Momen Langka Paus Abu-abu Terekam Drone

Telset.id,Jakarta – Para peneliti dari Marine Mammal Institute di Oregon State University di Amerika Serikat, telah berhasil memfilmkan momen langka paus abu-abu yang sangat jarang bisa didapatkan. Mereka berhasil mendokumentasikan 24 jenis perilaku paus abu-abu menggunakan drone.

Di dalam dokumentasi video, makhluk raksasa tersebut terlihat sedang berenang terbalik, melakukan headstands sampai mengeluarkan kotorannya ke udara. Tentu saja, dokumentasi video ini sangat penting bagi para ilmuwan, sebab dapat memberikan perspektif baru pada hewan-hewan yang jarang tertangkap kamera.

“Awalnya kami mulai menggunakan drone untuk mengamati kondisi fisik paus. Tapi segera kami menemukan bahwa drone juga dapat memberi kami wawasan baru yang menakjubkan tentang perilaku ikan paus, tanpa mengganggu mereka dalam prosesnya,” kata Leigh Torres, peneliti Marine Mammal Institute, seperti dikutip dari Metro, Minggu (16/09/2018).

Baca Juga: Video Ini Tunjukkan Kemampuan Kamera iPhone Xs

Dia menuturkan, seekor paus abu-abu dapat tumbuh sekitar 15 meter panjangnya dan memiliki berat mencapai 36 ton. Paus dapat hidup antara 55 hingga 70 tahun, tetapi seperti semua satwa laut, habitat paus kini terancam.

Terhitung, selama periode enam bulan, para peneliti mendapatkan penampakan perilaku paus sebanyak 53 kali. Itu karena, paus abu-abu jarang muncul ke permukaan, sehingga dengan memiliki “mata di langit” tim peneliti bisa mendapatkan pandangan terbaik.

“Selama penelitian ini, kami hanya melihat mungkin 10 persen dari kehidupan paus saat berada di permukaan,” ungkap Torres.

Baca Juga: Hello Kitty Jadi Vlogger, Bikin Video yang Inspiratif 

Menurutnya, timnya dapat mengamati periode yang lebih lama dan mendeteksi perilaku baru, misalnya headstands, di mana paus mengarahkan kepala dan mulutnya ke karang, celah, dan substrat untuk mencari makan.

“Anehnya, kami juga telah merekam paus yang sedang berenang miring, membuka rahang saat akan memangsa, atau bahkan berenang terbalik. Kami tidak yakin mengapa paus berenang terbalik selama tiga menit, tetapi satu hipotesis kami itu akan membantu mata mereka lebih fokus,” jelasnya.

Sementara ini, Torres dan peneliti lainnya masih fokus pada paus abu-abu dan biru. Penggunan drone untuk pemantauan spesies laut lainnya, seperti hiu, kura-kura dan lumba-lumba juga dapat diterapkan.

Baca Juga: Penjahat Siber Peras Penyuka Video Porno Rp 7,3 Miliar

“Sebagian besar hewan laut bergerak cepat dan mereka tidak dapat diprediksi. Tetapi dengan drone, anda dapat melihat ke bawah ke air dengan cukup jelas dan mendapatkan wawasan tentang bagaimana satwa laut menjalani kehidupan mereka,” pungkas Torres. (BA/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here