ISIS Teror Piala Dunia 2018 Lewat Foto Messi dan Ronaldo

Telset.id, Jakarta – Jelang pelaksanaan Piala Dunia 2018 di Rusia, kelompok teroris Negara Islam Irak-Suriah (ISIS) menebar teror. Mereka menyebar foto editan yang memperlihatkan dua algojo sedang memenggal kepala duo megabintang sepak bola, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Dalam satu dari sekian foto rekaan yang dirilis oleh SITE Intelligence Group, dua anggota ISIS memakai penutup kepala tengah mengeksekusi pesepak bola asal Argentina dan Portugal itu di dalam stadion. Di foto lain, seorang jihadis memegang kepala Messy dari belakang, seolah akan mengeksekusi.

Di foto tersebut, Messi mengenakan baju tahanan Guantanamo dan dalam posisi berlutut. Sama dengan foto pertama, latar belakang sang jihadis dan Messi adalah lingkungan stadion. Bedanya, di foto kedua stadion tampak tanpa penonton, hanya memperlihatkan kursi yang kosong melompong.

Menurut laporan The Sun, foto-foto itu dirilis lewat saluran pesan terenkripsi Telegram. SITE Intelligence Group meyakini, ISIS memang sedang menebar ancaman. Mereka melakukan serangkaian propaganda, termasuk lewat foto rekaan, dengan niat meneror gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia.

Sekadar informasi, pertandingan Piala Dunia 2018 di Rusia akan diadakan di 12 stadion di 11 kota. Laga pembuka mempertemukan Argentina melawan Islandia di Stadion Spartak, Moskow, 16 Juni 2018. Duel tersebut bakal menjadi ajang pembuktian Messi, yang menjadi andalan skuat Argentina.

Bagaimana dengan Ronaldo? Penyerang tajam Real Madrid itu akan memimpin pasukan juara Eropa di Grup B. Di grup tersebut, Ronaldo dan kawan-kawan bakal bersua Spanyol, Iran, dan Maroko. Sama seperti Messi, Ronaldo akan tampil total guna membawa negaranya lolos fase grup.

 

Sejatinya, bukan kali pertama ini hajat olahraga berlevel internasional yang berlangsung di Rusia diancam oleh kelompok teroris. Pada 2014, tepatnya menjelang Olimpiade Musim Dingin Sochi, kelompok perlawanan Ansar al-Sunna merilis pernyataan lewat video.

Baca juga: FIFA dan EA Gelar ‘Piala Dunia Online’

Dalam video berdurasi lumayan pendek itu, dua militan Ansar al-Sunna berseru akan melakukan serangan teror ke seluruh Rusia. Namun, ancaman nyatanya tak terbukti. Mereka gertak sambal, cuma ingin membuat resah publik dengan model propaganda monoton. [SN/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here