Keren! Universitas di Kanada Ciptakan Bioprinter Portabel Penyembuh Luka

Telset.id, Jakarta – Perkembangan teknologi sepertinya tak hanya terjadi pada sektor informatika, tetapi juga bidang-bidang lainnya. Yang terbaru adalah terobosan teknologi kesehatan yang dilakukan oleh Universitas Toronto di Kanada.

Menurut laporan, para insinyur di institusi pendidikan tinggi ini berhasil menciptakan alat bioprinter yang dapat menghasilkan selembar jaringan kulit untuk menutupi luka. Alat printer kulit 3 dimensi (3D) ini dapat dengan jelas membentuk jaringan in situ, menyimpan dan menempelkan di tempat luka dalam waktu tak sampai dua menit.

Sepintas, ini mengingatkan pada gadget di film-film fiksi ilmiah seperti Star Trek. Tapi itu adalah bagian nyata dari penelitian yang dilakukan Universitas Toronto.

Menurut penciptanya, seperti dilansir digitaltrends, Selasa (8/5/2018), perangkat ini bisa berfungsi sebagai alternatif masa depan untuk cangkok kulit biasa. Tapi syaratnya pasien harus memiliki kulit yang sehat di bagian tubuh lain untuk dicangkok karena alat ini dapat memproduksi lapisan baru “bio ink” berbasis jaringan kulit yang dicetak 3D ke area yang diperlukan.

Sebenarnya, alat bioprinter sudah diciptakan oleh institusi lain, namun ukurannya besar. Sedangkan alat yang diciptakan Universitas Toronto jauh lebih kecil dan mudah dibawa kemana-mana alias portabel, dengan berat hanya sekitar 2 pon atau hampir 1 kg.

Tak hanya mudah dibawa, perangkat tersebut juga hanya membutuhkan sedikit pelatihan untuk bisa digunakan. Meskipun belum diuji pada manusia, tapi alat ini sudah terbukti berfungsi saat menambal luka pada tikus dan babi percobaan.

“Kami sekarang fokus pada luka bakar, bekerja sama dengan Dr. Marc Jeschke dari Ross-Tilley Burn Centre di Sunnybrook Hospital. Instrumen genggam pada akhirnya memungkinkan merancang jaringan kulit untuk pasien luka dan spesifik,” ujar Profesor Mekanik dan Teknik Mesin Institut Teknik Biomaterial dan Biomedis Universitas Toronto, Axel Guenther kepada Digital Trends.

Guenther menjelaskan bahwa tim yang bertanggung jawab atas perangkat ini sedang sibuk melakukan percobaan penyembuhan luka untuk membandingkan pendekatan mereka terhadap alternatif yang sudah ada.

Ke depannya, imbuh dia, para peneliti tertarik untuk mengkomersilkan teknologi tersebut. Dia mengaku sedang bekerja untuk mengembangkannya ke tahap itu.

Penelitian ini juga bisa ditelusuri lebih lanjut dalam makalah yang berjudul “Handheld skin printer: In situ formasi of planar biomaterials and tissues,” baru-baru ini, yang diterbitkan dalam jurnal Lab on a Chip. [WS/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here