Unggah Foto #Throwback, Pasangan Ini Didenda Rp 52 Juta

Foto #throwback

Telset.id, Jakarta  – Di tengah kebijakan jaga jarak sosial gara-gara pandemi virus corona, banyak orang berbagi foto #throwback di media sosial ketika sebelumnya keluar untuk berjalan-jalan maupun bepergian penting.

Namun, di Australia, polisi mendenda sepasang suami-istri karena melanggar aturan karantina. Polisi mendapati foto-foto mereka plesiran di media sosial. Foto tersebut diunggah dengan tagar #throwback. Bagaimana ceritanya?

{Baca juga: Pelancong “Idiot” Berpotensi Sebar Virus Corona di AS}

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Rabu (15/4/2020), Jaz dan Garry Mott berada di rumah ketika polisi tiba-tiba datang dengan membawa selembar kertas berisi hukuman denda USD 3.300 atau sekira Rp 52 juta.

Semua gara-gara foto yang mereka posting di media sosial. Polisi mengira foto #throwback itu diambil baru-baru ini selama pemberlakuan jarak sosial. Sesuai aturan, pelanggar akan dijatuhi denda untuk mencegah orang-orang keluyuran.

Tapi, yang tidak diketahui polisi adalah foto-foto tersebut diabadikan jauh sebelum ada wabah virus corona. Foto Jaz dan Garry Mott diambil pada tahun lalu. Karenanya, pasangan itu langsung mengelak tuduhan dari polisi.

“Ya, kadang-kadang kesalahan dilakukan oleh seseorang, termasuk aparat. Hikmahnya, itulah kenapa proses peninjauan kami lakukan. Tujuannya untuk memastikan contoh serupa bisa teridentifikasi dan diperbaiki,” terang polisi.

Insiden tersebut telah menimbulkan beberapa pertanyaan. Polisi bersikeras tidak memantau media sosial. Mereka hanya bereaksi setelah ada laporan dari masyarakat. Namun, baru-baru ini ada fakta lain yang berhasil terungkap.

Polisi menggunakan sistem pengenalan wajah AI Clearview untuk menandai foto. Akan tetapi, polisi bersikeras tidak pernah melakukannya. “Polisi minta supaya kami tidak lagi memposting foto selama pemberlakuan jarak sosial,” kata Jaz.

Amerika juga dipusingkan dengan ulah warganya yang selama kebijakan social distancing, masih banyak orang yang ngeyel dengan keluar rumah atau bahkan plesiran di tengah-tengah wabah virus corona.

{Baca juga: Ngeyel, Orang-orang Tetap Plesiran Selama Wabah Corona}

Padahal, dengan mengisolasi diri, kita ikut mencegah penyebaran virus corona. Dengan demikian, peneliti, dokter, perawat, dan pihak lain lebih banyak waktu untuk menemukan obat, vaksin, maupun merawat pasien.

Menurut data peta yang dibuat oleh Tectonix baru-baru ini, menunjukkan bahwa di Amerika Serikat masih banyak orang yang plesiran selama pandemi virus corona.

Peta itu bisa memantau lewat data lokasi smartphone yang dikumpulkan oleh X-Mode. Menurut X-Mode, data itu telah dianonimkan, yang berarti bahwa lokasi smartphone tidak melangar privasi. [SN/HBS]

 

SOURCEUbergizmo
Previous articleKonsumen Bisa Minta Ganti Rugi ke Penjual Ponsel BM
Next articleFacebook Rilis Kit, Aplikasi Pesan untuk Apple Watch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here