Gawat! Remaja Putri di Sudan Selatan Dilelang di Facebook

Remaja Perempuan dari Sudan Selatan Dilelang di Facebook

Telset.id, Jakarta – Sebuah kejadian tak biasa terjadi di Republik Sudan Selatan. Tepatnya Oktober lalu, ketika sejumlah di pria negara tersebut “berlomba” untuk menawar seorang remaja putri di Facebook. Postingan di media sosial tersebut bertujuan melelang sang gadis untuk dinikahi.

Sontak saja, acara lelang itu ditentang oleh para aktivis, karena secara tidak langsung dapat mendorong keluarga lain menggunakan media sosial untuk mendapatkan mas kawin yang lebih mahal.

Para aktifis pun menuntut pemerintah Sudan dan perusahaan media sosial raksasa tersebut untuk melakukan tindakan tegas.

Postingan yang memuat foto gadis berusia 17 tahun itu dipublikasikan di Facebook pada 25 Oktober lalu. Setidaknya lima orang pria diketahui berpartisipasi dalam lelang mas kawin.

Penawar tertinggi disebutkan adalah seorang pengusaha kaya, yang memberikan 500 ekor sapi, 3 mobil mewah, dan uang setara Rp146 juta kepada ayah dari si gadis sebagai mas kawin.

Menurut kutipan Telset.id dari Reuters, Rabu (21/11/2018), pernikahan tersebut dilaksanakan beberapa pekan lalu, tepatnya pada 3 November, lapor kelompok hak asasi wanita Plan International.

Foto remaja putri itu disebarkan di berbagai platform media sosial. Beberapa laporan menyebutnya sebagai “pengantin perawan” dan “perempuan termahal di Sudan Selatan.”

“(Bahwa) gadis itu bisa dijual untuk dinikahi di situs media sosial terbesar di dunia sangatlah sulit dipercaya,” komentar Direktur Plan International Sudan Selatan George Otim.

Facebook mengatakan kepada Reuters bahwa mereka telah menghapus postingan tersebut dan akun yang mempostingnya hari Jumat lalu karena melanggar standar komunitas.

“Segala bentuk perdagangan manusia baik itu dalam postingan, halaman, iklan, maupun grup yang mengoordinasi aktivitas ini dilarang di Facebook,” ujar juru bicara. “Kami menghapus postingan tersebut dan secara permanen memblokir akun yang mempostingnya di Facebook.”

Para aktivis juga mendesak pada otoritas Sudan untuk segera menindak pihak-pihak yang terlibat dalam pelelangan yang tak lazim tersebut.

Kasus ini adalah kali pertama seseorang menggunakan Facebook untuk pertukaran ilegal. Mahar yang dibayar juga dilaporkan sebagai yang termahal yang pernah diterima di area tersebut.

Para advokat khawatir bahwa mas kawin yang mahal dapat mendorong aktivitas perdagangan perempuan untuk dinikahi di platform media sosial tersebut ke depannya.

“(Postingan tersebut) menarik perhatian lebih dan memberikan alasan yang kuat bagi mereka yang tertarik untuk melakukannya karena keuntungan yang didapat,” ujar juru bicara Plan International.

“Ini adalah sesuatu yang lebih berbahaya dan sebuah fenomena yang tidak ingin kami temui lagi atau (justru) menjadi pergerakan popular,” tambahnya. [AU/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here