatkan hadiah sebesar USD 500 atau Rp 7 juta dari Google.

“Saya menemukan sesuatu secara cepat yang bernilai USD 500. Bagi saya, hal tersebut terasa luar biasa. Sejak saat itu, saya pun memutuskan terus mencoba mencari bug dan melaporkannya ke Google,” katanya.

Baca Juga: Microsoft Kasih Rp 3,4 Miliar untuk yang Temukan Bug Ini

Kegiatan pencarian bug di sistem Google pun berlanjut. Pada Juni tahun lalu misalnya, Pereira menemukan bug dan mendapatkan hadiah senilai USD 10.000 atau Rp 139 juta dari Google.

Ia lantas menggunakan sebagian dana tersebut untuk mengajukan permohonan beasiswa ke universitas di Amerika Serikat. Meski sayangnya, Pereira belum berhasil mewujudkan cita-cita itu.

Pereira juga merupakan anak muda yang cukup berprestasi dibidang pemrograman. Ia pertama kali diizinkan mengoperasikan komputer sejak berusia 10 tahun oleh kedua orang tuanya.

Setahun kemudian, ia telah mengenal dengan baik dunia pemrograman. Kemudian, Pereira langsung mendalami berbagai bahasa pemrograman selama bertahun-tahun dan mengikuti aneka kompetisi coding.

Baca Juga: Bahaya! Bug Spectre-NG Serang Prosesor Intel

Dari keikutsertaannya di kompetisi tersebut, Pereira berkesempatan berkunjung ke kantor Google di California, Amerika Serikat. Di sana, ia takjub melihat teknologi yang ada dan senang bukan kepalang bisa melihat apa yang selama ini ia impikan.

Sejauh ini, Pereira hanya mengirim temuan bug melalui Google Bug Bounty Program. Meski demikian, banyak perusahaan teknologi yang menawarkan hadiah serupa jika ia menemukan celah keamanan. Pereira pun juga mendorong kawan-kawannya untuk dapat melakukan hal serupa.

“Semua orang dapat mempelajari hal-hal ini,” ujarnya. (BA/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here