Bagi penggemar sepak bola, momen kontroversial seputar keputusan offside seringkali menjadi bahan perdebatan panas. Namun, Premier League—liga teratas Inggris—kini siap mengubah permainan dengan teknologi terbaru yang akan membuat proses penentuan offside lebih cepat dan akurat. Mulai 12 April 2025, liga ini akan mengadopsi Semi-Automated Offside Technology (SAOT), sebuah sistem canggih yang memanfaatkan pelacakan optik untuk menyederhanakan keputusan offside.
Bagaimana SAOT Bekerja?
SAOT mengandalkan jaringan hingga 30 kamera yang dipasang di bagian atas stadion Premier League. Kamera-kamera ini melacak posisi bola secara presisi dan mengumpulkan hingga 10.000 titik data permukaan untuk setiap pemain. Teknologi ini dikembangkan oleh Genius Sports, perusahaan yang menjelaskan bahwa SAOT “menyediakan penempatan garis offside virtual yang lebih efisien, menggunakan pelacakan optik pemain, serta menghasilkan grafis virtual untuk meningkatkan pengalaman penonton di stadion dan siaran langsung.”
Bagi yang belum familiar, offside dalam sepak bola terjadi ketika pemain penyerang berada lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan bola dan pemain bertahan kedua terakhir (biasanya kiper). Selama ini, Premier League mengandalkan Video Assistant Referee (VAR) untuk menentukan titik tendangan (saat bola dioper) dan menggambar garis kalibrasi untuk memeriksa posisi pemain. Proses ini kerap memakan waktu dan menimbulkan ketidakpuasan.
Percepatan 30 Detik dan Visualisasi yang Lebih Jelas
SAOT memangkas waktu proses dengan secara otomatis menyarankan titik tendangan dan membuat garis offside berdasarkan posisi pemain yang relevan. Meski begitu, tim VAR tetap memiliki hak untuk meninjau ulang saran algoritma sebelum menyetujuinya. Setelah keputusan final dibuat, visualisasi grafis akan ditampilkan di layar stadion dan siaran televisi untuk memudahkan penonton memahami keputusan wasit.
Grafis ini menampilkan dinding vertikal putih sebagai garis offside, dengan garis merah (offside) atau hijau (tidak offside) yang menunjukkan apakah pemain melanggar aturan. Premier League menyatakan bahwa teknologi ini tidak meningkatkan akurasi keputusan offside, tetapi mempercepat prosesnya rata-rata 30 detik—sebuah lompatan signifikan dalam dunia sepak bola modern yang mengutamakan kecepatan dan transparansi.
VAR Tetap Jadi Cadangan untuk Kasus Khusus
Meski SAOT menjadi andalan, VAR tidak akan sepenuhnya tergantikan. “Kebanyakan keputusan offside akan lebih cepat, tetapi VAR masih dapat digunakan sebagai cadangan jika diperlukan,” jelas Premier League. Situasi ini mungkin terjadi dalam kasus-kasus khusus, seperti ketika pandangan kamera terhalang oleh beberapa pemain.
SAOT bukanlah teknologi baru di dunia sepak bola. Sistem ini telah diuji coba di pertandingan non-resmi Premier League, Piala FA, serta digunakan di Piala Dunia 2022, Serie A, La Liga, dan Liga Champions. Namun, versi Premier League dikembangkan khusus oleh Genius Sports bersama PGMOL (organisasi wasit) dan liga itu sendiri. Uniknya, berbeda dengan adaptasi sebelumnya, Premier League tidak menggunakan chip di dalam bola.
Dengan kehadiran SAOT, Premier League semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu liga paling inovatif di dunia. Teknologi ini tidak hanya mempermudah kerja wasit, tetapi juga meningkatkan pengalaman penonton—baik di stadion maupun di rumah. Jadi, siap menyaksikan era baru sepak bola yang lebih cepat dan transparan?