Penyakit Misterius Muncul, FDA Larang Penggunaan Vape dengan THC

Telset.id, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan vape yang mengandung THC. THC atau Tetrahydrocannabinol sendiri merupakan senyawa aktif yang biasanya terdapat pada tanaman cannabis atau lebih dikenal ganja.

Imbauan FDA ini datang setelah penyelidikan mengenai penyakit paru-paru misterius yang tampaknya terkait dengan vaping ditemukan.

Bukan hanya itu, FDA juga menyebutkan bahwa setiap produk vaping yang dibeli dari sumber terlarang atau tidak dikenal juga harus dihindari.

Dilaporkan Gizmodo, Minggu (6/10/2019), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah mengidentifikasi lebih dari seribu kasus penyakit paru terkait vaping hingga saat ini, yang mengakibatkan 18 kematian.

Dua belas dari kematian ini telah dikaitkan dengan THC secara khusus, menurut laporan yang dikeluarkan CDC minggu lalu.

{Baca juga: Peneliti Ungkap Cairan Vape Bisa Merusak Paru-paru}

Masih menurut laporan, dari mereka yang terkena dampak, sebagian besar berusia di bawah 35, dan 70 persen adalah laki-laki, meskipun ada lebih banyak kematian yang tercatat di antara perempuan.

Sementara penyebab pasti dari penyakit ini masih belum diketahui, para peneliti federal telah menghubungkan 78 persen kasus dengan alat vaping THC. Tes laboratorium lain baru-baru ini juga menemukan aditif beracun dalam kartrid THC pasar gelap.

Selain menghindari vape yang mengandung THC alias ganja, FDA juga memperingatkan pengguna agar tidak menambahkan THC atau minyak lain ke produk vaping yang digunakan dan menegaskan bahwa wanita hamil dan remaja tidak boleh menggunakan vape sama sekali, baik dengan THC atau yang lainnya.

{Baca juga: Gila! Hacker Manfaatkan Vape untuk Sebar Malware}

“Lebih banyak informasi diperlukan untuk lebih memahami apakah ada hubungan antara produk atau zat tertentu dan penyakit yang dilaporkan,” tulis FDA.

“Untuk membantu mengumpulkan dan menganalisis informasi sebanyak mungkin, FDA bekerja sama dengan mitra federal dan negara bagian untuk mengidentifikasi produk atau zat yang mungkin menyebabkan penyakit,” sambung mereka.

Pemerintah negara bagian telah mulai mengambil tindakan pencegahan dalam beberapa minggu terakhir. Wabah baru ini sendirisemakin memperparah kekhawatiran yang tersebar luas bahwa iklan untuk produk vaping yang berpotensi membuat kecanduan menargetkan remaja.

New York dan Michigan telah melarang vape nikotin rasa yang populer di kalangan remaja. Sementara Gubernur Massachusetts lebih ekstrem lagi, memberlakukan larangan empat bulan untuk semua produk vaping. Di Indonesia bagaimana? [IF/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here