6 Langkah untuk Hadapi Krisis Bisnis di Media Sosial

6 Langkah untuk Hadapi Krisis Bisnis di Media Sosial

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Kehadiran media sosial seperti halnya pisau bermata dua. Terkadang, media sosial dapat menjadi tempat yang positif, namun bisa juga berubah menjadi sarangnya hal negatif, seperti hoax dan cyber bullying.

Hal ini bisa terjadi kepada setiap pengguna di media sosial. Baik remaja, orang dewasa, hingga mereka yang mencoba untuk mengais rezeki di media sosial. Cyber bullying menjadi sebuah momok yang berujung terjadinya krisis di media sosial.

[Baca juga: Hasil Foto Tanpa Edit dari “Rajanya” Kamera Smartphone]

Nah, jika Anda atau orang terdekat Anda terkena dampak krisis media sosial, terutama dalam menjalankan bisnis di media sosial, tim Telset.id punya beberapa tips untuk mengatasinya.

Nah, simak 6 langkah untuk menghadapi krisis di media sosial, menurut keterangan dari Verisign, yang masuk ke redaksi kami.

Jangan Hapus Komentar Negatif

Salah satu dasar pelajaran dasar dalam menghadapi krisis di media sosial adalah untuk tidak menghapus komentar-komentar negatif. Meskipun terkadang berat, namun hal ini penting untuk menghadapi krisis media sosial.

Untuk Anda yang menjalankan bisnis, pelanggan dan calon pelanggan Anda juga dapat melihat apa yang Anda lakukan. Menyembunyikan komentar negatif hanya akan menodai reputasi Anda lebih parah lagi.

Hentikan Pembaruan Otomatis

Penggunaan alat seperti Tweetdeck memang sering dilakukan oleh mereka yang menjalankan bisnis. Biasanya, aplikasi ini dapat membantu perusahaan untuk mencapai target tertentu.

Akan tetapi, jika Anda mengalami krisi terkait prduk Anda, sebaiknya anda menghentikan pembaharuan otomatis para apliaksi ini. Hal yang harus dilakukan adalah memperbaiki layanan atau barang yang dianggap bermasalah oleh orang lain.

Setelah selesai, maka Anda bisa mengaktifkan lagi fitur pembaharuan otomatis pada Tweetdeck Anda.

Tepat Waktu

Apabila Anda melihat sebuah komentar online yang buruk tentang bisnis Anda, sangatlah penting untuk merespon dalam jangka waktu yang tepat. Menunggu terlalu lama sebelum merespon bisa membuat bisnis Anda terkesan jauh dari pelanggan.

Akan tetapi dalam merespon juga harus dilakukan dengan benar. Hal ini dikarenakan dalam merespon sebuah komentar, para audiens dapat melihat jelas mengenai situasi apa yang sedang Anda alami.

Jujur

Kejujuran juga memiliki peranan penting bagi kelangsungan bisnis, terutama jika Anda memanfaatkan media sosial. Apabila terjadi kesalahan, akui kesalahan dan jujur  kepada pelanggan akan kesalahan tersebut.

Pelanggan akan lebih menghargai tindakan Anda tersebut, ketimbang mengelak atau bungkam.  Mengakui kesalahan turut mengesankan bahwa Anda tidaklah sempurna dan sedang berusaha untuk menjadi lebih baik.

Kemudian jangan lupa untuk memberikan penjelasan kepada pelanggan bahwa Anda sangat terbuka untuk menerima saran dan sadarilah bahwa mengakui kesalahan justru akan semakin memanusiakan Anda.

[Baca juga: ASL PLS! 5 Aplikasi Chatting yang Bikin Kangen]

Kendalikan Emosi Anda

Terkadang, membiarkan kritik masuk ke dalam hati dan membalas kritik tersebut dengan jawaban emosional hanya akan memperkeruh situasi. Tentunya, hal ini dapat mempengaruhi situasi bisnis Anda.

Ambil waktu sebanyak-banyaknya untuk mencerna jawaban Anda. Atau berikan kesempatan kepada orang lain untuk melihat jawabannya apabila Anda tidak yakin jawaban tersebut akan diterima dengan baik.

Jadi Diri Sendiri

Yang paling penting adalah, jangan terganggu karena kritik. Tidak ada pengusaha yang membuka diri untuk berkomunikasi dengan komunitas online dan menjalankannya tanpa celah.

Apabila Anda dapat menangani pelanggan yang ‘marah’ dengan efektif dan efisien, Anda akan dapat memutarbalikkan kondisi yang berpotensi menimbulkan kerugian menjadi peluang untuk meningkatkan reputasi dan hubungan Anda dengan konsumen – apalagi jika dilakukan dengan benar. [NC/HBS]