PBB: Lapisan Ozon Bisa “Sembuh Total” di Tahun 2060

Telset.id, Jakarta – Ada kabar gembira terkait isu lingkungan yang melanda Bumi selama bertahun-tahun ini. Kabarnya, lapisan ozon yang rusak akibat banyaknya polusi udara di Bumi bisa pulih, sebelum akhirnya benar-benar “sembuh” total tahun 2060 mendatang.

Seperti diketahui sejak tahun 1987 banyak negara di dunia turut serta dalam penandatanganan Protokol Montreal untuk mencegah kerusakan ozon.

Protokol Montreal merupakan komitmen dari banyak negara di dunia untuk mengurangi produksi zat kimia yang bisa menyebabkan kerusakan lingkungan, khususnya pada lapisan ozon.

Pasca protokol tersebut maka banyak komunitas global yang berusaha untuk menghentikan produksi zat tersebut. Hasilnya pun cukup baik.

Dilansir Telset.id dari IFLScience pada Selasa (06/11), pihak Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) menulis jika untuk tahun 2018, tingkat ozon di bagian stratosfer telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan pada tingkat 1-3 persen sejak tahun 2000.

Menurut PBB jika peningkatan tersebut berjalan stabil maka belahan bumi utara dan bagian ozon lintang tengah sepenuhnya akan pulih pada tahun 2030, ozon sebelah selatan sembuh pada tahun 2050 dan daerah kutub sebelum 2060.

“Protokol Montreal adalah salah satu perjanjian multilateral yang paling sukses dalam sejarah karena suatu alasan,” ucap Erik Solheim selaku kepala Lingkungan PBB.

Tetapi ada fakta lain yang terungkap. Kabarnya justru telah terjadi peningkatan tak terduga terhadap emisi global seperti klorofluorokarbon atau CFC-11 sejak 2012 yang berakibat pada pemulihan lapisan ozon.

Walaupun begitu, Erik tampaknya tetap optimis jika masyarakat dunia akan tetap berfokus pada protokol Montreal demi lingkungan dunia yang lebih baik.

“Campuran antara ilmu pengetahuan dan tindakan kolaboratif yang telah menetapkan protokol Montreal selama lebih dari 30 tahun siap untuk menyembuhkan lapisan ozon kami untuk kondisi iklim di masa depan,” ucap Erik.

Sebelumnya, muncul juga kabar jika Protokol Montreal akan diamandemen pada tahun 2019 mendatang. Revisi sendiri akan berfokus pada penambahan target dan jadwal khusus dalam menemukan solusi alternatif ramah lingkungan untuk Hidrofluorokarbon (HFC).

Nantinya negara-negara kaya yang menandatangani protokol Montreal didorong untuk memberikan bantuan keuangan kepada negara-negara miskin supaya negara tersebut dapat beralih ke produk ramah lingkungan.

Jika hal itu terjadi, maka PBB memprediksi dapat menghindari hingga 0,4 persen serta menjaga kenaikan suhu global jauh dibawah 2 derajat celcius seperti ketentuan traktat tersebut. [NM/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here