Mengenal Yusaku Maezawa, Penumpang Pertama SpaceX ke Bulan

Yusaku Maezawa

Telset.id, Jakarta – Nama Yusaku Maezawa muncul ketika SpaceX mengungkapkan penumpang pertamanya ke Bulan. Kekayaannya tidak main-main, karena ia juga turut membiayai para seniman yang akan ia bawa pada perjalanan tersebut. Namun, siapakah sosok pria yang akan menyusul Neil Armstrong ke Bulan ini?

Yusaku Maezawa adalah seorang miliarder Jepang dan pendiri Zozotown, butik online terbesar di Jepang. Di acara SpaceX hari Senin (17/09/2018) lalu, pria 42 tahun ini menyebutkan bahwa ia dulu seorang skateboarder dan tertarik dengan budaya Amerika.

Setelah menghabiskan enam bulan di Amerika Serikat, ia kembali ke Jepang dan mulai merintis band bernama Switch Style, dan berperan sebagai pemain drum. Kemudian di tahun 1998, ia mendirikan bisnis pesanan lewat pos bernama Start Today sebelum ia berpindah platform ke online.

Baca Juga: Miliarder Jepang jadi Penumpang Pertama SpaceX ke Bulan

Popularitas band Switch Style makin meningkat lewat lagu-lagu mereka yang ber-genre punk rock. Seiring kepopuleran band-nya, Maezawa dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa dirinya tetap memimpin Start Today sampai meraih kesuksesan.

Merasa tak mampu menjalani keduanya, akhirnya Maezawa memutuskan untuk keluar dari Switch Style dan fokus pada bisnis online-nya. Ide bisnis Maezawa berlanjut pada tahun 2004, ketika dirinya meluncurkan butik online bernama Zozotown.

Zozotown berhasil meraih kesuksesan dengan penjualan mencapai USD 76 miliar atau sekitar Rp 1.130,2 triliun pada tahun lalu. Hal itu juga membawa nama Maezawa menjadi orang terkaya ke-18 di Jepang dengan kekayaan sebesar USD 2,7 miliar atau setara dengan Rp 40,1 triliun dan menjadi orang terkaya ke-59 di bidang teknologi.

Baca Juga: SpaceX Dapatkan Penumpang Pertama ke Bulan

Selain ketertarikannya terhadap bisnis, Maezawa juga merupakan kolektor seni yang tak segan untuk menghabiskan uang hingga jutaan dolar. Salah satu karya termahal yang ia miliki adalah dua lukisan Jean-Michel Basquiat yang dibelinya pada tahun 2016 dengan harga USD 57,3 juta atau Rp 852,1 miliar dan tahun 2017 dengan harga USD 110,5 juta atau Rp 1,6 triliun.

Di tahun 2012, Maezawa mendirikan Contemporary Art Foundation yang bertujuan untuk mempopulerkan dan mengembangkan pengetahuan serta edukasi terhadap seni kontemporer. Yayasan tersebut juga memberikan dana bantuan bagi seniman dan musisi muda.

Selain itu, Maezawa juga berencana untuk membangun museum seni di tempat kelahirannya, Chiba, Jepang. Ketertarikan Maezawa terhadap seni merupakan salah satu faktor kunci yang mendorongnya untuk melakukan perjalanan ke Bulan.

Baca Juga: SpaceX akan Kirim Satelit Milik Angkatan Udara AS

Maezawa menamakan misinya dengan tagar #dearMoon. Ia mengajak enam hingga delapan orang seniman untuk melakukan perjalanan ke Bulan menggunakan Big Falcon Rocket milik SpaceX.

Seniman yang ia berangkatkan secara gratis itu merupakan orang-orang yang bekerja sebagai pelukis, fotografer, musisi, sutradara film, perancang busana, dan arsitek. Namun ketika mereka kembali ke Bumi, Maezawa berharap para seniman ini dapat menghasilkan karya berdasarkan pengalaman mereka ke Bulan.

“Satu hari ketika saya menatap salah satu lukisannya, saya membayangkan, bagaimana jika Basquiat pergi ke luar angkasa? Mahakarya apa yang mungkin ia ciptakan?” ujarnya, seperti dikutip dari CNET, Rabu (19/09/2018).

Baca Juga: SpaceX Buka Lowongan 543 Karyawan Baru, Berminat?

“Saya tidak dapat melepaskan kesempatan untuk melihat Bulan dari dekat dan di saat yang sama, saya tidak ingin merasakan pengalaman yang menakjubkan itu sendirian. Rasanya sepi. Saya tidak suka sendirian. Saya ingin berbagi pengalaman dan banyak hal,” lanjutnya.

Uniknya, ia seperti “memaksa” para seniman yang ingin ia ajak agar menerima tawarannya untuk menemaninya melakukan perjalanan ke Bulan.

“Tolong katakan iya, jika Anda mendengar (permintaan) dari saya,” tutup Maezawa saat acara SpaceX. (AU/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here