Pakai Facial Recognition, Sekolah Ini Bikin Muridnya “Mati Gaya”

Telset.id, Jakarta – Hangzhou No 11 High School, sebuah sekolah menengah di China, memanfaatkan teknologi Facial Recognition atau pemindai wajah guna memantau serta menganalisa perilaku para siswa di China. Setiap 30 detik, teknologi tersebut memindai ruang kelas sekaligus merekam ekspresi wajah para murid.

Menurut Business Insider, teknologi pemindai wajah yang dipakai di sekolah itu terkoneksi dengan komputer. CPU komputer nantinya bertugas memilah ekspresi raut para siswa untuk dimasukkan ke beberapa kategori, meliputi senang, marah, takut, bingung, atau kesal.

Sistem pemindai wajah juga mencatat tindakan para siswa ketika sedang menulis, membaca, mengangkat tangan, atau bahkan tidur di meja. Sistem tersebut mencatat pula kehadiran siswa. Teknologi itu juga dipakai dalam pembagian makan siang gratis di kantin atau peminjaman buku di perpustakaan.

Wakil kepala Hangzhou No 11 High School mengatakan bahwa penerapan teknologi pemindai wajah tetap memperhatikan privasi setiap siswa. Komputer yang terkoneksi dengan sistem sama sekali tidak menyimpan gambar. Semua data tersimpan rapat di server khusus.

Adopsi teknologi pemindai wajah bagi masyarakat di China memang bukanlah hal baru. Untuk memantau para penjahat, kepolisian di China sudah menerapkan teknologi serupa. Teknologi itu terbukti bisa membantu polisi menangkap seorang buronan yang terlihat di antara 50.000 orang penonton saat menghadiri konser musik.

Buronan itu ditangkap dengan bantuan teknologi pengenalan wajah yang sangat akurat. Sang burunan ditangkap saat menghadiri konser artis terkenal Hong Kong, Jacky Cheung di Nanchang, provinsi Jiangxi. Walau tidak mengungkapkan identitas secara lengkap, polisi menyebut nama keluarganya Ao.

Kemungkinan, Ao mengira dirinya aman menghadiri acara yang sangat ramai karena bisa bersembunyi dari identifikasi pihak berwenang. Padahal kepolisian tidak perlu repot mengidentifikasi dengan adanya teknologi canggih tersebut.

Baca juga: Berkat Teknologi Pemindai Wajah, Buronan Diciduk saat Nonton Konser

Kementerian Keamanan Publik China meluncurkan teknologi pengenalan wajah pada 2015. Teknologi itu juga telah digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda. Awal tahun ini, polisi di Beijing memadukan teknologi tersebut dengan kacamata pintar, yang memungkinkan pengidentifikasian individu dan mencocokkannya dengan database kepolisian.

Tak hanya untuk mencari penjahat, bahkan teknologi yang sama juga diterapkan di kamar kecil supaya penggunanya tidak terlalu banyak membuang kertas toilet. Presiden China, Xi Jinping, sangat antusias dengan teknologi kecerdasan buatan, termasuk pengenalan wajah untuk melacak perilaku yang bertentangan dengan kepentingan Partai Komunis. [SN/HBS]

Sumber: Business Insider

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here