Gak Punya Laptop, CEO Twitter Kerja Pakai Ponsel

Telset.id, Jakarta – Apakah Anda percaya kalau orang sekelas CEO Twitter, Jack Dorsey, tak punya laptop? Kedengarannya memang aneh, mengingat ia merupakan orang yang setiap hari bergelut dengan teknologi. Namun, saat berkunjung ke Sydney, Australia, Jumat (25/5), Dorsey benar-benar mengaku tak punya laptop.

Dorsey berkunjung ke Sidney untuk membahas tentang rencana Twitter untuk memberangus troll dan berita palsu. Dorsey juga melakukan pembicaraan penting lain terkait upaya pengembangan platform. Twitter memang semakin giat melakukan pembaruan layanan demi kenyamanan dan keamanan pengguna.

Dalam kunjungan tersebut, Dorsey terlibat pembicaraan menarik dengan publik. Pada momentum itu, ia mendapat pertanyaan menarik dari seseorang yang hadir di acara tersebut.

“Apakah Anda juga menutup kamera laptop pribadi menggunakan plster, sama seperti yang dilakukan oleh CEO Facebook, Mark Zuckerberg?,” tanya orang tersebut.

“Saya tidak punya laptop,” jawab Dorsey singkat.

Semua orang yang hadir pun seketika terdiam. Tak lama berselang, seorang wartawan senior yang duduk di barisan depan tertawa keras.

“Saya melakukan semua hal menggunakan ponsel. Saya tak membutuhkan laptop,” tambah Dorsey, sepeti dilansir Mashable.

Dorsey melanjutkan, di ponsel miliknya terbiasa hanya ada satu aplikasi yang aktif, menyesuaikan apa yang saat itu sedang dikerjakan. Sepertinya, kebiasaan tersebut menjadi alasan kenapa Dorsey tak mau memakai laptop yang cenderung menampilkan banyak aplikasi di layar monitor.

Selama ini, Dorsey kerap muncul sebagai satu pemimpin perusahaan teknologi muda terkaya di dunia. Selain Twitter, Dorsey juga memiliki sebuah perusahaan startup lain bernama Square. Square adalah perusahaan pembayaran mobile yang didirikannya pada 2009, sesaat setelah didepak dari Twitter.

Dorsey tetap menjadi CEO Square meski akhirnya dipanggil kembali ke Twitter pada Oktober 2015 silam. Pada tahun yang sama, pria berumur 41 tahun itu juga memutuskan untuk melakukan pelepasan saham publik perdana alias IPO Square.

Baca juga: Selain Twitter, Ini “Ladang Duit” Jack Dorsey

Meski langkah Dorsey itu dianggap nekat, namun akhirnya dua tahun setelah memutuskan untuk melakukan IPO terhadap Square, Dorsey pun menuai apa yang telah dia benih sebelumnya.

Hal ini dapat terlihat jelas pada penutupan bursa saham Jumat (17/11/2017) lalu, dimana nilai pasar dari Square berhasil menembus USD 17 miliar atau sekitar Rp 232 triliun. Tentu saja, pencapaian ini sangat mengejutkan bagi banyak orang, jika melihat Square yang cuma ‘startup’ yang tidak terlalu mendunia.

Sumber: Mashable

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here